Pansus Relokasi PKL Malioboro Resmi Dibentuk, Tugas Pertama Jadi Mediator Pemkot dan PKL

Kompas.com - 18/01/2022, 13:26 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Panitia Khusus (pansus) relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) kawasan Malioboro resmi dibentuk pada Senin (18/1/2022) petang.

Setelah terbentuk, tugas dari pansus pertama kali adalah menjadi penghubung atau mediator antara Pemerintah Kota Yogyakarta dengan PKL Malioboro.

"Tugas pertama saya minta menjadi penghubung mediator antara Pemkot dengan PKL sehingga ada komunikasi lebih intens tidak saling menyalahkan," ujar Ketua DPRD Kota Yogyakarta Danang Rudiyatmoko saat dihubungi wartawan, Selasa (18/1/2022).

Baca juga: Kumpulan Berita Harian Yogyakarta Terpopuler: PKL Malioboro Mengadu ke DPRD

Lanjut Danang, DPRD Kota Yogyakarta juga ingin meminta kejelasan dar Pemkot Yogyakarta terkait relokasi PKL Malioboro karena selama ini DPRD Kota Yogyakarta belum mendapatakn informasi secara utuh.

"Kami pun ingin kejelasan bukan katanya," kata dia.

Selain menjadi mediator antara Pemkot Yogyakarta dan PKL Malioboro, Pansus ini juga bertugas untuk memastikan tidak ada oknum-oknum yang memanfaatkan keadaan untuk mencari keuntungan.

Danang mencontohkan keuntungan yang dimaksud seperti penggelembungan jumlah pedagang, pengalihan hak, atau justru relokasi Malioboro ini memunculkan pedagang-pedagang baru.

"Kami merasa bertanggung jawab supaya tidak ada hal-hal dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab misalnya penggelembungan pedagang, pengalihan hak, atau munculnya pedagang-pedagang baru. Jadi ini butuh kita luruskan," ujar dia.

Menanggapi pernyataan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti yang menyampaikan bahwa relokasi tidak akan mundur dari jadwal, Danang mengatakan bahwa jadwal relokasi tidak seharusnya dipaksakan.

Baca juga: DPRD Kota Yogyakarta Klaim Tidak Dilibatkan dalam Rencana Relokasi PKL Malioboro

Menurut Danang masih ada beberapa hal yang perlu dibuka secara gamblang oleh Pemkot Yogyakarta misalnya jumlah pesagang yang direlokasi, tempat relokasi, jika direlokasi di dua tempat apakah mencukupi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sultan Tidak Akan Beri Bantuan Hukum kepada Koruptor di DI Yogyakarta

Sultan Tidak Akan Beri Bantuan Hukum kepada Koruptor di DI Yogyakarta

Yogyakarta
Dream Theater Konser di Solo, Ini Harga Tiket dan Cara Belinya

Dream Theater Konser di Solo, Ini Harga Tiket dan Cara Belinya

Yogyakarta
Cara Daftar MyPertamina untuk Beli Pertalite di SPBU Kota Yogyakarta

Cara Daftar MyPertamina untuk Beli Pertalite di SPBU Kota Yogyakarta

Yogyakarta
Banyak Sekolah di DIY Kekurangan Murid Usai PPDB, Apa yang Salah?

Banyak Sekolah di DIY Kekurangan Murid Usai PPDB, Apa yang Salah?

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 30 Juni 2022: Berawan dari Pagi hingga Malam

Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 30 Juni 2022: Berawan dari Pagi hingga Malam

Yogyakarta
BKKBN: Gangguan Mental Emosional Remaja Naik Jadi 9,8 Persen, Angka Perceraian Capai 580 Ribu

BKKBN: Gangguan Mental Emosional Remaja Naik Jadi 9,8 Persen, Angka Perceraian Capai 580 Ribu

Yogyakarta
Warga Yogya Keluhkan Ribet Beli Pertalite Pakai Aplikasi, Ini Penjelasan Pertamina

Warga Yogya Keluhkan Ribet Beli Pertalite Pakai Aplikasi, Ini Penjelasan Pertamina

Yogyakarta
Wacana Jam Malam Anak di Kota Yogyakarta, Kepala BKKBN: Seperti Paracetamol

Wacana Jam Malam Anak di Kota Yogyakarta, Kepala BKKBN: Seperti Paracetamol

Yogyakarta
KSAD Dudung Dikukuhkan Jadi Duta Bapak Asuh Anak Stunting Indonesia

KSAD Dudung Dikukuhkan Jadi Duta Bapak Asuh Anak Stunting Indonesia

Yogyakarta
Beli Minyak Goreng Curah Pakai Pedulilindungi atau KTP, Warga Khawatir NIK-nya untuk Pinjol

Beli Minyak Goreng Curah Pakai Pedulilindungi atau KTP, Warga Khawatir NIK-nya untuk Pinjol

Yogyakarta
Zona Merah PMK di Bantul Bertambah, Pemkab Berharap Tambahan Vaksin

Zona Merah PMK di Bantul Bertambah, Pemkab Berharap Tambahan Vaksin

Yogyakarta
Pangat Jalan Kaki dari Lumajang ke Jakarta untuk Temui Presiden Jokowi

Pangat Jalan Kaki dari Lumajang ke Jakarta untuk Temui Presiden Jokowi

Yogyakarta
Tutup Gerai Holywings sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Pemkab Sleman Minta Pusat Tinjau Perizinannya

Tutup Gerai Holywings sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Pemkab Sleman Minta Pusat Tinjau Perizinannya

Yogyakarta
Berkendara Sendirian Saat Tengah Malam, Pelajar Tewas Usai Tabrak Jembatan Depan YIA

Berkendara Sendirian Saat Tengah Malam, Pelajar Tewas Usai Tabrak Jembatan Depan YIA

Yogyakarta
68 Hewan Ternak Mati karena PMK di DI Yogyakarta, Terpapar 7.046

68 Hewan Ternak Mati karena PMK di DI Yogyakarta, Terpapar 7.046

Yogyakarta
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.