Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Paguyuban Skuter Listrik Malioboro Mengaku Belum Pernah Diajak Diskusi soal Perwal Operasional

Kompas.com - 18/07/2022, 17:18 WIB
Wisang Seto Pangaribowo,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta berencana mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) Yogyakarta terkait aturan operasional skuter listrik atau otoped listrik.

Terkait pembahasan perwal tersebut, pengusaha skuter listrik belum pernah diajak duduk bersama untuk menentukan aturan atau lokasi opetasional skuter listrik.

Ketua Paguyuban Skuter Listrik Malioboro Adi Kusuma menyayangkan Pemkot Yogyakarta yang tidak melibatkan paguyuban skuter dalam membuat perwal terkait aturan operasional skuter listrik.

"Kenapa kami enggak dilibatkan, padahal banyak bagian dari kami ingin Kota Yogyakarta jadi tempat wisata," kata dia saat dihubungi, Senin (17/7/2022).

Baca juga: Rambu Larangan Skuter Listrik di Malioboro Dipasang, Pemkot Siapkan Sanksi bagi Pelanggar

Adi menambahkan jika kedepan kendaraan tidak diperbolehkan masuk ke Malioboro, skuter listrik dapat menjadi solusi dan menjadi wisata baru.

"Kesalahan kami apa biar kami benahi, sampai saat ini kita belum pernah dilibatkan," katanya.

Dia berharap perwal yang dikeluarkan ini terkait teknis operasional penggunaan skuter listrik. Selain itu juga diharapkan dapat mengakomodir masalah-masalah yang muncul dan tidak hanya soal lokasi saja.

"Yang namanya kendaraan listrik itu di masa depan tidak dapat dihindari akan banyak masalah seperti itu. Kami harap dari perwal ini buatlah perwal terkait operasional penggunaan skutik secara luas," katanya.

Saat ini pihaknya bersama tujuh anggota lainnya sedang menunggu perwal aturan skuter listrik terbit. Setelah perwal berlaku pihaknya baru akan menyikapinya, karena saat ini muncul pengusaha-pengusaha baru yang sembarangan menyewakan.

"Kami mau bertindak hati-hati. Jangan sampai kami disebut sebagai orang-orang yang sembarangan," kata dia.

Ia berharap skuter listrik tetap bisa beroperasi di kawasan sumbu filosofis, yang di dalamnya terdapat Malioboro. Pasalnya, saat mencoba menyewakan di lokasi lain seperti di kawasan Kota Baru sebagaimana wacana perwal, ia mengaku tidak mendapatkan penghasilan yang layak.

Baca juga: Rambu Larangan Penggunaan Skuter Listrik Segera Dipasang di Yogyakarta

"Jadi kalau kami sendiri sampai sekarang berharap dibina, entah dipindah kami siap. Tapi kami mohon dalam melakukan kajian diberikan tempat yang produktif jangan sembarangan tempat," ujarnya.

"Sempat mencoba menyewakan dua minggu di Kota Baru justru tombok (rugi)," kata dia.

Sebelumnya, Pj Wali Kota Yogyakarta Sumadi menyampaikan, bahwa pihaknya sedang menyiapkan peraturan wali kota (Perwal) terkait dengan larangan skuter listrik di kawasan sumbu filosofis. Pihaknya menargetkan perwal tersebut selesai pada akhir Juli 2022.

"Kami sedang menyusun draf perwal, minggu ini diharapkan sebagian besar sudah jadi untuk dasar hukum melakukan penindakan. Walaupun, di Permenhub sudah ada aturannya, tapi kami ingin menegaskan kembali," kata dia.

Sumadi berharap perwal dapat segera diterapkan pada Agustus 2022, termasuk sanksinya. Dia mengatakan ada beberapa sanksi yang bisa diberikan kepada para pelanggar.

Pertama adalah sanksi administrasi. Namun, jika masih melanggar maka akan dilakukan penyitaan skuter.

"Sekali lagi saya imbau pengusaha skuter listrik karena untuk kepentingan semua di kota Yogya mbok ya enggak usah melawan aturan," pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Jalur dan Rute Bus Trans Jogja 2024

Jalur dan Rute Bus Trans Jogja 2024

Yogyakarta
Nekat Main Air di Palung Parangtritis, 3 Wisatawan Asal Jakarta Berhasil Diselamatkan

Nekat Main Air di Palung Parangtritis, 3 Wisatawan Asal Jakarta Berhasil Diselamatkan

Yogyakarta
Pantai Delegan di Gresik: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Pantai Delegan di Gresik: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Yogyakarta
Pasar Wates Kulon Progo Heboh, Penjahit Meninggal di Kiosnya

Pasar Wates Kulon Progo Heboh, Penjahit Meninggal di Kiosnya

Yogyakarta
Pantai Mbuluk di Yogyakarta: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Pantai Mbuluk di Yogyakarta: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Yogyakarta
Kasus KDRT di Semarang Masih Tinggi, Korban Diminta Tidak Takut Lapor

Kasus KDRT di Semarang Masih Tinggi, Korban Diminta Tidak Takut Lapor

Yogyakarta
Sopir Ngantuk, Truk Angkut Kayu Tabrak Pohon, Satu Orang Luka Berat

Sopir Ngantuk, Truk Angkut Kayu Tabrak Pohon, Satu Orang Luka Berat

Yogyakarta
Presiden Jokowi Ajak Cucu Naik ke Candi Borobudur, Gibran Mengikuti

Presiden Jokowi Ajak Cucu Naik ke Candi Borobudur, Gibran Mengikuti

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Sabtu 25 Mei 2024, dan Besok : Malam Ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Sabtu 25 Mei 2024, dan Besok : Malam Ini Cerah Berawan

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Sabtu 25 Mei 2024, dan Besok : Berawan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Sabtu 25 Mei 2024, dan Besok : Berawan Sepanjang Hari

Yogyakarta
Aksi Pembobolan Mesin ATM di Sleman Digagalkan, Pelaku Belum Sempat Ambil Uangnya

Aksi Pembobolan Mesin ATM di Sleman Digagalkan, Pelaku Belum Sempat Ambil Uangnya

Yogyakarta
Pantai Cangkring di Yogyakarta: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Pantai Cangkring di Yogyakarta: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Yogyakarta
Senangnya Warga Yogyakarta Dapat Sembako dari Presiden Jokowi di Gedung Agung

Senangnya Warga Yogyakarta Dapat Sembako dari Presiden Jokowi di Gedung Agung

Yogyakarta
Remaja Asal Bantul yang Hilang di Sungai Progo Ditemukan Meninggal Dunia, Coba Selamatkan Temannya

Remaja Asal Bantul yang Hilang di Sungai Progo Ditemukan Meninggal Dunia, Coba Selamatkan Temannya

Yogyakarta
Pendaftaran Panwas Kalurahan di Gunungkidul Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Pendaftaran Panwas Kalurahan di Gunungkidul Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com