Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pembunuh Perempuan di Rumah Kos Kotabaru Terancam Hukuman Mati

Kompas.com - 18/03/2024, 16:05 WIB
Wisang Seto Pangaribowo,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Henry, pelaku pembunuhan perempuan asal Sleman di rumah kos Kotabaru, Kota Yogyakarta, terancam hukuman mati.

Pelaku H atau Henry alias Asep disangkakan dengan Pasal 340 KUHP Subsidair Pasal 338 KUHP, Lebih Subsidair Pasal 353 Ayat (3) KUHP, Lebih Subsidair Lagi Pasal 351 ayat (3) KUHP dan/Atau Kedua Primair Pasal 339 KUHP Subsidair Pasal 365 Ayat (3) KUHP.

"Ancaman maksimal pidana mati atau seumur hidup," kata Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Aditya Surya Dharma mengatakan, Senin (18/3/2024).

"Kita sangkakan yang terberat dulu (pasal)," kata dia.

Baca juga: Pelaku Pembunuhan di Kotabaru Kenal Korban di Medsos, Motif Membunuh Emosi dan Mabuk

Dia menjelaskan, kronologi pembunuhan yang dilakukan oleh Henry ini bermula pada Sabtu 24 Februari 2024 sekitar pukul 19.00 WIB. Pelapor atau pemilik kos mendapat informasi bahwa penyewa kos diduga meninggal dunia.

"Kemudian setelah dipastikan adalah perempuan bukan penyewa kos. Penyewa kos (adalah) HNR (Henry)," ujarnya.

Petugas kepolisian lalu melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan didapatkan bahwa yang meninggal dunia adalah seorang perempuan asal Tridadi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Dari hasil otopsi disampaikan adanya beberapa luka yang menyebabkan korban meninggal dunia. Ada tusukan dan sayatan pada leher dan ada kekerasan tumpul di kepala korban," ujar dia.

Lalu, setelah dilakukan olah TKP, diketahui ada beberapa barang korban yang tidak ditemukan, seperti sepeda motor dan gawai korban.

"Kemudian setelah itu anggota kami di-back-up oleh Polda melaksanakan penyelidikan dan penyidikan di Jogja maupun Jabar," kata dia.

Dia menambahkan, tersangka sempat datang ke keluarga dan mengakui telah membunuh seseorang. Lalu, dilakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti berupa gelang, pakaian, dan celana tersangka yang ada noda darah.

"Kami melakukan pendekatan ke keluarga pelaku, apabila dihubungi tersangka membujuk menyerahkan diri ke kepolisian," kata dia.

Kemudian, hasil perkembangan berikutnya bahwa pada Rabu 13 Maret 2024 sekitar pukul 22.00, keluarga pelaku menyerahkan pelaku ke Polda Jabar. Kemudian, tim Polda DIY menjemput pelaku.

"Hasil pemeriksaan awal terhadap tersangka yang bersangkutan mengakui sebagai pembunuh," ujar dia.

Pelaku yang sehari-hari sebagai pegawai kafe di daerah Kotabaru, Kota Yogyakarta, ini mengenal korban FD yang berasal dari Sleman melalui media sosial.

"Berkenalan dengan korban di suatu media sosial janjian ketemu dibawa ke kos, namun di sana bertengkar karena tersangka mabuk, emosi, kemudian ada pisau dilakukan penusukan sampai korban meninggal dunia," ujar Aditya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Puluhan Wisatawan di Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Puluhan Wisatawan di Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Yogyakarta
Diduga Telilit Utang, 1 Warga Magelang Gantung Diri di Teras Rumah

Diduga Telilit Utang, 1 Warga Magelang Gantung Diri di Teras Rumah

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Berawan

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Berawan

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Cerah Berawan

Yogyakarta
Sisa Makanan Jadi Sampah Terbanyak di Yogyakarta

Sisa Makanan Jadi Sampah Terbanyak di Yogyakarta

Yogyakarta
Lansia Penyadap Nira di Kulon Progo Tewas akibat Jatuh dari Pohon Kelapa

Lansia Penyadap Nira di Kulon Progo Tewas akibat Jatuh dari Pohon Kelapa

Yogyakarta
Depo Sampah di Mandala Krida Penuh, Pedagang Keluhkan Omzet Anjlok dan Ganggu Kesehatan

Depo Sampah di Mandala Krida Penuh, Pedagang Keluhkan Omzet Anjlok dan Ganggu Kesehatan

Yogyakarta
Truk Tangki Terguling di Tanjakan, Jalan Raya Kulon Progo Banjir Minyak Jelantah

Truk Tangki Terguling di Tanjakan, Jalan Raya Kulon Progo Banjir Minyak Jelantah

Yogyakarta
Mahasiswa Asal Papua Ditemukan Meninggal di Kamar Kosnya Bantul Yogyakarta

Mahasiswa Asal Papua Ditemukan Meninggal di Kamar Kosnya Bantul Yogyakarta

Yogyakarta
Api Lahap Tanah Kas Desa dan Lahan Warga di Kulon Progo, Penyebab Belum Diketahui

Api Lahap Tanah Kas Desa dan Lahan Warga di Kulon Progo, Penyebab Belum Diketahui

Yogyakarta
Uang Sumbangan Salah Satu MAN di Yogya Dinilai Terlalu Besar, Orangtua Siswa Mengadu ke Ombudsman

Uang Sumbangan Salah Satu MAN di Yogya Dinilai Terlalu Besar, Orangtua Siswa Mengadu ke Ombudsman

Yogyakarta
Musim Kemarau, BPBD Ungkap Daerah Rawan Kekeringan dan Kebakaran Hutan di Yogyakarta

Musim Kemarau, BPBD Ungkap Daerah Rawan Kekeringan dan Kebakaran Hutan di Yogyakarta

Yogyakarta
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan di DIY, Daerah Mana Saja?

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan di DIY, Daerah Mana Saja?

Yogyakarta
Ledakan di Bantul, Polisi Sudah Periksa 10 Saksi tapi Pemilik Petasan Masih Misteri

Ledakan di Bantul, Polisi Sudah Periksa 10 Saksi tapi Pemilik Petasan Masih Misteri

Yogyakarta
Pemilik Rental Mobil di Yogyakarta 'Blacklist' Penyewa Ber-KTP Pati, Ada yang sejak 2020

Pemilik Rental Mobil di Yogyakarta "Blacklist" Penyewa Ber-KTP Pati, Ada yang sejak 2020

Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com