Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Orangtua Siswi yang Dipaksa Pakai Jilbab dan SMAN 1 Banguntapan Sepakat Berdamai, Kepala Sekolah Berharap Sekolah Dapat Kembali Tenang

Kompas.com - 10/08/2022, 13:59 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Orangtua siswi yang dipaksa mengenakan jilbab dengan pihak SMAN 1 Banguntapan Bantul berdamai, dalam rekonsiliasi yang diprakarsai Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kepala SMAN 1 Banguntapan, Agung Istiyanto mengatakan bahwa pihaknya telah berdamai dengan orangtua siswi.

Ia berharap dengan diselesaikannya dengan cara damai ini, sekolah dapat memberikan ketenangan bagi sekolah maupun siswa dalam belajar.

Baca juga: Sederet Fakta Kasus Pemaksaan Penggunaan Jilbab di Bantul, Soal Aturan Seragam hingga Rekonsiliasi

"Yang pasti sekolah kami ingin tenang lagi belajar. Anaknya tenang belajar bapak gurunya tenang belajar itu aja. Kami sudah berbaikan," kata dia, Rabu (10/8/2022).

Terkait dengan sanksi, dia menyerahkan semuanya ke BKD. Ia percaya bahwa BKD akan memberikan keputusan yang terbaik baginya dan 3 guru lain.

"Saya serahkan dinas. Dinas kan bapak kami. Kami percaya sama dinas yang terbaik buat kami," katanya.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar rekonsiliasi antara orangtua siswi yang diduga dipaksa menggunakan jilbab, dan pihak sekolah SMA Banguntapan 1.

Hasilnya, orangtua dan pihak SMA Banguntapan 1 sepakat berdamai dan menyelesaikan masalah ini dengan kekeluargaan.

"Mereka saling bertemu dan bermaafan terkait permasalahan yang dialami putri beliau. Mereka sepakat permasalahan tersebut diselesaikan kekeluargaan, dalam konteks keduanya sudah anggap selesai," ujar Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya di Kantor Disdikpora DIY, Rabu (10/8/2022).

Baca juga: Beredar Pesan di WA soal Polemik Jilbab di SMAN 1 Banguntapan Pakai Nama LBH Muhammadiyah

Didik menjelaskan, penanganan kasus ini simulai sejak 27 Juli 2022 dan telah dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi. Lalu Disdikpora DIY bersama tim melakukan pemeriksaan pada tanggal 4 Agustus 2022.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Kampung Giriloyo, Sentra Batik Tulis di Kabupaten Bantul

Mengenal Kampung Giriloyo, Sentra Batik Tulis di Kabupaten Bantul

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 7 Februari 2023: Siang hingga Malam Hujan

Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 7 Februari 2023: Siang hingga Malam Hujan

Yogyakarta
2 Pelajar Tewas dalam 2 Kecelakaan yang Berbeda di Gunungkidul

2 Pelajar Tewas dalam 2 Kecelakaan yang Berbeda di Gunungkidul

Yogyakarta
Jalan Godean Diadukan ke Gibran, Dinas PUPESDM DIY: Perbaikan Butuh Anggaran Besar

Jalan Godean Diadukan ke Gibran, Dinas PUPESDM DIY: Perbaikan Butuh Anggaran Besar

Yogyakarta
Perajin Batik di Giriloyo Bantul Kehilangan 17 Kain Batik Tulis

Perajin Batik di Giriloyo Bantul Kehilangan 17 Kain Batik Tulis

Yogyakarta
Driver Ojol Terjerat Pinjol Nekat Curi Belasan HP di SMP N 16 Kota Yogyakarta

Driver Ojol Terjerat Pinjol Nekat Curi Belasan HP di SMP N 16 Kota Yogyakarta

Yogyakarta
Jadi Contoh Kota Toleran, Kunjungan Turis ke Solo Meningkat, Gibran: Mulai Mengejar Yogyakarta

Jadi Contoh Kota Toleran, Kunjungan Turis ke Solo Meningkat, Gibran: Mulai Mengejar Yogyakarta

Yogyakarta
Guru SD di Gunungkidul yang Lecehkan Siswinya Masih Mengajar

Guru SD di Gunungkidul yang Lecehkan Siswinya Masih Mengajar

Yogyakarta
Ini Kondisi Jalan Godean Sleman yang Diadukan Netizen ke Gibran

Ini Kondisi Jalan Godean Sleman yang Diadukan Netizen ke Gibran

Yogyakarta
Soal Wacana Penghapusan Pilgub, Haedar: Fokus Pemilu 2024

Soal Wacana Penghapusan Pilgub, Haedar: Fokus Pemilu 2024

Yogyakarta
Korban Pencabulan Ketua Remaja Masjid di Sleman Berjumlah 20 Orang, Semuanya Laki-laki

Korban Pencabulan Ketua Remaja Masjid di Sleman Berjumlah 20 Orang, Semuanya Laki-laki

Yogyakarta
Jelang Harlah 1 Abad NU, Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ajak NU Jadi Pilar Penjaga Keutuhan pada Pemilu 2024

Jelang Harlah 1 Abad NU, Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ajak NU Jadi Pilar Penjaga Keutuhan pada Pemilu 2024

Yogyakarta
Idul Fitri Diperkirakan Berbeda, Haedar Nashir: Perbedaan Jangan Dianggap sebagai Sesuatu yang Baru

Idul Fitri Diperkirakan Berbeda, Haedar Nashir: Perbedaan Jangan Dianggap sebagai Sesuatu yang Baru

Yogyakarta
Cabuli Remaja 16 Tahun di Masjid, Pria di Sleman Ditangkap Polisi

Cabuli Remaja 16 Tahun di Masjid, Pria di Sleman Ditangkap Polisi

Yogyakarta
Akui Lecehkan Siswinya, Guru SD di Gunungkidul Hanya Disanksi Pindah Kelas dan Pengurangan Jam Mengajar

Akui Lecehkan Siswinya, Guru SD di Gunungkidul Hanya Disanksi Pindah Kelas dan Pengurangan Jam Mengajar

Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.