Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemerintah DIY Tak Berikan Kuota Tambahan Pembuangan Sampah ke TPA Piyungan

Kompas.com - 22/02/2024, 08:56 WIB
Wisang Seto Pangaribowo,
Robertus Belarminus

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Depo-depo sampah di Kota Yogyakarta kembali penuh dengan tumpukan sampah, seperti di depo sampah di area Mandala Krida.

Tumpukan sampah di Mandala Krida ini diperkirakan sampai dengan 50 ton, sehingga dibutuhkan penambahan kuota khusus untuk mengosongkannya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto mengatakan, untuk sementara waktu disimpan di depo sambil menunggu kuota khusus ke TPA Piyungan oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Ketika kita minta (kuota khusus) maka DIY akan menunjuk depo, tidak langsung iya. Karena di Piyungan juga sama sudah sangat menggunung," ujar Sugeng, Rabu (21/2/2024).

Baca juga: Jokowi Resmikan IPAL Losari Makassar, Berharap Masyarakat Peduli Masalah Lingkungan

Untuk depo-depo yang menggunung ini diperlukan komunikasi dengan pemerintah DIY. Menurut Sugeng, umur dari TPA Piyungan hanya sampai Mei atau Juni.

"Kalau kami diberi tambahan kuota kita bisa saja (kosongkan depo)," kata dia.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Benny Suharsono mengatakan, saat ini pihaknya masih menunda untuk memberikan kuota tambahan bagi Kota Yogyakarta.

Menurut Benny, dalam pemberian kuota tambahan harus disertai dengan hitungan matematis dan juga memperhitungkan daerah-daerah lain seperti Kabupaten Sleman dan Bantul.

"Saya tahan dulu, nanti kita punya hitungan matematis. Kalau ditambah kuota bagaimana dengan Sleman, dan Bantul," ujar dia.

Benny menuturkan, bahwa penundaan pemberian kuota khusus ini juga karena 2 bulan lalu Pemerintah Kota Yogyakarta sudah diberikan izin untuk memanfaatkan lahan kosong di TPA Piyungan.

"Sebenarnya izin terhadap kota sudah diberikan. Kan sebenarnya kota (Yogyakarta) sudah meminta bukan kuota, sudah diminta kota lahan nganggur yang ada di komplek TPA Piyungan," ucap Benny.

Benny menambahkan, lahan kosong tersebut dimanfaatkan leh Pemerintah Kota untuk mengelola sampah seperti yang dilakukan oleh Kabupaten Sleman di Tamanmartani.

"Lalu kuota kami menahan semua ya. Kalau itu disegerakan tu (TPA Piyungan) tidak sampai Maret, tutup semua. Kalau ini bisa ditahan kuota bisa maksimal bersama-sama kita, bisa sampai April," kata dia.

Baca juga: Kuota Sleman Buang Sampah ke TPA Piyungan Dibatasi 110 Ton Per Hari

Menurut Benny, tantangan terbesar dalam pengolahan dan pengelolaan sampah ini datang setelah April 2024.

Oleh sebab itu, dirinya mendorong pemerintah kabupate yang memandaatkan TPA Piyungan seperti Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta melakukan pengurangan, dan pengolahan sampah secara konkrit.

"Seremoni-seremoni saya anggap cukup lah, mari kita berbuat bersama. Kalau tidak melakukan tindakan itu kita tidak punya alternatif, alternatifnya kan sudah plan a, b, c sudah terlampaui," ujar Benny.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Penodong Perempuan di JJLS Bantul Dibekuk, Motor dan HP Diamankan

Penodong Perempuan di JJLS Bantul Dibekuk, Motor dan HP Diamankan

Yogyakarta
Lagi, DLH Gunungkidul Tutup Lokasi Pembuangan Sampah Ilegal

Lagi, DLH Gunungkidul Tutup Lokasi Pembuangan Sampah Ilegal

Yogyakarta
Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Truk di Kulon Progo

Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Truk di Kulon Progo

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Kamis 23 Mei 2024, dan Besok : Cerah Berawan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Kamis 23 Mei 2024, dan Besok : Cerah Berawan Sepanjang Hari

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Kamis 23 Mei 2024, dan Besok : Siang Berawan

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Kamis 23 Mei 2024, dan Besok : Siang Berawan

Yogyakarta
Persoalan Sampah Jadi PR Pj Wali Kota Yogyakarta yang Baru

Persoalan Sampah Jadi PR Pj Wali Kota Yogyakarta yang Baru

Yogyakarta
Tanjakan Bibis, Titik Rawan Kecelakaan di Kulon Progo yang Harus Diwaspadai Wisatawan

Tanjakan Bibis, Titik Rawan Kecelakaan di Kulon Progo yang Harus Diwaspadai Wisatawan

Yogyakarta
8 Warga Binaan Lapas Cebongan Sleman Diduga Terlibat Pungli

8 Warga Binaan Lapas Cebongan Sleman Diduga Terlibat Pungli

Yogyakarta
Dugaan Pungli di Lapas Cebongan, Polisi Temukan Buku Rekening Berisi Miliaran Rupiah

Dugaan Pungli di Lapas Cebongan, Polisi Temukan Buku Rekening Berisi Miliaran Rupiah

Yogyakarta
Alami Gangguan Pengereman, KA Fajar Utama Yogyakarta Telat 2 Jam

Alami Gangguan Pengereman, KA Fajar Utama Yogyakarta Telat 2 Jam

Yogyakarta
Jadwal PPDB SMA/SMK di Yogyakarta 2024

Jadwal PPDB SMA/SMK di Yogyakarta 2024

Yogyakarta
Lantik Dua Pj Kepala Daerah, Sultan Singgung Masalah Sampah dan Bandara YIA

Lantik Dua Pj Kepala Daerah, Sultan Singgung Masalah Sampah dan Bandara YIA

Yogyakarta
Mahfud MD Sebut Demokrasi Indonesia Mirip seperti Saat Nazisme dan Fasisme Lahir

Mahfud MD Sebut Demokrasi Indonesia Mirip seperti Saat Nazisme dan Fasisme Lahir

Yogyakarta
Kustini Terima Rekomendasi sebagai Bakal Calon Bupati Sleman dari DPP PAN

Kustini Terima Rekomendasi sebagai Bakal Calon Bupati Sleman dari DPP PAN

Yogyakarta
Dihantam Gelombang, Perahu Nelayan Gunungkidul Karam

Dihantam Gelombang, Perahu Nelayan Gunungkidul Karam

Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com