Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Laporan Polisi Butet Dicabut, Ganjar: Yang Dikritik Tidak Boleh Baper

Kompas.com - 06/02/2024, 21:01 WIB
Wisang Seto Pangaribowo,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo buka suara terkait pencabutan laporan polisi oleh relawan Pro Jokowi (Projo) Daerah Istimewa Yogyakarta kepada Butet Kertaredjasa.

Menurut Ganjar, apabila ada sesuatu yang tidak pas dengan pernyataan seniman seharusnya dilakukan klarifikasi dan jangan langsung melapor ke aparat kepolisian.

Karena hal itu imbuhnya, dapat membuat seniman tidak lagi kreatif.

"Kalau ada yang tidak pas dilakukan konfirmasi, klarifikasi, itu menurut saya jauh lebih elegan. Daripada kemudian sitik-sitik (sedikit-sedikit) lapor. Nanti seniman budayawan macet semua, tidak kreatif," kata Ganjar, Selasa (6/2/2024).

Baca juga: Laporan Polisi Dicabut, Butet: Meringankan Beban Kepolisian Jogja


Baca juga: Dilaporkan ke Polisi, Butet: Projonya Sedang Pansos

Pertimbangan pencabutan laporan

Ganjar mengeklaim langsung dihubungi oleh Butet begitu laporan polisi dicabut.

"Ya baguslah (laporan polisi dicabut), Mas Butet langsung WA saya. Makanya kalau ada kritik-kritik, ya, yang dikritik tidak boleh baper, gitu. Saya juga sering dikritik, tidak apa-apa, kalau diajak komunikasi mungkin lebih baik," kata dia.

Sebelumnya, Ketua Pro Jokowi (Projo) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi mencabut laporan polisi pada Selasa (30/1/2024).

Laporan polisi yang dicabut adalah nomor LB/B/114/I/2024/SPKT/POLDA DIY atas kasus dugaan tindak pidana penghinaan sebagaimana diatur dalam pasal 315 KUHP.

Baca juga: Sowan ke Ponpes Al Munawwir Krapyak, Ganjar: Mohon Doa, Mohon Dukungan, Mohon Restu...

Budayawan sekaligus aktor senior Butet Kertaredjasa membaca pantun nan panjang di Hajatan Rakyat Yogyakarta untuk Ganjar - Mahfud di alun-alun Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Isinya kecaman keras pada pemerintahan sekarang.KOMPAS.COM/DANI JULIUS Budayawan sekaligus aktor senior Butet Kertaredjasa membaca pantun nan panjang di Hajatan Rakyat Yogyakarta untuk Ganjar - Mahfud di alun-alun Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Isinya kecaman keras pada pemerintahan sekarang.

Ketua Projo DIY, Aris Widiharto mengatakan, pencabutan laporan terhadap budayawan Butet Kartaredjasa berdasarkan dua pertimbangan. 

Pertama adalah karena adanya permintaan dari Presiden Joko Widodo yang disampaikan kepada Ketua Umum Projo yakni Budi Arie Setiadi.

"Kami memutuskan untuk mencabut laporan tersebut berdasarkan 2 pertimbangan, pertama, permintaan Pak Jokowi yang disampaikan kepada ketua umum PROJO, Mas Budi Arie Setiadi, agar tidak terjadi kegaduhan politik," ujar Aris dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (6/2/2024).

Baca juga: Tanggapan Mahfud MD soal Putusan DKPP Terkait Pelanggaran Etik Ketua KPU Hasyim Asyari

Pertimbangan kedua adalah pihaknya menilai perilaku Butet Kertarajasa semakin membaik pascapelaporannya.

Menurut dia, membaiknya sikap politik Butet terlihat saat penampilan Butet pada acara kampanye akbar di Stadion Gelora Bung Karno, yang lebih santun dan bijak tanpa umpatan dan hinaan kepada Presiden Jokowi.

"Itu berarti Mas Butet sudah menyadari kesalahan dan kekhilafannya, kemudian tidak mengulangi kesalahan tersebut," pungkasnya.

Baca juga: Respons Gibran atas Gugatan Wanprestasi Almas Tsaqibirru di PN Solo

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Terdampak Pembangunan Tol Yogyakarta-Solo, Makam Kyai Kromo Ijoyo Direlokasi Juni

Terdampak Pembangunan Tol Yogyakarta-Solo, Makam Kyai Kromo Ijoyo Direlokasi Juni

Yogyakarta
Kronologi Keracunan Massal di Gunungkidul, Dua Orang Meninggal Usai Makan di Acara Syukuran

Kronologi Keracunan Massal di Gunungkidul, Dua Orang Meninggal Usai Makan di Acara Syukuran

Yogyakarta
Tiga Bulan, Ratusan Warga Gunungkidul Keracunan Massal, Apa Upaya Dinkes?

Tiga Bulan, Ratusan Warga Gunungkidul Keracunan Massal, Apa Upaya Dinkes?

Yogyakarta
Soal Pembatalan Kenaikan UKT, UGM akan Mematuhi Ketentuan dari Negara

Soal Pembatalan Kenaikan UKT, UGM akan Mematuhi Ketentuan dari Negara

Yogyakarta
Soal Dugaan Pungli, 8 Warga Binaan Lapas Cebongan Dipindahkan

Soal Dugaan Pungli, 8 Warga Binaan Lapas Cebongan Dipindahkan

Yogyakarta
Gugatan Partai Ummat Ditolak MK, KPU Yogyakarta Tetapkan Caleg Terpilih Besok

Gugatan Partai Ummat Ditolak MK, KPU Yogyakarta Tetapkan Caleg Terpilih Besok

Yogyakarta
Revitalisasi Benteng Keraton, Disbud DIY Targetkan Tahun Ini Selesai Beri 'Bebungah'

Revitalisasi Benteng Keraton, Disbud DIY Targetkan Tahun Ini Selesai Beri "Bebungah"

Yogyakarta
Tabrak Mentok, Ibu dan Anak di Bantul Meninggal Dunia

Tabrak Mentok, Ibu dan Anak di Bantul Meninggal Dunia

Yogyakarta
Jumlah DPT Pilkada Kota Yogyakarta 2024 Lebih Banyak Dibanding Pileg dan Pilpres

Jumlah DPT Pilkada Kota Yogyakarta 2024 Lebih Banyak Dibanding Pileg dan Pilpres

Yogyakarta
Dinilai Tidak Transparan, Pemilihan Rektor oleh Menag Dikritik Mahasiswa UIN Yogyakarta

Dinilai Tidak Transparan, Pemilihan Rektor oleh Menag Dikritik Mahasiswa UIN Yogyakarta

Yogyakarta
264 Orang Dilantik Jadi PPS Pilkada Kulon Progo, Ada Mantan Bawaslu dan Lurah

264 Orang Dilantik Jadi PPS Pilkada Kulon Progo, Ada Mantan Bawaslu dan Lurah

Yogyakarta
Keracunan di Gunungkidul Tewaskan Dua Orang, Ini Makanan yang Dikonsumsi Korban

Keracunan di Gunungkidul Tewaskan Dua Orang, Ini Makanan yang Dikonsumsi Korban

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Senin 27 Mei 2024, dan Besok : Siang Ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Senin 27 Mei 2024, dan Besok : Siang Ini Cerah Berawan

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Senin 27 Mei 2024, dan Besok : Siang Ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Senin 27 Mei 2024, dan Besok : Siang Ini Cerah Berawan

Yogyakarta
Kaka Adik Terseret Ombak di Area 'Rip Current' Pantai Ngobaran Gunungkidul

Kaka Adik Terseret Ombak di Area "Rip Current" Pantai Ngobaran Gunungkidul

Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com