Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Laporan Polisi Dicabut, Butet: Meringankan Beban Kepolisian Jogja

Kompas.com - 06/02/2024, 19:28 WIB
Wisang Seto Pangaribowo,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Ketua relawan Pro Jokowi (Projo) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah resmi mencabut laporan polisi terhadap budayawan Butet Kertaredjasa.

Pencabutan laporan ini pun mendapatkan respons dari Butet. 

"Ya, dengan dicabutnya laporan polisi atas pembacaan pantun, saya terima kasih. Karena itu akan meringankan beban kepolisian Jogja yang selama ini sangat bersahabat dengan kawan-kawan seniman," katanya dalam video yang diterima Kompas.com, Selasa (6/2/2024).

Baca juga: Dilaporkan ke Polisi, Butet: Projonya Sedang Pansos

Butet mengungkapkan, selama ini seniman Yogyakarta memiliki hubungan baik dengan pihak kepolisian, bahkan beberapa kali sempat kolaborasi.

Butet mencontohkan, seperti pada Jumat (19/1/2024) lalu, pameran lukisan yang diinisiasi oleh seniman Yogyakarta diresmikan Kapolri langsung.

"Tanggal 19 Januari kemarin pameran lukisan para seniman Jogja digelar diresmikan oleh Kapolri. Kawan-kawan pemusik main musik di titik nol Jogja bersama kawan-kawan kepolisian," kata dia.

"Kita bikin wiwitan poso setiap tahun digagas oleh para seniman untuk menciptakan Jogja yang asyik, Jogja yang tidak berisik, khususnya di tahun politik ini," kata dia.

Baca juga: Pantun Butet untuk Pemerintahan Jokowi Saat Kampanye Akbar di Kulon Progo

Baca juga: Penjelasan Rektorat UGM soal Petisi Bulaksumur dan Absennya Rektor

Ia berharap, relawan Jokowi dapat mencabut laporan-laporan lain yang saat ini sudah diproses oleh polisi seperti ke Aiman dan Palti Hutabarat.

"Jadi mudah-mudahan, para relawan Pak Jokowi juga insyaf dan sadar untuk mencabut laporan-laporan yang sudah terlanjur diproses oleh kepolisian. Seperti kawan Aiman, Palti Hutabarat yang sudah diperiksa polisi," kata dia.

"Monggo, Pak Jokowi, Menkominfo, para relawan cabut ramai-ramai laporan itu supaya kondusif. Supaya rakyat pencinta demokrasi dan konstitusi bisa menjaga Indonesia secara damai," pungkas Butet.

Baca juga: Respons Gibran atas Gugatan Wanprestasi Almas Tsaqibirru di PN Solo

Pertimbangan pencabutan laporan Butet

Sebelumnya, Ketua Pro Jokowi (Projo) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi mencabut laporan polisi pada tanggal 30 Januari 2024.

Laporan polisi yang dicabut adalah nomor LB/B/114/I/2024/SPKT/POLDA DIY atas kasus dugaan tindak pidana penghinaan sebagaimana diatur dalam pasal 315 KUHP.

Ketua Projo DIY, Aris Widiharto mengatakan pencabutan laporan terhadap budayawan Butet Kartaredjasa berdasarkan dua pertimbangan. 

Pertama adalah karena adanya permintaan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disampaikan kepada Ketua Umum Projo yakni Budi Arie Setiadi.

"Kami memutuskan untuk mencabut laporan tersebut berdasarkan 2 pertimbangan pertama, permintaan Pak Jokowi yang disampaikan kepada ketua umum PROJO, Mas Budi Arie Setiadi, agar tidak terjadi kegaduhan politik," ujar Aris dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (6/2/2024).

Baca juga: Tanggapan Mahfud MD soal Putusan DKPP Terkait Pelanggaran Etik Ketua KPU Hasyim Asyari

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Jalur dan Rute Bus Trans Jogja 2024

Jalur dan Rute Bus Trans Jogja 2024

Yogyakarta
Nekat Main Air di Palung Parangtritis, 3 Wisatawan Asal Jakarta Berhasil Diselamatkan

Nekat Main Air di Palung Parangtritis, 3 Wisatawan Asal Jakarta Berhasil Diselamatkan

Yogyakarta
Pantai Delegan di Gresik: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Pantai Delegan di Gresik: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Yogyakarta
Pasar Wates Kulon Progo Heboh, Penjahit Meninggal di Kiosnya

Pasar Wates Kulon Progo Heboh, Penjahit Meninggal di Kiosnya

Yogyakarta
Pantai Mbuluk di Yogyakarta: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Pantai Mbuluk di Yogyakarta: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Yogyakarta
Kasus KDRT di Semarang Masih Tinggi, Korban Diminta Tidak Takut Lapor

Kasus KDRT di Semarang Masih Tinggi, Korban Diminta Tidak Takut Lapor

Yogyakarta
Sopir Ngantuk, Truk Angkut Kayu Tabrak Pohon, Satu Orang Luka Berat

Sopir Ngantuk, Truk Angkut Kayu Tabrak Pohon, Satu Orang Luka Berat

Yogyakarta
Presiden Jokowi Ajak Cucu Naik ke Candi Borobudur, Gibran Mengikuti

Presiden Jokowi Ajak Cucu Naik ke Candi Borobudur, Gibran Mengikuti

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Sabtu 25 Mei 2024, dan Besok : Malam Ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Sabtu 25 Mei 2024, dan Besok : Malam Ini Cerah Berawan

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Sabtu 25 Mei 2024, dan Besok : Berawan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Sabtu 25 Mei 2024, dan Besok : Berawan Sepanjang Hari

Yogyakarta
Aksi Pembobolan Mesin ATM di Sleman Digagalkan, Pelaku Belum Sempat Ambil Uangnya

Aksi Pembobolan Mesin ATM di Sleman Digagalkan, Pelaku Belum Sempat Ambil Uangnya

Yogyakarta
Pantai Cangkring di Yogyakarta: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Pantai Cangkring di Yogyakarta: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Yogyakarta
Senangnya Warga Yogyakarta Dapat Sembako dari Presiden Jokowi di Gedung Agung

Senangnya Warga Yogyakarta Dapat Sembako dari Presiden Jokowi di Gedung Agung

Yogyakarta
Remaja Asal Bantul yang Hilang di Sungai Progo Ditemukan Meninggal Dunia, Coba Selamatkan Temannya

Remaja Asal Bantul yang Hilang di Sungai Progo Ditemukan Meninggal Dunia, Coba Selamatkan Temannya

Yogyakarta
Pendaftaran Panwas Kalurahan di Gunungkidul Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Pendaftaran Panwas Kalurahan di Gunungkidul Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com