Cerita Warga Yogyakarta yang Harus Bersihkan Air Sampah Sebelum Buka Warung

Kompas.com - 12/05/2022, 13:35 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com-  Sampah yang menumpuk di depo sampah atau Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Kota Yogyakarta sudah mengganggu aktivitas warga.

Seperti yang dialami oleh Aswan warga Jalan Hayam Wuruk, Tegalpanggung, Danurejan, Kota Yogyakarta.

Setiap harinya Aswan harus membersihkan air sampah yang mengalir hingga warung miliknya.

"Setiap hari itu harus menyapu airnya dialirkan ke selokan pembuangan," katanya, Kamis (12/5/2022).

Baca juga: Cegah Penumpukan, Truk Pengangkut Sampah yang Masuk ke TPST Piyungan Dibatasi

Ia mengatakan, air yang menggenang di depan warungnya saat siang hari membuat bau yang tidak sedap.

"Baunya bikin pusing," katanya.

Beruntung dalam menjual telur dia sudah menggunakan sistem daring, sehingga penjualan telur di warungnya tidak terlalu berpengaruh dengan adanya tumpukan sampah yang berada dekat dengan warung telur milik dia.

Pantauan Kompas.com, sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Jalan Hayam Wuruk baru diangkut dengan menggunakan truk pada siang sekitar pukul 10.00 WIB.

Hanya saja, masih ada sisa tumpukan sampah terlihat masih berserakan dan memakan badan jalan.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Siapkan Lahan Seluas 2 Hektar untuk Pengolahan Sampah

Warga Jalan Hayam Wuruk, Tegal Kemuning, Kota Yogyakarta Sigit Prasetyo (43) mengatakan sampah di TPS Jalan Hayam Wuruk mulai menumpuk dan luber ke badan jalan sejak dua hari lalu.

"Sejak dua hari lalu, wah jan repot tenan (wah repot sekali) mengganggu sekali. Kemarin sampai saya tulisi itu sama pak RT," katanya ditemui di lokasi, Rabu (11/5/2022).

Dampak dari menumpuknya sampah ini membiat istri dan anak Sigit memilih untuk mengungsi sementara.

 

Sampah yang terlalu banyak menumpuk menghasilkan air lindi atau air sampah yang mengalir pada drainase-drainase jalan. Bau air lindi ini yang membuat istri dan anaknya tidak betah di rumah.

"Airnya itu warna kuning sampai depan rumahku baunya menyengat. Istri sama anak saya sampai ngungsi di rumah orangtua istri saya sejak dua hari itu," ujar dia.

Bersama warga lain, Sigit juga sudah melaporkan hal ini kepada pemerintah setempat tetapi belum ada tindak lanjut.

"Sebenarnya sudah komplain, berjalan-berjalan tiap pagi truk membuang sampah. Ini yang paling parah," kata dia.

"Lha pie meneh arep mbengok-mbengok karo sopo (bagaimana lagi mau teriak-teriak sama siapa)," ucap dia.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Butuh Waktu Satu Pekan untuk Angkut Sampah yang Menumpuk

Sigit menambahkan selama dua hari ini tempat tinggalnya belum diguyur hujan lagi.

Jika, nantinya hujan ia khawatir air sampah akan semakin banyak dan memperparah bau di sekitar rumahnya. Rumah Sigit sendiri tak jauh dari TPS Hayam Wuruk kira-kira hanya puluhan meter.

"Kalau hujan ya parah lagi, bikin gak nafsu makan," kata dia.

Warga lainnya Purwanti (50) yang tiap harinya membuka warung soto juga terdampak dengan menumpuknya sampah.

Ia mengungkapkan dampak yang dia rasakan karena sampah menumpuk adalah berkurangnya pelanggan yang datang ke warung soto milik dia.

"Biasanya kalau jam 11.00 itu penuh yang beli, sekarang sepi nggak ada yang beli. Sejak sabtu siang (sampah menumpuk) mulai luber ke bahu jalan dan bau dua hari lalu," kata dia.

Baca juga: TPST Piyungan Kembali Dibuka Hari Ini, Truk Sampah Mulai Mengantre Masuk

Kondisi ini menurut dia tidak hanya terjadi satu kali ini saja tetapi beberapa tahun lalu juga terjadi bahkan saat itu sampah tidak diambil oleh petugas selama satu minggu.

Dia menceritakan saat sampah belum diambil oleh petugas dia masih membuka warung sotonya tetapi saat sampah mulai diambil petugas ia memilih untuk tutup warungnya karena lalat dan baunya menyebar kemana-mana.

"Baunya haduh, ini tadi juga mau buka atau nggak. Soalnya pembeli sudah jarang selasa mulai sepi," kata dia.

"Lalat ijo itu lho keluar," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabel Puluhan Meter Dicuri dari Penggilingan Batu, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

Kabel Puluhan Meter Dicuri dari Penggilingan Batu, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

Yogyakarta
Ghania Taufiqa Salma Wibowo, Paskibraka dari DI Yogyakarta Ingin Masuk Akpol Setelah Lulus Sekolah

Ghania Taufiqa Salma Wibowo, Paskibraka dari DI Yogyakarta Ingin Masuk Akpol Setelah Lulus Sekolah

Yogyakarta
Ghania, Perwakilan Paskibraka dari DI Yogyakarta, Ingin Jadi Pembawa Baki Bendera pada Upacara 17 Agustus di Istana Negara

Ghania, Perwakilan Paskibraka dari DI Yogyakarta, Ingin Jadi Pembawa Baki Bendera pada Upacara 17 Agustus di Istana Negara

Yogyakarta
HUT RI Ke-77, Puluhan Petani Lereng Merbabu Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa di Sawah

HUT RI Ke-77, Puluhan Petani Lereng Merbabu Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa di Sawah

Yogyakarta
Menyongsong HUT Ke-77 RI, Bendera Merah Putih Berukuran Besar Dikibarkan di Bukit Klangon Sleman

Menyongsong HUT Ke-77 RI, Bendera Merah Putih Berukuran Besar Dikibarkan di Bukit Klangon Sleman

Yogyakarta
Jogja International Heritage Festival Digelar pada 22 Agustus, Ini Tema yang Diusung

Jogja International Heritage Festival Digelar pada 22 Agustus, Ini Tema yang Diusung

Yogyakarta
Ini Alasan Bupati Pecat Oknum Dokter di Gunungkidul yang Selingkuh

Ini Alasan Bupati Pecat Oknum Dokter di Gunungkidul yang Selingkuh

Yogyakarta
Bupati Gunungkidul Pecat Oknum Dokter yang Tertangkap Warga Selingkuh

Bupati Gunungkidul Pecat Oknum Dokter yang Tertangkap Warga Selingkuh

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 16 Agustus 2022: Siang Hingga Sore Hujan

Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 16 Agustus 2022: Siang Hingga Sore Hujan

Yogyakarta
“Ilustrasiana Goes to Yogya”, Pameran Karya Seni yang Mengutamakan Kegembiraan

“Ilustrasiana Goes to Yogya”, Pameran Karya Seni yang Mengutamakan Kegembiraan

Yogyakarta
Kerangka Manusia Berusia 4.500 Tahun Ditemukan di Gunungkidul

Kerangka Manusia Berusia 4.500 Tahun Ditemukan di Gunungkidul

Yogyakarta
ORI Sarankan Pembagian Kelas di Sekolah di DIY Berperspektif Kebhinekaan

ORI Sarankan Pembagian Kelas di Sekolah di DIY Berperspektif Kebhinekaan

Yogyakarta
Perbaiki SD Negeri yang Terbakar, Pemkab Sleman Siapkan Anggaran Rp 1,76 Miliar

Perbaiki SD Negeri yang Terbakar, Pemkab Sleman Siapkan Anggaran Rp 1,76 Miliar

Yogyakarta
Jelang 17 Agustus, Hasil Karya Warga Binaan Lapas di Seluruh DIY Dipamerkan

Jelang 17 Agustus, Hasil Karya Warga Binaan Lapas di Seluruh DIY Dipamerkan

Yogyakarta
Perjanjian Giyanti: Latar Belakang, Isi, dan Dampak

Perjanjian Giyanti: Latar Belakang, Isi, dan Dampak

Yogyakarta
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.