Kompas.com - 08/11/2021, 19:34 WIB
Ilustrasi bentrokan. SHUTTERSTOCKIlustrasi bentrokan.

KOMPAS.com - Sejumlah pelajar terlibat tawuran di Jalan Ringroad Selatan, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Mereka merupakan anggota geng Stepiro dan Sase. Geng pelajar tersebut berasal dari SMA di Kota Yogyakarta dan SMA di Kapanewon Sewon, Bantul.

Peristiwa yang terjadi pada 29 September 2021 pukul 02.30 WIB itu menewaskan seorang pelajar berinisial MKA (18). Ia meninggal akibat tebasan di dada.

Sebelumnya, MKA sempat dirawat selama sepuluh hari di rumah sakit.

Sedangkan seorang temannya, RAW (17), mengalami luka.

Korban tewas dan luka tersebut merupakan anggota geng Sase.

Baca juga: Polisi Tangkap 11 Pelajar di Yogya Terlibat Tawuran, 1 Tewas, Sebelumnya Buat Surat Perjanjian

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

11 pelajar ditangkap, 3 di antaranya masih di bawah umur

Ilustrasi tersangka ditahan.SHUTTERSTOCK Ilustrasi tersangka ditahan.

Kepala Kepolisian Resor Bantul AKBP Ihsan mengatakan, usai kejadian itu, polisi membentuk tim untuk melakukan penyidikan terhadap kasus ini.

"Setelah penyidikan intensif dan maraton, kita dapat mengamankan 11 diduga pelaku," ujarnya di Markas Polres Bantul, Senin (8/11/2021).

Seluruh terduga pelaku adalah anggota geng Stepiro.

Ihsan menuturkan, dari sebelas orang itu, tiga di antaranya masih di bawah umur. Mereka adalah JA (16), CA (16), dan ZFN (17). Ketiganya berperan sebagai joki motor.

Adapun terduga pelaku lainnya, yaitu IS (18), NWSU (18), MNH (18), dan MFR (19). Keempatnya bertugas sebagai fighter atau eksekutor.

Empat orang lainnya, yakni MYEP (18), WKR (18), ATK (18), dan RFS (18) menjadi joki motor.

Sementara itu, empat terduga pelaku lain dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Saat mereka tawuran ada sebagai joki membawa motor dan ada fighter-nya membawa senjata tajam. Modelnya tawurannya saling berhadapan bawa motor," ucap Ihsan.

Baca juga: Temukan Surat Perjanjian Tawuran Geng Pelajar di Bantul, Polisi Ungkap Fakta Memilukan

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ciduk Pelajar yang Nongkrong hingga Larut Malam, Polisi Temukan Botol Miras dan Pisau Sabit

Ciduk Pelajar yang Nongkrong hingga Larut Malam, Polisi Temukan Botol Miras dan Pisau Sabit

Yogyakarta
HB X Sebut PKL Malioboro Selama Ini Tempati Lahan Orang: Mosok Enggak Dikembalikan

HB X Sebut PKL Malioboro Selama Ini Tempati Lahan Orang: Mosok Enggak Dikembalikan

Yogyakarta
Larang ASN di DIY Cuti Saat Nataru, Sultan: Kami Pun Keluar Provinsi Saja Harus Izin

Larang ASN di DIY Cuti Saat Nataru, Sultan: Kami Pun Keluar Provinsi Saja Harus Izin

Yogyakarta
Jadi Desa Antikorupsi Pertama di Indonesia, Kalurahan Panggungharjo Bantul Masih Harus Benahi 2 Hal Ini

Jadi Desa Antikorupsi Pertama di Indonesia, Kalurahan Panggungharjo Bantul Masih Harus Benahi 2 Hal Ini

Yogyakarta
Tergelincir Batu Kerikil di Jalan Turun Bukit Menoreh, Ibu dan Balitanya Luka Parah

Tergelincir Batu Kerikil di Jalan Turun Bukit Menoreh, Ibu dan Balitanya Luka Parah

Yogyakarta
Ridwan Kamil Isyaratkan Masuk Parpol dengan Menggambar Warna

Ridwan Kamil Isyaratkan Masuk Parpol dengan Menggambar Warna

Yogyakarta
Jeritan PKL Menyikapi Rencana Relokasi Mereka dari Kawasan Malioboro

Jeritan PKL Menyikapi Rencana Relokasi Mereka dari Kawasan Malioboro

Yogyakarta
Kalurahan Panggungharjo, Bantul, Jadi Desa Antikorupsi Pertama di Indonesia

Kalurahan Panggungharjo, Bantul, Jadi Desa Antikorupsi Pertama di Indonesia

Yogyakarta
Ada Puluhan Kasus Covid-19 Pelajar SMA-SMK di Sleman, Ini Imbauan Bupati

Ada Puluhan Kasus Covid-19 Pelajar SMA-SMK di Sleman, Ini Imbauan Bupati

Yogyakarta
Tempat Relokasi Hanya untuk PKL Malioboro yang Berizin

Tempat Relokasi Hanya untuk PKL Malioboro yang Berizin

Yogyakarta
Penasihat Hukum Meminta Majelis Hakim Menghukum Ringan Nani Pengirim Sate Sianida

Penasihat Hukum Meminta Majelis Hakim Menghukum Ringan Nani Pengirim Sate Sianida

Yogyakarta
Pemprov DIY Berencana Merelokasi Pedagang Kaki Lima di Jalan Malioboro

Pemprov DIY Berencana Merelokasi Pedagang Kaki Lima di Jalan Malioboro

Yogyakarta
7 Siswa di Solo Positif Covid-19, PTM di 3 SDN Dihentikan Sementara, Ini Kondisinya

7 Siswa di Solo Positif Covid-19, PTM di 3 SDN Dihentikan Sementara, Ini Kondisinya

Yogyakarta
Ini Daftar UMK DIY 2022, Kota Yogyakarta Tertinggi

Ini Daftar UMK DIY 2022, Kota Yogyakarta Tertinggi

Yogyakarta
Dinilai Lakukan Pembunuhan Berencana, Nani Pengirim Sate Sianida Dituntut 18 Tahun Penjara

Dinilai Lakukan Pembunuhan Berencana, Nani Pengirim Sate Sianida Dituntut 18 Tahun Penjara

Yogyakarta
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.