Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Aksi Nekat Pria di Magelang Racuni 3 Orang Keluarganya hingga Tewas, Tersangka Terancam Hukuman Mati

Kompas.com - 30/11/2022, 06:39 WIB

KOMPAS.com - Tiga anggota keluarga di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng), tewas diracun.

Abas Ashari (suami), Heri Riyana (istri), dan Dea Khairunisa (anak pertama) tewas di tangan DDS (anak kedua). DDS meracuni keluarganya menggunakan arsenik. Racun itu dicampurkan ke teh dan kopi yang diminum korban.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Jateng Kombes Djuhandani Rahardjo Puro mengatakan, polisi sudah menetapkan DDS sebagai tersangka.

"Sudah kami tetapkan sebagai tersangka, dengan pembuktian, Kapolres sudah mendapatkan pengakuan, barang bukti lainnya yang bisa mendukung terjadinya pembunuhan," ujarnya, Selasa (29/11/2022).

Polisi melakukan gelar perkara penetapan tersangka pada Senin (28/11/2022) malam. Lalu, pada Selasa, langsung terbit surat perintah penahanan DDS.

Atas perbuatan yang dilakukannya, tersangka bakal dijerat Pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) juncto Pasal 338 tentang pembunuhan berencana. Ia terancam hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Baca juga: Racun yang Dipakai Anak Bunuh Sekeluarga di Magelang Jenis Arsenik, Organ Dalam Korban Rusak

Motif tersangka racuni keluarganya

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Magelang AKBP Muchamad Sajarod Zakun menuturkan, kasus keluarga di Magelang tewas diracun ini dilatarbelakangi oleh rasa sakit hati tersangka.

DDS sakit hati karena diminta menjadi tulang punggung keluarga.

Sajarod menerangkan, ayah tersangka tidak memiliki penghasilan setelah pensiun dua bulan lalu, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga. Sementara itu, kakak tersangka tidak bekerja setelah kontrak kerjanya habis.

"Bapak pelaku 2 bulan yang lalu baru pensiun, kebutuhan hidup cukup tinggi. Bapak pelaku punya penyakit, sehingga butuh biaya pengobatan. Anak pertama tidak bekerja, sebelumnya bekerja, tapi habis kontrak. Anak pertama tidak diberi beban untuk menanggung semua kebutuhan," ucapnya, Selasa.

"Kemudian semua dibebankan kepada anak kedua, sehingga muncul niat membunuh orangtua dan kakak kandung karena sakit hati. Dia sendiri tidak bekerja," ungkapnya.

Baca juga: Motif Anak Kedua Racuni Sekeluarga hingga Tewas: Sakit Hati Diminta Jadi Tulang Punggung Keluarga

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puskesmas Kulon Progo Ini Rayakan Imlek dengan Bagi-bagi Angpau dan Kue Keranjang

Puskesmas Kulon Progo Ini Rayakan Imlek dengan Bagi-bagi Angpau dan Kue Keranjang

Yogyakarta
Terdampak Banjir, 3 Sekolah di Kulon Progo Diliburkan

Terdampak Banjir, 3 Sekolah di Kulon Progo Diliburkan

Yogyakarta
DPRD DIY Sebut Pemberian Bansos Seumur Hidup Dimulai Tahun Ini, Anggaran Pakai Danais

DPRD DIY Sebut Pemberian Bansos Seumur Hidup Dimulai Tahun Ini, Anggaran Pakai Danais

Yogyakarta
Tak Bekerja, Pria di Bantul Curi Genset Milik Tetangga untuk Modal Nikah, Dijual Murah Rp 1,5 Juta

Tak Bekerja, Pria di Bantul Curi Genset Milik Tetangga untuk Modal Nikah, Dijual Murah Rp 1,5 Juta

Yogyakarta
Dugaan Percobaan Penculikan Anak di Yogyakarta, Polisi: Baru Sebatas Asumsi Masyarakat

Dugaan Percobaan Penculikan Anak di Yogyakarta, Polisi: Baru Sebatas Asumsi Masyarakat

Yogyakarta
Minta Masa Kerja hingga Umur 60 Tahun, Ribuan Parangkat Desa Datangi DPRD DIY

Minta Masa Kerja hingga Umur 60 Tahun, Ribuan Parangkat Desa Datangi DPRD DIY

Yogyakarta
Obyek Bercahaya Melintasi Langit Gunung Merapi, Diduga Satelit Angkatan Udara Amerika

Obyek Bercahaya Melintasi Langit Gunung Merapi, Diduga Satelit Angkatan Udara Amerika

Yogyakarta
Residivis Pencurian Motor Diamankan karena Terjatuh Saat Melarikan Motor Curian

Residivis Pencurian Motor Diamankan karena Terjatuh Saat Melarikan Motor Curian

Yogyakarta
Harga Eceran Minyak Goreng MinyakKita di Gunungkidul Lebih dari HET

Harga Eceran Minyak Goreng MinyakKita di Gunungkidul Lebih dari HET

Yogyakarta
Sultan Ground Tak Dijual untuk Tol, Sri Sultan Tegaskan Hanya Sewa

Sultan Ground Tak Dijual untuk Tol, Sri Sultan Tegaskan Hanya Sewa

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 26 Januari 2023: Pagi hingga Malam Hujan

Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 26 Januari 2023: Pagi hingga Malam Hujan

Yogyakarta
BPS Sebut 7.930 Warga Kulon Progo Keluar dari Kemiskinan

BPS Sebut 7.930 Warga Kulon Progo Keluar dari Kemiskinan

Yogyakarta
Curi Mesin Penyedot Air untuk Modal Nikah, Pemuda di Bantul Ditangkap Polisi

Curi Mesin Penyedot Air untuk Modal Nikah, Pemuda di Bantul Ditangkap Polisi

Yogyakarta
Prabowo Senang Bila Kaesang Masuk Gerindra, FX Rudy Sebut PDIP yang Tepat

Prabowo Senang Bila Kaesang Masuk Gerindra, FX Rudy Sebut PDIP yang Tepat

Yogyakarta
Situs PPID Diskominfo Kabupaten Magelang Diretas Jadi Link Judi Online

Situs PPID Diskominfo Kabupaten Magelang Diretas Jadi Link Judi Online

Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.