Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tolak Larangan Study Tour, PHRI DIY: Awasi Kelayakan Kendaraan

Kompas.com - 18/05/2024, 17:00 WIB
Muhamad Syahrial

Editor

KOMPAS.com - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan keberatan dengan adanya larangan study tour yang diterapkan di beberapa daerah di Indonesia.

Larangan tersebut merupakan buntut kecelakaan maut bus study tour SMK Lingga Kencana di Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat (Jabar), pada Sabtu (11/5/2024).

Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo mengatakan, putusan itu tidak tepat sasaran. Padahal, dia menambahkan, study tour merupakan program pemerintah untuk mendukung pariwisata dan mengenalkan kebudayaan.

"Study tour itu bukan masalahnya, yang bermasalah adalah kelayakan kendaraan yang digunakan," kata Deddy, dikutip dari TribunJogja.com.

Ketimbang melarang kegiatan study tour, dia menilai, pemerintah seharusnya fokus melakukan pengawasan kelayakan kendaraan darat, laut, dan udara.

Baca juga: Bayi Laki-laki Ditemukan di Teras Rumah Warga, Banyak Rumput Menempel di Tubuhnya

Pelarangan kegiatan study tour justru dikhawatirkan akan berdampak negatif bagi para pelaku pariwisata di Indonesia, termasuk Yogyakarta.

"Bukan hanya PAD tapi merugikan kesejahteraan masyarakat Indonesia, karena pergerakan wisatawan tidak hanya di DIY," ujar Deddy.

"Memang DIY menjadi pusatnya study tour, tapi daerah-daerah lain itu juga menjadi tujuan study tour. Ini yang harus kita pertimbangkan lagi kebijakan itu," sambungnya.

Deddy berharap, kota dan kabupaten di DIY tidak menerapkan aturan serupa karena berpotensi merugikan pelaku pariwisata.

"Karena PAD kita ada di situ. Kita melarang orang DIY study tour juga akan berdampak pada daerah lain," ucap Deddy.

Baca juga: Diduga Dipaksa Cerai, Pria di Banyuasin Aniaya Kedua Mertua

Senada dengan Deddy, pengusaha sewa sepeda dan skuter listrik di Jogja, Bagas berpendapat bahwa pelarangan study tour bukanlah solusi mengatasi masalah keselamatan kegiatan wisata edukasi.

Saat ini, lanjutnya, yang lebih penting adalah meningkatkan pengawasan dan koordinasi antara pemerintah, pelaku usaha pariwisata, dan orang tua siswa.

"Penting juga untuk menerapkan standar keselamatan yang lebih ketat untuk kendaraan yang digunakan dalam kegiatan study tour, serta meningkatkan edukasi keselamatan bagi siswa, sopir, dan pelaku usaha pariwisata," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul "PHRI DIY: Larangan Study Tour Kurang Bijak, Perketat Pengawasan Kendaraan"

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

MTA di Gunungkidul Gelar Shalat Idul Adha Hari Ini, Penyembelihan Hewan Besok

MTA di Gunungkidul Gelar Shalat Idul Adha Hari Ini, Penyembelihan Hewan Besok

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Pagi Ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Pagi Ini Cerah Berawan

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Berawan

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Berawan

Yogyakarta
Jelang Pilkada, Khatib di Gunungkidul Diimbau Tak Ceramah Politik Saat Shalat Idul Adha

Jelang Pilkada, Khatib di Gunungkidul Diimbau Tak Ceramah Politik Saat Shalat Idul Adha

Yogyakarta
Ada Normalisasi Tanjakan Clongop Gunungkidul, Pengendara Masih Bisa Melalui

Ada Normalisasi Tanjakan Clongop Gunungkidul, Pengendara Masih Bisa Melalui

Yogyakarta
Perayaan Hari Besar Sering Beda, Jemaah Aolia Idul Adha Bareng Pemerintah

Perayaan Hari Besar Sering Beda, Jemaah Aolia Idul Adha Bareng Pemerintah

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Sabtu 15 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Sabtu 15 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Sabtu 15 Juni 2024, dan Besok : Malam ini Berawan

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Sabtu 15 Juni 2024, dan Besok : Malam ini Berawan

Yogyakarta
PPDB Sleman, Ini Jumlah Kursi yang Tersedia

PPDB Sleman, Ini Jumlah Kursi yang Tersedia

Yogyakarta
Pilkada Sleman, Gerindra Klaim Koalisi dengan Empat Parpol

Pilkada Sleman, Gerindra Klaim Koalisi dengan Empat Parpol

Yogyakarta
Lurah di Kulon Progo yang Tersangkut Kasus Narkoba Dinonaktifkan, Camat Siapkan Pengganti

Lurah di Kulon Progo yang Tersangkut Kasus Narkoba Dinonaktifkan, Camat Siapkan Pengganti

Yogyakarta
Wabup Sleman Minta Distribusi Daging Kurban Pakai Kemasan Ramah Lingkungan

Wabup Sleman Minta Distribusi Daging Kurban Pakai Kemasan Ramah Lingkungan

Yogyakarta
Lurah di Kulon Progo Ditangkap Kasus Peredaran Sabu

Lurah di Kulon Progo Ditangkap Kasus Peredaran Sabu

Yogyakarta
Jokowi Beli 2 Sapi dari Karanganyar, Total Bobotnya Capai 1,6 Ton

Jokowi Beli 2 Sapi dari Karanganyar, Total Bobotnya Capai 1,6 Ton

Yogyakarta
Saat Judi Online Jadi Salah Satu Pemicu Perceraian di Sleman Yogyakarta...

Saat Judi Online Jadi Salah Satu Pemicu Perceraian di Sleman Yogyakarta...

Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com