Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Angka Stunting Gunungkidul Tertinggi di DI Yogyakarta

Kompas.com - 12/05/2022, 18:10 WIB
Wisang Seto Pangaribowo,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membentuk 1.852 tim pendamping keluarga (TPK) untuk menekan angka stunting.

Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Shodiqin menjelaskan tim pendamping ini berisi beberapa elemen masyarakat seperti bidan, penggerak PKK, dan juga kader Keluarga Berencana (KB).

Ia menambahkan TPK memiliki tugas pokok mendampingi keluarga-keluarga dengan cara melakukan identifikasi faktor stunting. Selain itu juga melakukan pelayanan untuk mencegah risiko stunting.

"Di DIY ada 1.852 tim yang dibentuk ada tiga unsur dan sudah berjalan sejak 21 Desember 2021 lalu" kata dia, Kamis (12/5/2022).

Baca juga: Keluarga Berisiko Stunting di Indonesia 21,9 Juta, Calon Pengantin hingga Ibu Hamil Diedukasi

Pemerintah menargetkan pada tahun 2024 mendatang angka stunting dapat ditekan hingga angka 14 persen. Sementara saat ini di DIY angka stunting berada di angka 17,3 persen.

Walaupun belum mencapai angka 14 persen, DIY dinilai baik dalam menekan angka stunting. Pasalnya, saat ini DIY berada di peringkat ketiga nasional yang memiliki angka stunting terendah.

"Pertama Bali, DKI Jakarta. Kemudian baru Yogyakarta, 17,3 persen dari jumlah bayi yang ada di seluruh DIY," kata dia.

Dia menambahkan BKKBN DIY telah melakukan survei. Hasil survei menunjukan angka stunting di Kabupaten Gunungkidul masih tinggi yakni 20 persen. Sedangkan, Kabupaten Kulon Progo menjadi kabupaten terendah angka stunting yakni 14 persen.

Tingginya angka stunting menurutnya diakibatkan oleh berbagai hal. Di antaranya adalah perkawinan dini dan juga perceraian.

"Kami berusaha mencegah supaya tidak ada kelahiran yang potensi stunting dengan menggandeng sasaran remaja, calon pengantin dan ibu hamil. Termasuk bayi di bawah dua tahun," jelas dia.

Menurut dia stunting dapat ditangani dengan mencukupi asupan makanan selama 1.000 hari kepada bayi.

"Kalau semua ditangani Insya Allah tidak ada bayi yang stunting," imbuh dia.

Sementara itu Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo dalam apel siaga TPK Bergerak mengatakan 600 ribu personel bertugas melakukan penyuluhan, memfasilitasi pelayanan rujukan dan pemberian bantuan sosial. Selain itu juga melakukan surveilans kepada sasaran keluarga berisiko stunting. 

“Jumlah keluarga berisiko stunting ini harus ditekan seminimal mungkin. Mari kita bekerja secara optimal,” kata Hasto melalui keterangan tertulis.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, prevalensi stunting saat ini masih berada pada angka 24,4 persen. Hasto menyebut angka ini masih lebih tinggi dari standar WHO sebesar 20 persen. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bertemu Petahana Bupati, PAN dan PKS Jajaki Usung Sunaryanta dalam Pilkada Gunungkidul 2024

Bertemu Petahana Bupati, PAN dan PKS Jajaki Usung Sunaryanta dalam Pilkada Gunungkidul 2024

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Senin 22 April 2024, dan Besok : Siang Hujan Sedang

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Senin 22 April 2024, dan Besok : Siang Hujan Sedang

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Senin 22 April 2024, dan Besok : Siang Hujan Sedang

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Senin 22 April 2024, dan Besok : Siang Hujan Sedang

Yogyakarta
Update Bus Wisata Terguling di Bantul, Korban Luka 9 Orang

Update Bus Wisata Terguling di Bantul, Korban Luka 9 Orang

Yogyakarta
Isi Pernyataan Sikap Sivitas Akademika UGM Jelang Putusan MK Soal Sengketa Pilpres 2024

Isi Pernyataan Sikap Sivitas Akademika UGM Jelang Putusan MK Soal Sengketa Pilpres 2024

Yogyakarta
Puluhan Caleg PDI-P Jateng Protes Sistem Komandante, Siapkan Langkah Hukum Bila Tidak Dilantik

Puluhan Caleg PDI-P Jateng Protes Sistem Komandante, Siapkan Langkah Hukum Bila Tidak Dilantik

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Minggu 21 April 2024, dan Besok : Siang Hujan Sedang

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Minggu 21 April 2024, dan Besok : Siang Hujan Sedang

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Minggu 21 April 2024, dan Besok : Siang Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Minggu 21 April 2024, dan Besok : Siang Hujan Ringan

Yogyakarta
Saat Balon Jatuh di Bandara YIA, Tak Diketahui Asalnya

Saat Balon Jatuh di Bandara YIA, Tak Diketahui Asalnya

Yogyakarta
Beredar Video Mesum Diduga Warga Binaan Lapas Jateng, Kemenkumham Bentuk Tim Investigasi

Beredar Video Mesum Diduga Warga Binaan Lapas Jateng, Kemenkumham Bentuk Tim Investigasi

Yogyakarta
Ingin Usung Kader Partai di Pilkada, PDI-P Sleman Panggil Danang Maharsa

Ingin Usung Kader Partai di Pilkada, PDI-P Sleman Panggil Danang Maharsa

Yogyakarta
Banding Dikabulkan, 2 Pelaku Mutilasi Mahasiswa UMY Dijatuhi Pidana Seumur Hidup

Banding Dikabulkan, 2 Pelaku Mutilasi Mahasiswa UMY Dijatuhi Pidana Seumur Hidup

Yogyakarta
PDI-P Lakukan Penjaringan Bakal Calon Bupati Bantul, Ada Nama Soimah Pancawati

PDI-P Lakukan Penjaringan Bakal Calon Bupati Bantul, Ada Nama Soimah Pancawati

Yogyakarta
PAN Kembali Usung Kustini Sri Purnomo di Pilkada Sleman

PAN Kembali Usung Kustini Sri Purnomo di Pilkada Sleman

Yogyakarta
Langkah Pemkot Yogyakarta Hadapi Desentralisasi Sampah

Langkah Pemkot Yogyakarta Hadapi Desentralisasi Sampah

Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com