Sempat Luncurkan Awan Panas Guguran, Aktivitas Gunung Merapi Kembali Melandai

Kompas.com - 10/03/2022, 12:34 WIB

KOMPAS.com - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan mengatakan, setelah sempat mengeluarkan awan panas guguran pada Rabu (9/3/2022) malam, aktivitas Gunung Merapi kembali melandai.

Meski aktivitas Gunung Merapi sudah melandai, sambungnya, pihaknya masih melakukan pemantaun.

"Kondisi sudah melandai, namun kami tetap melakukan upaya antisipasi jika aktivitas Gunung Merapi kembali meningkat," kata Makwan, dikutip dari Antara, Kamis (10/3/2022).

Baca juga: Sempat Mengungsi karena Erupsi Gunung Merapi, Warga Sleman Kembali Beraktivitas Normal

Warga kembali beraktivitas nromal

Sementara itu, Ketua Komunitas Siaga Merapi (KSM) Glagaharjo, Rambat Wahyudi mengatakan, warga Kalitengah Lor, Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang sempat mengungsi karena erupsi Gunung Merapi telah kembali beraktivitas normal.

"Warga sudah kembali, tadi sekitar jam 6 tadi sudah pulang semua," kata Rambat, saat dihubungi, Kamis.

Hal senada dikatakan Dukuh Kalitengah Lor Suwondo yang mengatakan, setelah kembali dari mengungsi, warga Kalitengah Lor kembali beraktivitas normal seperti biasa.

"Kondisi saat ini biasa, sudah normal. Pagi ini warga sudah kembali semua, beraktivitas seperti biasa," ujarnya.

Baca juga: Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran, Alat Berat di Penambangan Pasir Kali Gendol “Ngungsi”

Sebelumnya, Gunung Merapi lima kali mengeluarkan awan panas sejak Rabu (9/2/2022) malam hingga Kamis (10/2/2022) dini hari.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, awan panas guguran mulai terjadi pada Rabu 23.18 WIB.

Fenomena itu kembali terjadi pada 23.29 WIB, 23.38 WIB, 23.44 WIB, dan 00.22 WIB.

Baca juga: 10 Desa di Magelang Diterpa Hujan Abu Gunung Merapi

Tercatat di seismogram guguran awan panas terlama berlangsung 570 detik.

Sedangkan awan panas terjauh meluncur 5 kilometer ke arah tenggara.

Akibat serangkaian guguran awan panas ini dilaporkan hujan abu terjadi Desa Tlogolele dan Desa Gantang, Kecamatan Sawangan, Magelang, Jawa Tengah.

BPPTKG melaporkan aktivitas Gunung Merapi baru mulai melandai pada 01.30 WIB.

Baca juga: 193 Warga Sleman Sempat Mengungsi akibat Erupsi Gunung Merapi

 

(Penulis : Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma | Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief, Robertus Belarminus)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER YOGYAKARTA] Kepsek dan Guru Disanksi Buntut Kasus Siswi Diduga Dipaksa Berjilbab | Kisah Lagu 'Ojo Dibandingke'

[POPULER YOGYAKARTA] Kepsek dan Guru Disanksi Buntut Kasus Siswi Diduga Dipaksa Berjilbab | Kisah Lagu "Ojo Dibandingke"

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 19 Agustus 2022: Berawan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 19 Agustus 2022: Berawan Sepanjang Hari

Yogyakarta
Warga Bantul Olah Sampah Plastik Jadi Bahan Bangunan

Warga Bantul Olah Sampah Plastik Jadi Bahan Bangunan

Yogyakarta
12 Anak dari SSB Baturetno Bantul Wakili Indonesia Berlaga di Kuala Lumpur Cup Malaysia

12 Anak dari SSB Baturetno Bantul Wakili Indonesia Berlaga di Kuala Lumpur Cup Malaysia

Yogyakarta
Kisah di Balik Lagu 'Ojo Dibandingke', Ternyata Terinspirasi dari Kejadian Nyata Getirnya Asmara

Kisah di Balik Lagu "Ojo Dibandingke", Ternyata Terinspirasi dari Kejadian Nyata Getirnya Asmara

Yogyakarta
Air Sungai di Kota Yogyakarta Tercemar E-coli, Ini Dampaknya bagi Warga

Air Sungai di Kota Yogyakarta Tercemar E-coli, Ini Dampaknya bagi Warga

Yogyakarta
Ini Konsekuensi bagi Kepala Sekolah dan 3 Guru SMA Banguntapan 1 Usai Dapat Sanksi Pelanggaran Ketentuan Seragam

Ini Konsekuensi bagi Kepala Sekolah dan 3 Guru SMA Banguntapan 1 Usai Dapat Sanksi Pelanggaran Ketentuan Seragam

Yogyakarta
Siswi SMAN 1 Banguntapan yang Diduga Dipaksa Menggunakan Jilbab Pilih Pindah Sekolah

Siswi SMAN 1 Banguntapan yang Diduga Dipaksa Menggunakan Jilbab Pilih Pindah Sekolah

Yogyakarta
Kepala Sekolah dan 3 Guru SMAN 1 Banguntapan Diberi Sanksi

Kepala Sekolah dan 3 Guru SMAN 1 Banguntapan Diberi Sanksi

Yogyakarta
Unik, Warga Gunungkidul Ini Jalan Sehat Ikuti Rute Gerilya Jenderal Besar Soedirman

Unik, Warga Gunungkidul Ini Jalan Sehat Ikuti Rute Gerilya Jenderal Besar Soedirman

Yogyakarta
Meriahkan HUT Ke-77 RI, Warga Gelar Fashion Show di Tengah Sawah

Meriahkan HUT Ke-77 RI, Warga Gelar Fashion Show di Tengah Sawah

Yogyakarta
ODGJ Maling Motor dan Tertangkap, Pelaku Akhirnya Dikembalikan ke Keluarganya

ODGJ Maling Motor dan Tertangkap, Pelaku Akhirnya Dikembalikan ke Keluarganya

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 18 Agustus 2022: Cerah dan Berawan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 18 Agustus 2022: Cerah dan Berawan Sepanjang Hari

Yogyakarta
Wanita ODGJ di Wates Tertangkap Curi Motor, Korban Batalkan Laporan Polisi

Wanita ODGJ di Wates Tertangkap Curi Motor, Korban Batalkan Laporan Polisi

Yogyakarta
HUT Ke-77 RI di Tengah Laut, Cerita Petugas Pengibar Bendera dan Peserta Termuda

HUT Ke-77 RI di Tengah Laut, Cerita Petugas Pengibar Bendera dan Peserta Termuda

Yogyakarta
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.