Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Psikolog Tasikmalaya: Jangankan Bocah 4 Tahun, Perempuan Dewasa Diperkosa Pasti Trauma

Kompas.com - 21/01/2022, 15:32 WIB
Irwan Nugraha,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Psikolog asal Tasikmalaya Endra Nawawi menyebut, anak perempuan 4 tahun yang diperkosa kakek 77 tahun sangat mungkin mengalami trauma seiring bertambahnya usia.

Oleh karenanya, kata Endra, diperlukan pendampingan serius oleh psikolog, lembaga terkait, dan lingkungan terdekat keluarganya untuk mengatasi trauma korban pemerkosaan.

"Jangankan bocah 4 tahun, perempuan dewasa kalau diperkosa pasti akan trauma," jelas Endra kepada wartawan, Jumat (21/1/2022).

Baca juga: Pelatih Kesenian Jaranan Perkosa 7 Anak di Bawah Umur, Modus Meditasi agar Bisa Menari

Endra menerangkan bahwa di usia 4 tahun, anak belum memahami mana yang benar dan mana yang salah terkait perlakuan orang lain ataupun cara berpakaian.

Di umur balita, anak masih suka tidak berpakaian. Wajar jika berada di lingkungan rumah anak balita tidak merasa malu ketika tidak berpakaian.

"Usia segitu itu masih belum mengetahui cara berpakaian. Biasanya masih belum malu kalau tak pakai celana atau pakaian. Nah, baru usia 5 sampai 6 tahun ke atas, sudah mulai ada rasa malu pada seseorang. Nah, ini yang perlu dicermati terkait kondisi anak sebagai korban seusia segitu," ujar dia.

Endra berharap korban segera mendapatkan penanganan serius karena kasus ini benar-benar diperkosa dan bukan hanya dicabuli.

Dia pun meminta para orang tua untuk lebih waspada dalam memperhatikan anak-anak yang masih balita, meski berada di lingkungan rumah masing-masing.

"Ini (diperkosa) oleh tetangga. Jadi perhatian orangtua harus lebih waspada mengawasi anak-anaknya yang masih berusia dini. Semoga, kepolisian bisa cepat memproses kasusnya. Paling penting itu pendampingan korbannya," tambahnya.

Kronologi kejadian

ENT (77), kakek asal Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya memperkosa salah satu anak kembal yang masih berusia 4 tahun di dalam rumah korban.

Kondisi rumah korban selalu sepi di siang hari karena sang ayah bekerja, sementara ibunya tidak tinggal di sana.

Kondisi inilah yang membuat pelaku bisa masuk rumah korban dan melakukan pemerkosaan. Kejadian pemerkosaan tersebut disaksikan oleh kembaran korban.

Pelaku pun langsung ditangkap polisi tanpa perlawanan usai adanya laporan dari pihak keluarga ke Polresta Tasikmalaya.

Ketua Yayasan Taman Jingga Ipa Zumratol Falihah saat mendampingi laporan korban ke Kepolisian pada Jumat (21/1/2021) mengatakan, pihaknya mendapat informasi terkait dugaan pemerkosaan.

Awalnya salah satu anak kembar itu mengaku kepada ayahnya bahwa setiap kali dia buang air kecil, area kemaluannya terasa sakit. Sang ayah mengira hanya sakit biasa.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bertemu Petahana Bupati, PAN dan PKS Jajaki Usung Sunaryanta dalam Pilkada Gunungkidul 2024

Bertemu Petahana Bupati, PAN dan PKS Jajaki Usung Sunaryanta dalam Pilkada Gunungkidul 2024

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Senin 22 April 2024, dan Besok : Siang Hujan Sedang

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Senin 22 April 2024, dan Besok : Siang Hujan Sedang

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Senin 22 April 2024, dan Besok : Siang Hujan Sedang

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Senin 22 April 2024, dan Besok : Siang Hujan Sedang

Yogyakarta
Update Bus Wisata Terguling di Bantul, Korban Luka 9 Orang

Update Bus Wisata Terguling di Bantul, Korban Luka 9 Orang

Yogyakarta
Isi Pernyataan Sikap Sivitas Akademika UGM Jelang Putusan MK Soal Sengketa Pilpres 2024

Isi Pernyataan Sikap Sivitas Akademika UGM Jelang Putusan MK Soal Sengketa Pilpres 2024

Yogyakarta
Puluhan Caleg PDI-P Jateng Protes Sistem Komandante, Siapkan Langkah Hukum Bila Tidak Dilantik

Puluhan Caleg PDI-P Jateng Protes Sistem Komandante, Siapkan Langkah Hukum Bila Tidak Dilantik

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Minggu 21 April 2024, dan Besok : Siang Hujan Sedang

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Minggu 21 April 2024, dan Besok : Siang Hujan Sedang

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Minggu 21 April 2024, dan Besok : Siang Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Minggu 21 April 2024, dan Besok : Siang Hujan Ringan

Yogyakarta
Saat Balon Jatuh di Bandara YIA, Tak Diketahui Asalnya

Saat Balon Jatuh di Bandara YIA, Tak Diketahui Asalnya

Yogyakarta
Beredar Video Mesum Diduga Warga Binaan Lapas Jateng, Kemenkumham Bentuk Tim Investigasi

Beredar Video Mesum Diduga Warga Binaan Lapas Jateng, Kemenkumham Bentuk Tim Investigasi

Yogyakarta
Ingin Usung Kader Partai di Pilkada, PDI-P Sleman Panggil Danang Maharsa

Ingin Usung Kader Partai di Pilkada, PDI-P Sleman Panggil Danang Maharsa

Yogyakarta
Banding Dikabulkan, 2 Pelaku Mutilasi Mahasiswa UMY Dijatuhi Pidana Seumur Hidup

Banding Dikabulkan, 2 Pelaku Mutilasi Mahasiswa UMY Dijatuhi Pidana Seumur Hidup

Yogyakarta
PDI-P Lakukan Penjaringan Bakal Calon Bupati Bantul, Ada Nama Soimah Pancawati

PDI-P Lakukan Penjaringan Bakal Calon Bupati Bantul, Ada Nama Soimah Pancawati

Yogyakarta
PAN Kembali Usung Kustini Sri Purnomo di Pilkada Sleman

PAN Kembali Usung Kustini Sri Purnomo di Pilkada Sleman

Yogyakarta
Langkah Pemkot Yogyakarta Hadapi Desentralisasi Sampah

Langkah Pemkot Yogyakarta Hadapi Desentralisasi Sampah

Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com