Satu Keluarga Dipaksa Sewa Jip ke Petilasan Mbah Maridjan, Wajib Bayar Rp 550.000, Ini Ceritanya

Kompas.com - 01/06/2021, 06:51 WIB
Lokasi rumah mbah Maridjan, dusun Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, tidak ada Aktivitas Kompas.com/Markus YuwonoLokasi rumah mbah Maridjan, dusun Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, tidak ada Aktivitas

KOMPAS.com - Iqbal Basyari (30) dan keluarganya, warga asal Klaten, Jawa Tengah, dipaksa menyewa mobil jip oleh petugas penjaga saat hendak menuju petilasan Mbah Maridjan di Cangkringan, Sleman, Minggu (30/5/2021).

Hal itu diketahui dari curhatan Iqbal yang kemudian viral di media sosial.

Baca juga: Viral Curhat Wisatawan Dipaksa Sewa Jip untuk Kunjungi Petilasan Mbah Maridjan

Iqbal menceritakan, menggunakan mobil pribadi berpelat AD, dia dan keluarganya hendak menuju petilasan Mbah Maridjan.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Erupsi Merapi Renggut Nyawa Mbah Maridjan

Namun, 1,5 km sebelum lokasi, ada seorang petugas penjaga meminta Iqbal berhenti.

Petugas itu meminta Iqbal menyewa jip untuk ke petilasan dengan alasan jalan jelek.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Padahal, kata Iqbal, jalan menuju petilasan terbilang cukup baik karena jalur evakuasi warga lereng Gunung Merapi.

"Mereka bilang kalau mau naik harus pakai jip, gak boleh pakai kendaraan pribadi alasannya jalan jelek, banyak jip. Padahal setahu saya jalan di sana bagus karna itu jalur evakuasi warga lereng Merapi. Kalau masalah banyak jip, itu memang wajar dan mustinya semua pengendara berhati-hati di jalan raya," ucap Iqbal dalam keterangannya, Senin (31/5/2021).

Setelah 15 menit menunggu, Iqbal melihat wisatawan yang mengendarai sepeda motor boleh ke lokasi. Begitu juga dengan pengendara mobil pribadi dengan pelat AB.

Iqbal kembali menanyakan soal sewa kendaraan. Namun, petugas itu tetap kekeh mewajibkan Iqbal menyewa jip dengan harga Rp 350.000-Rp 550.000.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ciduk Pelajar yang Nongkrong hingga Larut Malam, Polisi Temukan Botol Miras dan Pisau Sabit

Ciduk Pelajar yang Nongkrong hingga Larut Malam, Polisi Temukan Botol Miras dan Pisau Sabit

Yogyakarta
HB X Sebut PKL Malioboro Selama Ini Tempati Lahan Orang: Mosok Enggak Dikembalikan

HB X Sebut PKL Malioboro Selama Ini Tempati Lahan Orang: Mosok Enggak Dikembalikan

Yogyakarta
Larang ASN di DIY Cuti Saat Nataru, Sultan: Kami Pun Keluar Provinsi Saja Harus Izin

Larang ASN di DIY Cuti Saat Nataru, Sultan: Kami Pun Keluar Provinsi Saja Harus Izin

Yogyakarta
Jadi Desa Antikorupsi Pertama di Indonesia, Kalurahan Panggungharjo Bantul Masih Harus Benahi 2 Hal Ini

Jadi Desa Antikorupsi Pertama di Indonesia, Kalurahan Panggungharjo Bantul Masih Harus Benahi 2 Hal Ini

Yogyakarta
Tergelincir Batu Kerikil di Jalan Turun Bukit Menoreh, Ibu dan Balitanya Luka Parah

Tergelincir Batu Kerikil di Jalan Turun Bukit Menoreh, Ibu dan Balitanya Luka Parah

Yogyakarta
Ridwan Kamil Isyaratkan Masuk Parpol dengan Menggambar Warna

Ridwan Kamil Isyaratkan Masuk Parpol dengan Menggambar Warna

Yogyakarta
Jeritan PKL Menyikapi Rencana Relokasi Mereka dari Kawasan Malioboro

Jeritan PKL Menyikapi Rencana Relokasi Mereka dari Kawasan Malioboro

Yogyakarta
Kalurahan Panggungharjo, Bantul, Jadi Desa Antikorupsi Pertama di Indonesia

Kalurahan Panggungharjo, Bantul, Jadi Desa Antikorupsi Pertama di Indonesia

Yogyakarta
Ada Puluhan Kasus Covid-19 Pelajar SMA-SMK di Sleman, Ini Imbauan Bupati

Ada Puluhan Kasus Covid-19 Pelajar SMA-SMK di Sleman, Ini Imbauan Bupati

Yogyakarta
Tempat Relokasi Hanya untuk PKL Malioboro yang Berizin

Tempat Relokasi Hanya untuk PKL Malioboro yang Berizin

Yogyakarta
Penasihat Hukum Meminta Majelis Hakim Menghukum Ringan Nani Pengirim Sate Sianida

Penasihat Hukum Meminta Majelis Hakim Menghukum Ringan Nani Pengirim Sate Sianida

Yogyakarta
Pemprov DIY Berencana Merelokasi Pedagang Kaki Lima di Jalan Malioboro

Pemprov DIY Berencana Merelokasi Pedagang Kaki Lima di Jalan Malioboro

Yogyakarta
7 Siswa di Solo Positif Covid-19, PTM di 3 SDN Dihentikan Sementara, Ini Kondisinya

7 Siswa di Solo Positif Covid-19, PTM di 3 SDN Dihentikan Sementara, Ini Kondisinya

Yogyakarta
Ini Daftar UMK DIY 2022, Kota Yogyakarta Tertinggi

Ini Daftar UMK DIY 2022, Kota Yogyakarta Tertinggi

Yogyakarta
Dinilai Lakukan Pembunuhan Berencana, Nani Pengirim Sate Sianida Dituntut 18 Tahun Penjara

Dinilai Lakukan Pembunuhan Berencana, Nani Pengirim Sate Sianida Dituntut 18 Tahun Penjara

Yogyakarta
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.