Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Diare Massal di Gunungkidul, 89 Warga Diduga Keracunan Makanan di Acara 1.000 Hari Orang Meninggal

Kompas.com - 16/05/2024, 16:29 WIB
Markus Yuwono,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Diare massal terjadi di Padukuhan Joho, Kalurahan Kalitekuk, Semin, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Rabu (15/5/2024). Diduga diare massal terjadi akibat keracunan

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono menyampaikan, pihaknya menerima informasi mengenai keracunan massal dari Panewu Semin pada Kamis (16/5/2024) sekitar pukul 11.00 WIB.

Baca juga: 14 Santriwati di Rokan Hilir Diduga Keracunan Makanan, 1 Meninggal Dunia

 

Adapun kasus tersebut terjadi di Padukuhan Joho, dengan jumlah 89 orang. Terdiri dari 79 kasus di Padukuhan Joho, dan 10 kasus diluar padukuhan Joho.

Korban keracunan mengalami diare, tidak ada muntah. Ada lima orang yang dirawat karena diare.

"Ada 13 orang yang dilarikan di Puskesmas Semin I. Lalu dirawat di Puskesmas Semin 1 ada empat orang, dan dibawa ke RSUD Wonosari satu orang karena ruangan puskesmas penuh," kata Ismono saat ditemui di kantornya Kamis.

Dikatakannya, mereka mengalami diare diduga karena bakteri. Namun demikian, pihaknya belum bisa memastikan dari mana asalnya bakteri tersebut.

Ismono mengatakan, mereka mengkonsumsi makanan untuk peringatan 1.000 hari orang meninggal.

Makanan itu dimasak pada Selasa (14/5/2024) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Kemudian dibagikan pada warga Rabu (15/5/2024) sekitar pukul 13.00 WIB.

"Tadi malam warga merasakan diare pada pukul 23.00 WIB sampai Rabu sekitar pukul 02.00 WIB," kata Ismono.

Meski tidak banyak yang dirawat, namun dari Dinas Kesehatan tetap melakukan pemantauan di lapangan.

Kepala Puskesmas Semin I Jumantoro mengatakan, sejumlah ambulans disiapkan di Padukuhan Joho jika sewaktu-waktu diperlukan.

Baca juga: 30 Warga di Serdang Bedagai Keracunan Makanan, Polisi Turun Tangan

 

Keempat korban yang dirawat di Puskesmas Semin I karena mengalami diare terus menerus sehingga diperlukan cairan infus. Sementara itu, satu korban lainnya dirawat di RSUD Wonosari karena memiliki riwayat penyakit.

"Petugas masih ada di sana sekarang ini. Ambulans, pak panewu, jaga warga, babinsa, bhabinkamtibmas stand by. Jika kondisinya lemas puskesmas siap 24 jam," kata dia.

Pihaknya sudah mengambil sampel makanan mulai dari daging rendang, bumbu rendang, tahu, cabai, hingga air untuk diperiksa di laboratorium.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

MTA di Gunungkidul Gelar Shalat Idul Adha Hari Ini, Penyembelihan Hewan Besok

MTA di Gunungkidul Gelar Shalat Idul Adha Hari Ini, Penyembelihan Hewan Besok

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Pagi Ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Pagi Ini Cerah Berawan

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Berawan

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Berawan

Yogyakarta
Jelang Pilkada, Khatib di Gunungkidul Diimbau Tak Ceramah Politik Saat Shalat Idul Adha

Jelang Pilkada, Khatib di Gunungkidul Diimbau Tak Ceramah Politik Saat Shalat Idul Adha

Yogyakarta
Ada Normalisasi Tanjakan Clongop Gunungkidul, Pengendara Masih Bisa Melalui

Ada Normalisasi Tanjakan Clongop Gunungkidul, Pengendara Masih Bisa Melalui

Yogyakarta
Perayaan Hari Besar Sering Beda, Jemaah Aolia Idul Adha Bareng Pemerintah

Perayaan Hari Besar Sering Beda, Jemaah Aolia Idul Adha Bareng Pemerintah

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Sabtu 15 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Sabtu 15 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Sabtu 15 Juni 2024, dan Besok : Malam ini Berawan

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Sabtu 15 Juni 2024, dan Besok : Malam ini Berawan

Yogyakarta
PPDB Sleman, Ini Jumlah Kursi yang Tersedia

PPDB Sleman, Ini Jumlah Kursi yang Tersedia

Yogyakarta
Pilkada Sleman, Gerindra Klaim Koalisi dengan Empat Parpol

Pilkada Sleman, Gerindra Klaim Koalisi dengan Empat Parpol

Yogyakarta
Lurah di Kulon Progo yang Tersangkut Kasus Narkoba Dinonaktifkan, Camat Siapkan Pengganti

Lurah di Kulon Progo yang Tersangkut Kasus Narkoba Dinonaktifkan, Camat Siapkan Pengganti

Yogyakarta
Wabup Sleman Minta Distribusi Daging Kurban Pakai Kemasan Ramah Lingkungan

Wabup Sleman Minta Distribusi Daging Kurban Pakai Kemasan Ramah Lingkungan

Yogyakarta
Lurah di Kulon Progo Ditangkap Kasus Peredaran Sabu

Lurah di Kulon Progo Ditangkap Kasus Peredaran Sabu

Yogyakarta
Jokowi Beli 2 Sapi dari Karanganyar, Total Bobotnya Capai 1,6 Ton

Jokowi Beli 2 Sapi dari Karanganyar, Total Bobotnya Capai 1,6 Ton

Yogyakarta
Saat Judi Online Jadi Salah Satu Pemicu Perceraian di Sleman Yogyakarta...

Saat Judi Online Jadi Salah Satu Pemicu Perceraian di Sleman Yogyakarta...

Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com