Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Viral, Video Pria Diduga Pelaku Klitih, Bawa Pistol dan Ditangkap di Sleman, Ini Kata Polisi

Kompas.com - 03/04/2024, 16:06 WIB
Wijaya Kusuma,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Video penangkapan seorang pria yang diduga pelaku kejahatan jalanan atau klitih viral di media sosial.

Dari keterangan video yang beredar dituliskan jika pelaku yang ditangkap membawa senjata pistol. Penangkapan pelaku klitih itu terjadi pada Selasa (2/04/2024) pukul 21.29 WIB. 

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Riski Adrian menegaskan pria yang ditangkap dalam video viral tersebut bukanlah pelaku "klitih". 

"Nggak (klitih), bukan (klitih). Ya, mungkin yang di medsos tahunya awalnya saja," ujarnya, Rabu (3/04/2024). 

Baca juga: Viral, Video Penyembelihan Kambing Kendit di Dekat Tanggul Sungai Wulan Demak, Bupati: Ikhtiar Lahir Batin

Riski menjelaskan, awalnya petugas yang sedang patroli mendapatkan laporan dari sejumlah warga di daerah Jombor, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Mereka melaporkan adanya dua orang yang berboncengan sepeda motor dan menodongkan senjata (pistol).

Setelah mengantongi ciri-cirinya, petugas yang patroli tersebut langsung melakukan pengejaran. 

"Dia ke arah Magelang, kemudian dikejar oleh anggota. Ketemu di daerah Lapangan Denggung. Saat mau dipanggil, dia kabur belok kanan ke arah Masjid Suciati," tuturnya. 

Baca juga: Curhat Pemuda di Semarang, Tabungan Belasan Juta untuk Biaya Nikah Raib Kena Tipu Jual Beli Online


Pelaku membawa airgun dan bukanlah senjata api

Pelaku kejahatan jalanan ssetelah diringkus jajaran Polsek Jetis, Kota Yogyakarta, Senin (14/8/2023).KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWO Pelaku kejahatan jalanan ssetelah diringkus jajaran Polsek Jetis, Kota Yogyakarta, Senin (14/8/2023).

Saat sampai di perempatan dekat Masjid Suciati, salah satu pelaku yang membonceng terjatuh. Kemudian oleh petugas dilakukan penangkapan. 

"Ditangkap oleh anggota, digeledah rupanya ada senjata. Saat dilihat ternyata airgun, pelurunya yang gotri besi itu," bebernya. 

Satu orang pelaku tersebut lantas dibawa ke Polresta Sleman untuk dimintai keterangan.

Diketahui, satu pelaku yang ditangkap berinisial FIP (19) warga Sragen, Jawa Tengah. 

Baca juga: Toko Komputer di Sleman Dibobol Komplotan Pencuri, Puluhan Laptop Raib

Dari keterangan yang didapat, pelaku FIP datang ke Sleman setelah janjian untuk berkelahi dengan seorang pria yang merupakan mantan dari kekasihnya.

Sebelumnya, FIP sudah ribut dan saling ancam di chat WhatsApp (WA). 

"Kita tanya, kita periksa HP-nya, ternyata dia ini tantang-tantangan sama orang yang melapor tadi (melapor kepada petugas yang sedang patroli). Rupanya orang-orang tadi itu, teman serta mantan dari pacarnya," ucapnya. 

 Baca juga: Ini Alasan Satpol PP DIY Beli Kawasaki Ninja ZX-25R

Pihaknya mengaku masih melakukan pendalaman terkait kejadian ini. Sehingga pihaknya belum dapat menyimpulkan, peristiwa tersebut merupakan masalah asmara. 

"Nah, itu kita belum tahu, karena kita baru dapat keterangan dari satu pihak," tuturnya. 

Riski mengungkapkan, FIP sebelumnya pernah berurusan dengan hukum. FIP pernah ditangkap di Klaten dalam kasus keributan. 

"Rupanya si pelaku ini pernah melakukan juga. Dapat informasi dari Klaten, yang bersangkutan Februari pernah ditangkap ya ribut-ribut juga di sana," pungkasnya.

Baca juga: Diduga Kelompok Klitih,3 Pemuda Babak Belur Dihajar Warga di Kartasura Sukoharjo

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Protes Uang Pangkal dan UKT, Mahasiswa UGM Kemping di Halaman Belairung

Protes Uang Pangkal dan UKT, Mahasiswa UGM Kemping di Halaman Belairung

Yogyakarta
Dirut PT Taru Martani Jadi Tersangka Korupsi, Kerugian Negara Mencapai Rp 18,7 Miliar

Dirut PT Taru Martani Jadi Tersangka Korupsi, Kerugian Negara Mencapai Rp 18,7 Miliar

Yogyakarta
Seorang Perempuan Meninggal Usai Perawatan di Salon, Awalnya Disuntik Filler Payudara

Seorang Perempuan Meninggal Usai Perawatan di Salon, Awalnya Disuntik Filler Payudara

Yogyakarta
Soal Mayat Wanita di Kos Parangtritis Bantul, 4 Orang Diperiksa, Ditemukan Sejumlah Luka

Soal Mayat Wanita di Kos Parangtritis Bantul, 4 Orang Diperiksa, Ditemukan Sejumlah Luka

Yogyakarta
Buruh Yogyakarta yang Tergabung dalam MPBI Tolak Iuran Tapera

Buruh Yogyakarta yang Tergabung dalam MPBI Tolak Iuran Tapera

Yogyakarta
Viral, Video Pengunjung Malioboro Disembur Asap Rokok Pengemis, Satpol PP Cari Pelaku

Viral, Video Pengunjung Malioboro Disembur Asap Rokok Pengemis, Satpol PP Cari Pelaku

Yogyakarta
Kuliner Warisan Budaya Tak Benda Terancam Punah, Paku Alam X Singgung 'Wader Liwet' dan 'Growol'

Kuliner Warisan Budaya Tak Benda Terancam Punah, Paku Alam X Singgung "Wader Liwet" dan "Growol"

Yogyakarta
Pj Wali Kota Yogyakarta Janji Tuntaskan Tumpukan Sampah di Depo pada Akhir Juni

Pj Wali Kota Yogyakarta Janji Tuntaskan Tumpukan Sampah di Depo pada Akhir Juni

Yogyakarta
PKB Terima 10 Pendaftar Bacabup dan Bacawabup Gunungkidul, Ada Petahana dan Mantan Rektor UNY

PKB Terima 10 Pendaftar Bacabup dan Bacawabup Gunungkidul, Ada Petahana dan Mantan Rektor UNY

Yogyakarta
Terdampak Pembangunan Tol Yogyakarta-Solo, Makam Kyai Kromo Ijoyo Direlokasi Juni

Terdampak Pembangunan Tol Yogyakarta-Solo, Makam Kyai Kromo Ijoyo Direlokasi Juni

Yogyakarta
Kronologi Keracunan Massal di Gunungkidul, Dua Orang Meninggal Usai Makan di Acara Syukuran

Kronologi Keracunan Massal di Gunungkidul, Dua Orang Meninggal Usai Makan di Acara Syukuran

Yogyakarta
Tiga Bulan, Ratusan Warga Gunungkidul Keracunan Massal, Apa Upaya Dinkes?

Tiga Bulan, Ratusan Warga Gunungkidul Keracunan Massal, Apa Upaya Dinkes?

Yogyakarta
Soal Pembatalan Kenaikan UKT, UGM akan Mematuhi Ketentuan dari Negara

Soal Pembatalan Kenaikan UKT, UGM akan Mematuhi Ketentuan dari Negara

Yogyakarta
Soal Dugaan Pungli, 8 Warga Binaan Lapas Cebongan Dipindahkan

Soal Dugaan Pungli, 8 Warga Binaan Lapas Cebongan Dipindahkan

Yogyakarta
Gugatan Partai Ummat Ditolak MK, KPU Yogyakarta Tetapkan Caleg Terpilih Besok

Gugatan Partai Ummat Ditolak MK, KPU Yogyakarta Tetapkan Caleg Terpilih Besok

Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com