Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gerbang DPRD DIY Nyaris Roboh Saat Demo Kenaikan Harga BBM, Sekwan: Kerusakan Tidak Fatal

Kompas.com - 07/09/2022, 22:39 WIB
Wisang Seto Pangaribowo,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Masa aksi yang menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membubarkan diri pada pukul 17.57 WIB. Dalam aksi kali ini, pendemo nyaris merobohkan pagar gedung DPRD DIY.

Terkait hal ini Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD DIY Haryanta mengatakan kerusakan yang dialami tidak terlalu fatal.

"Saya kira tidak begitu fatal ya cuma roboh dan sudah dinaikkan lag. Ini menjadi pembelajaran kita bersama dan alhamdulillah kerja sama yang baik antara komunitas Malioboro dan teman-teman atas saran Kapolres tadi dan semua berjalan dengan lancar," ujarnya ditemui di DPRD DIY, Rabu (7/9/2022).

Baca juga: Massa Demo Kenaikan Harga BBM Dobrak Pagar DPRD DIY hingga Nyaris Roboh

Ia mengatakan kerusakan yang tidak terlalu parah ini adalah hal wajar karena masa yang datang cukup banyak.

"Enggak begitu parah. Artinya wajar lah saya melihat kalau itu bagian dari massa yang banyak mungkin itu risiko di sana. Saya kira itu kondusif lah," katanya.

Haryanta menyampaikan pada aksi kedua ini pihaknya tidak menerima surat permohonan audiensi dengan para pimpinan DPRD DIY. Namun, walaupun tidak menyampaikan surat permohonan, pimpiman DPRD DIY menyempatkan diri untuk bertemu tapi ditolak oleh masa aksi.

"Yang kedua ini kan tidak, tidak ada pemberitahuan dan tiba-tiba datang. Dan tadi sudah kami minta untuk masuk tapi kelompok yang kedua ini tidak mau masuk, menolak masuk. Pimpinan sudah siap stand by di sini untuk menerima," katanya.

Penolakan bertemu dengan pimpinan DPRD DIY ini menurut Haryanta sebelum masa aksi sebelum merobohkan pagar DPRD DIY.

"Sebelum merobohkan. Tadi yang akan menerima atas saran pimpinan Pak Huda (wakil ketua DPRD DIY)," imbuh Haryanta.

Sementara itu, Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Idham Mahdi mengucapkan rasa terima kasih kepada para pengunjuk rasa karena telah dapat menjaga ketertiban dan keamanan di seputar Jalan Malioboro.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada para pengunjuk rasa untuk tetap menjaga ketertiban, keamanan di seputar Jalan Malioboro karena Jalan Malioboro ini banyak masyarakat yang berkepentingan melaksanakan kegiatan ekonomi," ujarnya.

Terkait sempat memanasnya masa aksi, Idham mengatakan bahwa keadaan masih terkendali. Dia mengatakan pihak pengunjuk rasa maupun dari kepolisian masih bisa mengendalikan diri.

"Jadi ke depan hal-hal seperti ini yang memang bisa mengundang, yang bisa ada penyusup yang kira-kira bisa memecah kita semua, tolong ini untuk Kita bisa saling menjaganya," kata dia.

Baca juga: DPRD DIY Didemo Buruh, Wakil Ketua: Kami Sampaikan Aspirasi Melalui Pos dan Email

Dalam aksi ini pihak Kepolisian menerjunkan setidaknya 500 personel untuk melakukan pengamanan. Sedangkan pengunjuk rasa yang datang kali ini sekitar 300 sampai 400 orang.

"Pada saat pelaksanaan dimulai dari titik kumpul menuju ke DPRD ya memang masih suasana tertib dan bisa kita kendalikan. Teman-teman yang melaksanakan aksi juga bisa mengendalikan rekan-rekannya," ucap dia.

Idham mengimbau kepada para pengunjuk rasa agar tetap menjaga suasana kondusif Kota Yogyakarta. Ia menambahkan bahwa mengemukakan pendapat di muka umum memang sudah diatur pada undang-undang. Namun, jika mengganggu ketertiban umum maka akan berurusan dengan hukum.

"Silakan negara demokrasi penyampaian pendapat di muka umum itu diatur dalam undang-undang. Namun manakala sudah mengganggu ketertiban ya tentunya ada hukum yang berlaku itu saja," ujar Idham.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Protes Uang Pangkal dan UKT, Mahasiswa UGM Kemping di Halaman Belairung

Protes Uang Pangkal dan UKT, Mahasiswa UGM Kemping di Halaman Belairung

Yogyakarta
Dirut PT Taru Martani Jadi Tersangka Korupsi, Kerugian Negara Mencapai Rp 18,7 Miliar

Dirut PT Taru Martani Jadi Tersangka Korupsi, Kerugian Negara Mencapai Rp 18,7 Miliar

Yogyakarta
Seorang Perempuan Meninggal Usai Perawatan di Salon, Awalnya Disuntik Filler Payudara

Seorang Perempuan Meninggal Usai Perawatan di Salon, Awalnya Disuntik Filler Payudara

Yogyakarta
Soal Mayat Wanita di Kos Parangtritis Bantul, 4 Orang Diperiksa, Ditemukan Sejumlah Luka

Soal Mayat Wanita di Kos Parangtritis Bantul, 4 Orang Diperiksa, Ditemukan Sejumlah Luka

Yogyakarta
Buruh Yogyakarta yang Tergabung dalam MPBI Tolak Iuran Tapera

Buruh Yogyakarta yang Tergabung dalam MPBI Tolak Iuran Tapera

Yogyakarta
Viral, Video Pengunjung Malioboro Disembur Asap Rokok Pengemis, Satpol PP Cari Pelaku

Viral, Video Pengunjung Malioboro Disembur Asap Rokok Pengemis, Satpol PP Cari Pelaku

Yogyakarta
Kuliner Warisan Budaya Tak Benda Terancam Punah, Paku Alam X Singgung 'Wader Liwet' dan 'Growol'

Kuliner Warisan Budaya Tak Benda Terancam Punah, Paku Alam X Singgung "Wader Liwet" dan "Growol"

Yogyakarta
Pj Wali Kota Yogyakarta Janji Tuntaskan Tumpukan Sampah di Depo pada Akhir Juni

Pj Wali Kota Yogyakarta Janji Tuntaskan Tumpukan Sampah di Depo pada Akhir Juni

Yogyakarta
PKB Terima 10 Pendaftar Bacabup dan Bacawabup Gunungkidul, Ada Petahana dan Mantan Rektor UNY

PKB Terima 10 Pendaftar Bacabup dan Bacawabup Gunungkidul, Ada Petahana dan Mantan Rektor UNY

Yogyakarta
Terdampak Pembangunan Tol Yogyakarta-Solo, Makam Kyai Kromo Ijoyo Direlokasi Juni

Terdampak Pembangunan Tol Yogyakarta-Solo, Makam Kyai Kromo Ijoyo Direlokasi Juni

Yogyakarta
Kronologi Keracunan Massal di Gunungkidul, Dua Orang Meninggal Usai Makan di Acara Syukuran

Kronologi Keracunan Massal di Gunungkidul, Dua Orang Meninggal Usai Makan di Acara Syukuran

Yogyakarta
Tiga Bulan, Ratusan Warga Gunungkidul Keracunan Massal, Apa Upaya Dinkes?

Tiga Bulan, Ratusan Warga Gunungkidul Keracunan Massal, Apa Upaya Dinkes?

Yogyakarta
Soal Pembatalan Kenaikan UKT, UGM akan Mematuhi Ketentuan dari Negara

Soal Pembatalan Kenaikan UKT, UGM akan Mematuhi Ketentuan dari Negara

Yogyakarta
Soal Dugaan Pungli, 8 Warga Binaan Lapas Cebongan Dipindahkan

Soal Dugaan Pungli, 8 Warga Binaan Lapas Cebongan Dipindahkan

Yogyakarta
Gugatan Partai Ummat Ditolak MK, KPU Yogyakarta Tetapkan Caleg Terpilih Besok

Gugatan Partai Ummat Ditolak MK, KPU Yogyakarta Tetapkan Caleg Terpilih Besok

Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com