Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang Mudik, Sopir dan Kru Bus di Terminal Jombor Tes Urine dan Cek Kesehatan

Kompas.com - 05/04/2024, 13:55 WIB
Wijaya Kusuma,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Para sopir dan kru bus melakukan tes urine dan cek kesehatan di terminal Jombor, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Tes urine dan cek kesehatan ini digelar oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DI Yogyakarta.

Baca juga: Puluhan Sopir Angkutan Mudik Gratis di Tangerang Jalani Tes Urine

Kepala BNNP DI Yogyakarta, Brigjen Pol Andi Fairan mengatakan kegiatan tes urine dan cek kesehatan bagi sopir dan crew bus di Terminal Jombor ini digelar bekerjasama dengan Dishub DIY dan Organda.

"Dalam rangka Hari Raya Idul Fitri, melaksanakan kegiatan skrining yaitu cek urine bagi pengemudi yang melayani angkutan mudik sekaligus juga melaksanakan pelayanan kesehatan bagi pengemudi," ujar Kepala BNNP DI Yogyakarta, Brigjen Pol Andi Fairan saat ditemui di Terminal Jombor, Sleman, Jumat (5/04/2024).

Andi menyampaikan, kegiatan ini untuk memastikan sopir dan kru bus yang melayani pemudik dalam keadaan sehat, termasuk memastikan mereka bebas dari penggunaan narkoba.

Hal ini agar pelaksanaan mudik dapat berjalan dengan aman, lancar, dan nyaman.

Andi berkata, dari hasil pemerisaan urine tidak ditemukan sopir ataupun kru bus yang menggunakan narkoba.

"Sudah pemeriksaan beberapa driver yang melayani penumpang mudik saat ini belum ditemukan adanya terpengaruh atau menggunakan narkoba," ucapnya.

Selain itu, dari cek kesehatan baik tensi maupun gula darah, sopir dan kru bus dalam kondisi normal.

"Kemudian pelayanan kesehatan ada pengecekan tensi, gula itu juga rata-rata masih dalam kondisi normal," tandasnya.

Selain di Terminal Jombor, kegiatan tes urine dan cek kesehatan bagi sopir dan kru bus juga akan digelar di beberapa terminal di DI Yogyakarta (DIY) yang melayani angkutan mudik.

Menurut Andi, jika nanti ditemukan hasil cek urin ada yang positif segera kami bawa ke BNNP untuk dilakukan rehabilitasi.

"Kami ingin melakukan pemulihan supaya mereka tidak lagi menginginkan, putus terhadap narkoba, karena narkotika ini adalah bencana sosial, bencana kemanusiaan, jika tidak kita lakukan pencegahan ini bisa menjadi masalah di negara kita ini," ungkapnya.

Baca juga: Pemprov DKI: 70 Persen Warga Jakarta Berangkat Mudik, Diperkirakan 8 Juta Orang

Andi berharap sopir bus mempersiapkan diri dan menjaga kesehatanya. Sehingga penumpang dapat mudik dengan aman dan nyaman.

"Kita juga mengharap masyarakat khususnya pemudi punya kesadaran bahwa saat ini keluarga, saudara-saudara kita kembali menggunakan angkutan umum untuk mudik, dia juga harus mempersiapkan diri untuk menciptakan mudik yang aman dan nyaman," tuturnya.

Sementara itu salah satu sopir bus, Kusno Marjuki menyambut baik kegiatan tes urine dan cek kesehatan.

"Saya mendukung sekali kegiatan ini. Selain itu juga menguntungkan sopir dan crew bis, karena dapat cek kesehatan gratis," pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Truk Terguling hingga Masuk Jurang di Bantul, Obat Nyamuk Bakar Berhamburan di Jalanan

Truk Terguling hingga Masuk Jurang di Bantul, Obat Nyamuk Bakar Berhamburan di Jalanan

Yogyakarta
Kemenlu Sebut 165 WNI Terancam Hukuman Mati, Terbanyak di Malaysia dengan Kasus Narkoba

Kemenlu Sebut 165 WNI Terancam Hukuman Mati, Terbanyak di Malaysia dengan Kasus Narkoba

Yogyakarta
Sakit Hati Difitnah Curi Ayam, Pria di Gunungkidul Bunuh Nenek Tetangganya Sendiri

Sakit Hati Difitnah Curi Ayam, Pria di Gunungkidul Bunuh Nenek Tetangganya Sendiri

Yogyakarta
Curi Sepeda Motor, Pria Asal Sukoharjo 'Didor' Polisi di Gunungkidul

Curi Sepeda Motor, Pria Asal Sukoharjo "Didor" Polisi di Gunungkidul

Yogyakarta
Pelaku Pembunuhan Nenek di Gunungkidul Ditangkap, Motif Sakit Hati Difitnah

Pelaku Pembunuhan Nenek di Gunungkidul Ditangkap, Motif Sakit Hati Difitnah

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Kamis 20 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Kamis 20 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Cerah Berawan

Yogyakarta
Diskominfo Pati Kesulitan Ubah Cap Negatif Sukolilo di Google Maps, Ini Alasannya

Diskominfo Pati Kesulitan Ubah Cap Negatif Sukolilo di Google Maps, Ini Alasannya

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Kamis 20 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Kamis 20 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Cerah Berawan

Yogyakarta
Pilkada 2024, Bupati Bantul Bantah Pecah Kongsi dengan Wakilnya

Pilkada 2024, Bupati Bantul Bantah Pecah Kongsi dengan Wakilnya

Yogyakarta
Alami Kecelakaan Tunggal, Pengendara Motor di Bantul Ditemukan Tewas di Bawah Jembatan

Alami Kecelakaan Tunggal, Pengendara Motor di Bantul Ditemukan Tewas di Bawah Jembatan

Yogyakarta
Mengenal Blondo, Kuliner Lawas dari Sisa Pembuatan Minyak Kelapa

Mengenal Blondo, Kuliner Lawas dari Sisa Pembuatan Minyak Kelapa

Yogyakarta
Usai Tabrak Lari Anggota DPRD Terpilih Asmat, Pelaku Sempat Jalan-jalan ke Malioboro

Usai Tabrak Lari Anggota DPRD Terpilih Asmat, Pelaku Sempat Jalan-jalan ke Malioboro

Yogyakarta
Tabrak Lari Anggota DPRD Terpilih Asmat, Pelaku Sempat Konsumsi Sabu

Tabrak Lari Anggota DPRD Terpilih Asmat, Pelaku Sempat Konsumsi Sabu

Yogyakarta
Lagi, Sampah Menumpuk di Jalanan Kota Yogyakarta

Lagi, Sampah Menumpuk di Jalanan Kota Yogyakarta

Yogyakarta
4 Jemaah Haji Asal DIY Meninggal Dunia di Tanah Suci, Apa Penyebabnya?

4 Jemaah Haji Asal DIY Meninggal Dunia di Tanah Suci, Apa Penyebabnya?

Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com