Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemkab Bantul Keluarkan Tips Memilih Kendaraan untuk "Study Tour"

Kompas.com - 16/05/2024, 00:40 WIB
Markus Yuwono,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, bekerja sama untuk memastikan kelaikan kendaraan saat kegiatan study tour.

"Kami minta kepada sekolah harus mempunyai perencanaan yang matang untuk menjamin keamanan dan keselamatan peserta. Salah satunya memastikan kendaraan yang digunakan harus laik jalan dan sesuai dengan peruntukannya," kata Kepala Disdikpora Bantul, Nugroho Eko Setyanto saat dihubungi melalui telepon Rabu (15/5/2024).

Baca juga: Sekolah di Sumbar Dilarang Study Tour Usai Banjir Bandang Menerjang

Selain itu, pihaknya meminta kegiatan harus mendapatkan izin dari orangtua atau wali siswa dan tidak memberatkan. Sekolah harus memiliki perencanaan yang matang atas kegiatan yang akan dilakukan guna menjamin keamanan dan keselamatan peserta.

"Terkait kendaraan disdikpora telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub), dan sudah ada tips mengenai memilih kendaraan," kata dia.

Kepala Dishub Bantul, Singgih Riyadi mengaku siap bekerja sama dengan Disdikpora untuk memastikan kendaraan yang digunakan study tour laik jalan.

Pihaknya sudah melakukannya di SMKN 1 Sedayu dengan melakukan pengecekan 11 unit bus sebelum berangkat. Hasilnya semuanya layak jalan.

Selain itu, dia juga telah membuat surat edaran berisi tips memilih angkutan umum dalam pelaksanaan kegiatan seperti study tour dan outing class. Nantinya, edaran itu bakal disebarkan Disdikpora Bantul ke seluruh sekolah.

Pertama adalah memastikan administrasi, pajak dan asuransi armada dipenuhi. Semua itu dibuktikan dengan masa berlaku STNK b beserta bukti pembayaran iuran Jasa Raharja.

Kedua, pastikan kendaraan yang hendak digunakan berizin. Salah satu pembuktiannya dengan kartu pengawasan (KPS) asli yang dikeluarkan oleh instansi perhubungan sesuai dengan peruntukannya.

Seperti KPS angkot/angkudes yang mengeluarkan dari Dishub Kabupaten/Kota. Lalu KPS antarkota dalam provinsi (AKDP) dari Dinas Perhubungan Provinsi.

Selanjutnya KPS antarkota antarprovinsi (AKAP) dari Kementerian Perhubungan. Kemudian KPS bus pariwisata dari Kementerian Perhubungan.

"Untuk kegiatan wisata/di luar trayek atau carter disarankan menggunakan angkutan pariwisata," kata Singgih.

Baca juga: Sekolah di Sleman yang Ingin Gelar Study Tour Harus Izin ke Dinas Pendidikan, Ini Alasannya

Tips berikutnya adalah memastikan armada untuk study tour memenuhi persyaratan teknis dan laik Jalan. Semua itu dibuktikan dengan masa berlaku uji kendaraan (KIR) yang masih berlaku berupa kartu uji dan sertifikat uji.

"Masa berlaku kir selama 6 bulan, dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan daerah asal kendaraan atau dengan skema numpang uji," ujarnya.

Dia juga meminta agar pihak sekolah memastikan pengemudi yang bertugas. Hal ini dibuktikan dengan surat penugasan dari perusahaan dan SIM yang sesuai. Misalnya, untuk pengemudi bus wajib minimal wajin memiliki SIM BI atau memiliki SIM BII.

"Lalu memiliki standar keselamatan tinggi. Bisa dengan cek kelengkapan keselamatan kendaraan seperti sabuk keselamatan, P3K, palu pemecah kaca untuk keadaan darurat," kata dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

PAN Gunungkidul Usung Mahmud Ardi sebagai Bakal Calon Wakil Bupati

PAN Gunungkidul Usung Mahmud Ardi sebagai Bakal Calon Wakil Bupati

Yogyakarta
Gibran Janji Kawal Program di Solo Meski Tidak Menjabat Sebagai Wali Kota

Gibran Janji Kawal Program di Solo Meski Tidak Menjabat Sebagai Wali Kota

Yogyakarta
Awal Kemarau, Warga di Gunungkidul Mulai Beli Air Bersih Seharga Rp 170.000

Awal Kemarau, Warga di Gunungkidul Mulai Beli Air Bersih Seharga Rp 170.000

Yogyakarta
Persoalan Sampah di Yogyakarta Ditargetkan Kelar pada Juni 2024, Ini Solusinya...

Persoalan Sampah di Yogyakarta Ditargetkan Kelar pada Juni 2024, Ini Solusinya...

Yogyakarta
PPDB SMP Kota Yogyakarta 2024 Banyak Perubahan, Apa Saja?

PPDB SMP Kota Yogyakarta 2024 Banyak Perubahan, Apa Saja?

Yogyakarta
PPDB DIY, Standar Nilai Jalur Prestasi Diturunkan

PPDB DIY, Standar Nilai Jalur Prestasi Diturunkan

Yogyakarta
Golkar-PKB Koalisi di Pilkada Gunungkidul 2024, Sudah Ada Calon?

Golkar-PKB Koalisi di Pilkada Gunungkidul 2024, Sudah Ada Calon?

Yogyakarta
'Study Tour' Dilarang, GIPI DIY Khawatir Wisatawan Turun jika Pemerintah Tak Tegas

"Study Tour" Dilarang, GIPI DIY Khawatir Wisatawan Turun jika Pemerintah Tak Tegas

Yogyakarta
Jelang Idul Adha, Begini Cara Memilih Sapi Kurban Menurut Pakar UGM

Jelang Idul Adha, Begini Cara Memilih Sapi Kurban Menurut Pakar UGM

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Senin 20 Mei 2024, dan Besok : Cerah Berawan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Senin 20 Mei 2024, dan Besok : Cerah Berawan Sepanjang Hari

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Senin 20 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Senin 20 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah Berawan

Yogyakarta
Duka Keluarga Korban Pesawat Jatuh di BSD Serpong: Lebaran Kemarin Tak Sempat Pulang...

Duka Keluarga Korban Pesawat Jatuh di BSD Serpong: Lebaran Kemarin Tak Sempat Pulang...

Yogyakarta
Sejumlah Daerah Larang 'Study Tour', Pemda DIY Yakin Tak Pengaruhi Kunjungan Wisata

Sejumlah Daerah Larang "Study Tour", Pemda DIY Yakin Tak Pengaruhi Kunjungan Wisata

Yogyakarta
Ditemukan Selamat, 2 Nelayan Gunungkidul Disambut Tangis Haru Keluarga

Ditemukan Selamat, 2 Nelayan Gunungkidul Disambut Tangis Haru Keluarga

Yogyakarta
Hilang 2 Hari, Nelayan Ditemukan Terombang-ambing karena Mesin Kapal Rusak

Hilang 2 Hari, Nelayan Ditemukan Terombang-ambing karena Mesin Kapal Rusak

Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com