Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Underpass Menuju Wates Beroperasi, "Teteg Wetan” Pelintasan Kereta di Kulon Progo Akan Ditutup 20 September

Kompas.com - 08/09/2022, 08:14 WIB
Dani Julius Zebua,
Ardi Priyatno Utomo

Tim Redaksi

KULON PROGO, KOMPAS.com – Pelintasan sebidang jalan raya dengan jalur pelintasan langsung (JPL) kereta api akan permanen ditutup di Kalurahan Wates, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pelintasan sebidang itu merupakan palang pintu yang disebut warga sebagai Teteg Wetan (Timur) Wates. Penutupan mulai 20 September 2022.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kulon Progo, L Bowo Pristiyanto menyatakan, penutupan berlangsung seiring beroperasinya underpass di Pedukuhan Kemiri, Kalurahan Margosari, Kapanewon Pengasih.

Baca juga: 2 Siswa SMA di Sergai Tewas Tertabrak Kereta Api Saat Lewat Perlintasan KA Tanpa Palang

“Lebih tepat disebut sebagai operasional undepass. Ini semua sudah direncanakan lama,” kata Bowo di ujung telepon, Rabu (7/9/2022).

Dengan penutupan maka arus kendaraan tidak lagi bisa lagi langsung menyeberang melintas rel kereta antara Jalan Perwakilan, Jalan Sugiman dan Jalan P Diponegoro di Teteg Wetan itu.

Arus lalu lintas akan dialihkan melewati underpass. Di mana di sana, terdapat Jalan Kemiri III yang menghubungkan antara simpang tiga Jalan Sugiman di sudut Gedung DPRD Kulon Progo dengan Jalan Diponegoro.

Bowo mengungkapkan, pemerintah telah menyiapkan segala sesuatunya. Diawali dengan banyak pertemuan antar pemangku kepentingan, baik Direktorat Keselamatan Perkeretaapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan berbagai dinas di pemerintah Kulon Progo.

Pemerintah juga sudah mengadakan rambu-rambu lalu lintas, penunjuk jalan dan lampu penerangan, terutama di Kemiri III, dan simpang tiga Jalan Sugiman.

Termasuk membongkar divider berupa beton pembatas jalan di ujung Jalan Perwakilan dan ujung Jalan Diponegoro. Beton diganti dengan road barrier atau pembatas jalan warna oranye.

Baca juga: Perlintasan Sebidang Kembali Telan Korban, KAI Harap Pemerintah Bertindak

Pada pelaksanaan nanti, penutupan diawali pemasangan barrier di sisi Utara dan Selatan rel. Petugas akan siaga di sejumlah titik untuk arus lalu lintas yang baru ini. Setelah tiga hari baru akan dibangun pagar pembatas.

“Kita akan melaksanakan trial manajemen lalu lintas selama tiga hari, yakni 20-22 September 2022. Ini langkah sosialisasi lapangan,” kata Bowo.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kulon Progo Sukirno mengungkapkan, wacana penutupan sudah berkembang lama, sejak undepass dibangun. Wacana itu seiring perkembangan Kulon Progo di mana arus jalan raya makin padat dan pergerakan kereta juga semakin ramai.

Pemerintah melihat operasional underpass bisa menjadi jalan keluar.

“Ini untuk mengurangi pelintasan sebidang, karena dengan adanya bandara, double track, kereta semakin ramai, (pintu kereta) semakin sering ditutup dan bisa terjadi ketidaklancaran. Solusinya dengan undepass atau flyover,” kata Sukirno.

Baca juga: Rawan Kecelakaan, Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu di Malang Dipasangi Sirine

Sementara itu, KAI Daop 6 Yogyakarta mendukung rencana penutupan Teteg Wetan. Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Franoto Wibowo mengungkapkan, penutupan sebagai upaya untuk keamanan dan keselamatan masyarakat dan perjalanan KA.

Franoto menyatakan, dengan penutupan itu, maka pelintasan sebidang terus berkurang. “Kami mendukung rencana tersebut sebagaimana hasil pertemuan di Dishub, menjelang penutupan teteg akan turut mensosialisasikan kepada masyarakat,” kata Franoto.

KAI rencananya akan ikut menyosialisasikan rencana penutupan teteg ini di beberapa pertemuan ke depan.

“KAI mengapresiasi pemerintah daerah yang telah menyiapkan underpass yang letaknya sekitar 600 meter dari JPL 685 yang akan ditutup ini,” kata Franoto.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Jalur dan Rute Bus Trans Jogja 2024

Jalur dan Rute Bus Trans Jogja 2024

Yogyakarta
Nekat Main Air di Palung Parangtritis, 3 Wisatawan Asal Jakarta Berhasil Diselamatkan

Nekat Main Air di Palung Parangtritis, 3 Wisatawan Asal Jakarta Berhasil Diselamatkan

Yogyakarta
Pantai Delegan di Gresik: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Pantai Delegan di Gresik: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Yogyakarta
Pasar Wates Kulon Progo Heboh, Penjahit Meninggal di Kiosnya

Pasar Wates Kulon Progo Heboh, Penjahit Meninggal di Kiosnya

Yogyakarta
Pantai Mbuluk di Yogyakarta: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Pantai Mbuluk di Yogyakarta: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Yogyakarta
Kasus KDRT di Semarang Masih Tinggi, Korban Diminta Tidak Takut Lapor

Kasus KDRT di Semarang Masih Tinggi, Korban Diminta Tidak Takut Lapor

Yogyakarta
Sopir Ngantuk, Truk Angkut Kayu Tabrak Pohon, Satu Orang Luka Berat

Sopir Ngantuk, Truk Angkut Kayu Tabrak Pohon, Satu Orang Luka Berat

Yogyakarta
Presiden Jokowi Ajak Cucu Naik ke Candi Borobudur, Gibran Mengikuti

Presiden Jokowi Ajak Cucu Naik ke Candi Borobudur, Gibran Mengikuti

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Sabtu 25 Mei 2024, dan Besok : Malam Ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Sabtu 25 Mei 2024, dan Besok : Malam Ini Cerah Berawan

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Sabtu 25 Mei 2024, dan Besok : Berawan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Sabtu 25 Mei 2024, dan Besok : Berawan Sepanjang Hari

Yogyakarta
Aksi Pembobolan Mesin ATM di Sleman Digagalkan, Pelaku Belum Sempat Ambil Uangnya

Aksi Pembobolan Mesin ATM di Sleman Digagalkan, Pelaku Belum Sempat Ambil Uangnya

Yogyakarta
Pantai Cangkring di Yogyakarta: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Pantai Cangkring di Yogyakarta: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Yogyakarta
Senangnya Warga Yogyakarta Dapat Sembako dari Presiden Jokowi di Gedung Agung

Senangnya Warga Yogyakarta Dapat Sembako dari Presiden Jokowi di Gedung Agung

Yogyakarta
Remaja Asal Bantul yang Hilang di Sungai Progo Ditemukan Meninggal Dunia, Coba Selamatkan Temannya

Remaja Asal Bantul yang Hilang di Sungai Progo Ditemukan Meninggal Dunia, Coba Selamatkan Temannya

Yogyakarta
Pendaftaran Panwas Kalurahan di Gunungkidul Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Pendaftaran Panwas Kalurahan di Gunungkidul Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com