Raker KPK di Hotel Mewah Yogyakarta Disorot, Dianggap Pemborosan Anggaran

Kompas.com - 29/10/2021, 19:28 WIB

KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar rapat kerja (raker) di sebuah hotel mewah di Yogyakarta.

Raker tersebut diadakan pada 27-29 Oktober 2021.

Penyelenggaraan raker KPK di hotel berbintang itu mendapat kritikan dari Indonesia Corruption Watch (ICW).

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana menganggap hal tersebut sebagai pemborosan anggaran.

"ICW tentu tidak lagi kaget mendengar kabar pimpinan KPK beserta pejabat struktural lainnya mengadakan rapat di hotel mewah Yogyakarta," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (28/10/2021).

"Praktik pemborosan anggaran seperti itu memang sudah terlihat sejak Firli Bahuri cs menjabat sebagai pimpinan KPK," imbuhnya.

Baca juga: Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron Jelaskan Alasan Raker Digelar di Hotel Mewah Yogyakarta

Masih dalam batas plafon anggaran

Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron dan Alexander Marwata saat menemui wartawan di lokasi rapat kerja Hotel Sheraton Yogyakarta, Jumat (28/10/2021).KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron dan Alexander Marwata saat menemui wartawan di lokasi rapat kerja Hotel Sheraton Yogyakarta, Jumat (28/10/2021).

Atas adanya kritikan, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan bahwa KPK transparan dalam penggunaan anggaran.

"Teman-teman bisa menanyakan pada pihak hotel berapa sih KPK membayar untuk melaksanakan kegiatan di hotel ini. Kita transparan, terbuka dan semuanya dipertanggungjawabkan," ujarnya di Yogyakarta, Kamis (28/10/2021).

Saat ditanya soal nominal penyelenggaraan raker, ia mengaku tidak mengetahui.

Baca juga: Rapat Kerja di Hotel Bintang 5, Wakil Ketua KPK: Tarifnya Bintang 3, Kenapa Tidak?

Hanya saja, Alexander menyebutkan bahwa nominalnya masih dalam batas-batas plafon anggaran yang disusun.

"Saya enggak tahu, Sekjen-lah yang tahu. Itu semuanya masih dalam batas-batas plafon anggaran yang kami susun, pasti itu. Kita tidak mungkin menyelenggarakan suatu kegiatan yang tidak tersedia anggaranya atau melebihi dari plafon anggaran yang disediakan untuk kegiatan ini,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPK Cahya Hardianta Harefa menuturkan, anggaran untuk menggelar raker di Yogyakarta masih sesuai dengan standar biaya umum (SBU).

"Masih sesuai dengan SBU, SBU-nya di Yogyakarta itu satu orang Rp 700.000 hingga Rp 1 juta. Paket meeting ya, SBU-nya di Yogyakarta itu segitu. Kita ikutin itu," bebernya, Jumat (29/10/2021).

Baca juga: Raker KPK di Yogyakarta Tuai Kritik, Firli: Organisasi Kita Harus Satu Komitmen

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

16 Tahun Gempa Yogyakarta, Menumbuhkan Semangat Kebersamaan Menghadapi Potensi Bencana

16 Tahun Gempa Yogyakarta, Menumbuhkan Semangat Kebersamaan Menghadapi Potensi Bencana

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 27 Mei 2022: Pagi Berawan, Malam Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 27 Mei 2022: Pagi Berawan, Malam Hujan Ringan

Yogyakarta
Rumah Hantu Malioboro: Harga Tiket, Jam Buka, dan Aturan Pengunjung

Rumah Hantu Malioboro: Harga Tiket, Jam Buka, dan Aturan Pengunjung

Yogyakarta
Senyuman Jokowi, Senang Bisa Pulang Kampung…

Senyuman Jokowi, Senang Bisa Pulang Kampung…

Yogyakarta
Jokowi Blusukan di Solo Usai Nikahkan Adiknya, Ngobrol dengan Seniman hingga Bagi-bagi Sembako di Pasar

Jokowi Blusukan di Solo Usai Nikahkan Adiknya, Ngobrol dengan Seniman hingga Bagi-bagi Sembako di Pasar

Yogyakarta
Mengolah Sampah Plastik Jadi Minyak, Warga di Bantul Ini Tak Buang Sampah ke TPST Piyungan

Mengolah Sampah Plastik Jadi Minyak, Warga di Bantul Ini Tak Buang Sampah ke TPST Piyungan

Yogyakarta
Pernikahan Adik Jokowi dan Ketua MK Dinilai Sarat Kepentingan Politik, Ngabalin: Mari dengan Akal Sehat Berprasangka Baik

Pernikahan Adik Jokowi dan Ketua MK Dinilai Sarat Kepentingan Politik, Ngabalin: Mari dengan Akal Sehat Berprasangka Baik

Yogyakarta
[POPULER YOGYAKARTA] Pencurian Gabah Terekam CCTV | Putra Panglima TNI Wisuda di UGM

[POPULER YOGYAKARTA] Pencurian Gabah Terekam CCTV | Putra Panglima TNI Wisuda di UGM

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 26 Mei 2022: Pagi Berawan, Sore Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 26 Mei 2022: Pagi Berawan, Sore Hujan Ringan

Yogyakarta
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Terjang Kulon Progo, Kanopi Teras BRI Roboh

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Terjang Kulon Progo, Kanopi Teras BRI Roboh

Yogyakarta
Adu Banteng Truk di Kulon Progo, 3 Orang Terluka

Adu Banteng Truk di Kulon Progo, 3 Orang Terluka

Yogyakarta
Fotonya dan Logo Partai Nasdem Tersebar di DIY, Anies Bilang Begini

Fotonya dan Logo Partai Nasdem Tersebar di DIY, Anies Bilang Begini

Yogyakarta
Kepala BIN Sulteng Jadi Pj Bupati Seram Bagian Barat, Ini Tanggapan Panglima TNI

Kepala BIN Sulteng Jadi Pj Bupati Seram Bagian Barat, Ini Tanggapan Panglima TNI

Yogyakarta
Rencana Anies Setelah Tak Lagi Jadi Gubernur: Break Sebentar, Habis Itu Baru...

Rencana Anies Setelah Tak Lagi Jadi Gubernur: Break Sebentar, Habis Itu Baru...

Yogyakarta
Serba-serbi Pernikahan Adik Jokowi dengan Ketua MK, Dekorasi 'Miracle Wedding', Baju Pengantin, hingga 2 Bahasa Saat Ijab

Serba-serbi Pernikahan Adik Jokowi dengan Ketua MK, Dekorasi "Miracle Wedding", Baju Pengantin, hingga 2 Bahasa Saat Ijab

Yogyakarta
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.