Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kronologi Penemuan Jasad Nenek 80 Tahun di Tempat Tidur, Awalnya Terdengar Kambing Mengembik Terus-menerus

Kompas.com - 27/11/2023, 17:11 WIB
Markus Yuwono,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Warga Padukuhan Gunungdowo, Kalurahan Giring, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, dikejutkan dengan tewasnya seorang lansia dengan luka di wajah pada Jumat (24/11/2023) lalu.

Jasad korban bernama Rajinah (80) itu telah dibawa ke RS Bhayangkara dan masih diperiksa INAFIS Polres Gunungkidul.

"Untuk penanganan sudah di Polres Gunungkidul," kata Kapolsek Paliyan, AKP Solechan di Kantor Pemkab Gunungkidul Senin (27/11/2023).

Baca juga: Nenek 80 Tahun Ditemukan Tewas di Tempat Tidur, Wajah Korban Lebam, Ada Bercak Darah di Bantal

Dia mengatakan dua orang saksi yakni Murtini dan Tikno Suwarno menemukan korban tewas di kamarnya dengan kondisi wajah tertutup bantal. Saksi Tikno memegang kaki korban dan sudah dalam keadaan dingin.

"Saksi dua memanggil tetangga lainnya yakni Purwo Utomo dan Tikno membuka kain menutupi wajah korban dan terdapat bercak darah pada bantal dan muka yang lebam dan ada darah," kata Solechan.

Sementara itu, Dukuh Gunungdowo, Sutarman mengatakan korban ditemukan meninggal dunia di tempat tidurnya.

Korban pertama kali ditemukan oleh dua orang warga. Saat itu, keduanya mendengar suara kambing yang mengembik terus-menerus pada petang hari.

Keduanya lalu masuk ke rumah korban. Satu orang melalui pintu belakang. Sementara seorang yang lain melalui pintu depan.

"Mur berteriak memberitahu setelah melihat Mbah R terbaring di tempat tidur," kata Sutarman kepada wartawan Jumat malam.

Keduanya lalu memegang kaki. Lalu pada bagian kepala tertutup bantal. Setelah dibuka ternyata ada luka pada bagian wajah. Belum diketahui penyebabnya.

"Mereka membuka bantal dan melihat kepala bagian kanan ada luka terbuka dan luka memar. Kemudian mereka berteriak meminta pertolongan," kata dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Sabtu 18 Mei 2024, dan Besok : Malam Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Sabtu 18 Mei 2024, dan Besok : Malam Cerah Berawan

Yogyakarta
Bantul dan Yogyakarta Kerja Sama Olah Sampah, Sultan: Semoga UMKM Tumbuh

Bantul dan Yogyakarta Kerja Sama Olah Sampah, Sultan: Semoga UMKM Tumbuh

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Sabtu 18 Mei 2024, dan Besok :Cerah Berawan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Sabtu 18 Mei 2024, dan Besok :Cerah Berawan Sepanjang Hari

Yogyakarta
Mahasiswa FH UGM Hendak Tabrak Mahasiswa Lain Pakai Mobil, Ini Penyebabnya

Mahasiswa FH UGM Hendak Tabrak Mahasiswa Lain Pakai Mobil, Ini Penyebabnya

Yogyakarta
Duet Kustini-Danang di Pilkada Sleman Masih Terbuka, meski Sama-sama Daftar Bakal Calon Bupati

Duet Kustini-Danang di Pilkada Sleman Masih Terbuka, meski Sama-sama Daftar Bakal Calon Bupati

Yogyakarta
Pemkot Yogyakarta Bakal Kirim Sampah ke Bantul untuk Diolah

Pemkot Yogyakarta Bakal Kirim Sampah ke Bantul untuk Diolah

Yogyakarta
Kantornya Digeruduk Warga Gara-gara Penumpukan Sampah, Ini Respons DLH Yogyakarta

Kantornya Digeruduk Warga Gara-gara Penumpukan Sampah, Ini Respons DLH Yogyakarta

Yogyakarta
Bupati Sleman Kustini Mendaftar Maju Pilkada lewat PDI-P

Bupati Sleman Kustini Mendaftar Maju Pilkada lewat PDI-P

Yogyakarta
Tumpukan Sampah di Depo Pengok Yogyakarta, Ekonomi Warga Terdampak

Tumpukan Sampah di Depo Pengok Yogyakarta, Ekonomi Warga Terdampak

Yogyakarta
Bau Sampah Tercium hingga Radius 1 Km, Warga Kampung Pengok Geruduk Kantor DLH Kota Yogyakarta

Bau Sampah Tercium hingga Radius 1 Km, Warga Kampung Pengok Geruduk Kantor DLH Kota Yogyakarta

Yogyakarta
Sayangkan Larangan 'Study Tour' di Sejumlah Daerah, PHRI Gunungkidul: Bisa Berdampak Luas

Sayangkan Larangan "Study Tour" di Sejumlah Daerah, PHRI Gunungkidul: Bisa Berdampak Luas

Yogyakarta
Beberapa Daerah Larang 'Study Tour', PHRI DIY: Apa Bedanya dengan Kunker?

Beberapa Daerah Larang "Study Tour", PHRI DIY: Apa Bedanya dengan Kunker?

Yogyakarta
Pegawai K2 Gunungkidul Minta Diangkat Jadi ASN, Sudah Mengabdi dan Sebagian Akan Pensiun

Pegawai K2 Gunungkidul Minta Diangkat Jadi ASN, Sudah Mengabdi dan Sebagian Akan Pensiun

Yogyakarta
Sumbu Filosofi Yogyakarta Miliki Potensi Bencana, Apa Saja?

Sumbu Filosofi Yogyakarta Miliki Potensi Bencana, Apa Saja?

Yogyakarta
 Mengenal Hewan Raja Kaya dan Maknanya dalam Kehidupan Masyarakat Jawa

Mengenal Hewan Raja Kaya dan Maknanya dalam Kehidupan Masyarakat Jawa

Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com