Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Presiden Jokowi dan Para Capres-Cawapres Diundang Hadiri Dhaup Ageng Pura Pakualaman

Kompas.com - 03/01/2024, 18:49 WIB
Wijaya Kusuma,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Pura Pakualaman akan menggelar prosesi Dhaup Ageng atau pernikahan antara BPH Kusumo Kuntonugroho dengan Laily Annisa Kusumastuti.

Presiden Joko Widodo (Jokowi), para menteri dan pasangan capres-cawapres akan diundang dalam acara resepsi.

Rangkaian acara Dhaup Ageng dilaksanakan mulai tanggal 7 Desember 2023 sampai dengan 11 Januari 2024. Prosesi ijab akan digelar pada 10 Januari 2024.

Baca juga: Pura Pakualaman Gelar Dhaup Ageng untuk Prosesi Pernikahan Putra Bungsu

Sedangkan acara resepsi akan digelar dua kali yakni tanggal 10 Januari 2024 dengan tamu undangan sebanyak 1.500. Kemudian resepsi kedua akan digelar pada 11 Januari 2024 dengan tamu undangan 4.000.

Ketua Bidang II panitia Dhaup Ageng, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Radyowisroyo mengatakan tamu-tamu VVIP diundang diacara resepsi pertama.

"Tamu-tamu VVIP, RI 1, RI 2 akan diundang pada saat resepsi jam 12 siang, resepsi pertama," ujarnya dalam jumpa pers, Rabu (3/01/2024).

Diundang pula dalam acara resepsi hari pertama para duta besar negara sahabat. Ada 11 duta besar yang diundang dalam acara resepsi mulai dari Rusia, Uni Emirat Arab, Malaysia, Korea hingga Jepang.

"Selain RI 1, RI 2 juga pejabat pemerintahan di lingkungan pusat, para menteri," ucapnya.

Selain itu 58 kerajaan se-Nusantara juga akan diundang dalam acara tersebut.

Sementara itu, Gusti Kanjeng Bendoro Raden Ayu Adipati Paku Alam (GKBRAA) belum dapat memastikan apakah para capres-cawapres akan hadir. 

"Kita juga mengundang ke enam capres dan cawapres kita undang semua. Tapi apakah mereka akan hadir atau tidak, kita belum tahu," tuturnya.

Selain 58 kerajaan se-Nusantara, dia mengatakan Kerajaan Brunei Darussalam juga diundang.

"Mereka juga bingung karena pada waktu yang bersamaan Kerajaan Brunei juga mantu. Kalau kerajaan-kerajaan di Indonesia, kita mengundang 58 kerajaan," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pura Pakualaman akan menghelat prosesi Dhaup Ageng atau pernikahan antara BPH Kusumo Kuntonugroho dengan dr. Laily Annisa Kusumastuti.

BPH Kusumo Kuntonugroho dengan nama kecil R.M Bhismo Srenggoro Kunto Nugroho merupakan putra kedua dari KGPAA Paku Alam X dan GKBRAA Paku Alam.

Sementara Laily Annisa Kusumastuti merupakan putri dari Tri Prabowo dan (alm) Wijayatun Handrimastuti.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Sabtu 18 Mei 2024, dan Besok : Malam Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Sabtu 18 Mei 2024, dan Besok : Malam Cerah Berawan

Yogyakarta
Bantul dan Yogyakarta Kerja Sama Olah Sampah, Sultan: Semoga UMKM Tumbuh

Bantul dan Yogyakarta Kerja Sama Olah Sampah, Sultan: Semoga UMKM Tumbuh

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Sabtu 18 Mei 2024, dan Besok :Cerah Berawan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Sabtu 18 Mei 2024, dan Besok :Cerah Berawan Sepanjang Hari

Yogyakarta
Mahasiswa FH UGM Hendak Tabrak Mahasiswa Lain Pakai Mobil, Ini Penyebabnya

Mahasiswa FH UGM Hendak Tabrak Mahasiswa Lain Pakai Mobil, Ini Penyebabnya

Yogyakarta
Duet Kustini-Danang di Pilkada Sleman Masih Terbuka, meski Sama-sama Daftar Bakal Calon Bupati

Duet Kustini-Danang di Pilkada Sleman Masih Terbuka, meski Sama-sama Daftar Bakal Calon Bupati

Yogyakarta
Pemkot Yogyakarta Bakal Kirim Sampah ke Bantul untuk Diolah

Pemkot Yogyakarta Bakal Kirim Sampah ke Bantul untuk Diolah

Yogyakarta
Kantornya Digeruduk Warga Gara-gara Penumpukan Sampah, Ini Respons DLH Yogyakarta

Kantornya Digeruduk Warga Gara-gara Penumpukan Sampah, Ini Respons DLH Yogyakarta

Yogyakarta
Bupati Sleman Kustini Mendaftar Maju Pilkada lewat PDI-P

Bupati Sleman Kustini Mendaftar Maju Pilkada lewat PDI-P

Yogyakarta
Tumpukan Sampah di Depo Pengok Yogyakarta, Ekonomi Warga Terdampak

Tumpukan Sampah di Depo Pengok Yogyakarta, Ekonomi Warga Terdampak

Yogyakarta
Bau Sampah Tercium hingga Radius 1 Km, Warga Kampung Pengok Geruduk Kantor DLH Kota Yogyakarta

Bau Sampah Tercium hingga Radius 1 Km, Warga Kampung Pengok Geruduk Kantor DLH Kota Yogyakarta

Yogyakarta
Sayangkan Larangan 'Study Tour' di Sejumlah Daerah, PHRI Gunungkidul: Bisa Berdampak Luas

Sayangkan Larangan "Study Tour" di Sejumlah Daerah, PHRI Gunungkidul: Bisa Berdampak Luas

Yogyakarta
Beberapa Daerah Larang 'Study Tour', PHRI DIY: Apa Bedanya dengan Kunker?

Beberapa Daerah Larang "Study Tour", PHRI DIY: Apa Bedanya dengan Kunker?

Yogyakarta
Pegawai K2 Gunungkidul Minta Diangkat Jadi ASN, Sudah Mengabdi dan Sebagian Akan Pensiun

Pegawai K2 Gunungkidul Minta Diangkat Jadi ASN, Sudah Mengabdi dan Sebagian Akan Pensiun

Yogyakarta
Sumbu Filosofi Yogyakarta Miliki Potensi Bencana, Apa Saja?

Sumbu Filosofi Yogyakarta Miliki Potensi Bencana, Apa Saja?

Yogyakarta
 Mengenal Hewan Raja Kaya dan Maknanya dalam Kehidupan Masyarakat Jawa

Mengenal Hewan Raja Kaya dan Maknanya dalam Kehidupan Masyarakat Jawa

Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com