Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ganjar-Mahfud Unggul di TPS Sultan HB X

Kompas.com - 14/02/2024, 17:17 WIB
Wisang Seto Pangaribowo,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD unggul di TPS tempat Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X mencoblos. 

Diketahui Ngarso Dalem menggunakan hak pilihnya di TPS 12 Ndalem Cokronegaran, Panembahan, Keraton, Kota Yogyakarta, DIY.

Pantauan Kompas.com, Pasangan nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar mendapatkan suara 35.

Baca juga: Prabowo-Gibran Unggul di TPS Bupati dan Wakil Bupati Dompu

 

Pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mendapatkan suara 76.

Sementara, pasangam nomor urut 3 Ganjar Pranowo - Mahfud MD mendapatkan total suara 117.

Total Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS 12 Ndalem Cokronegaran, sebanyak total 283. Sedangkan pemilih yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 230. Surat tidak sah sebanyak 2.

Ketua KPPS TPS 12 Cokronegaran, Suroto mengatakan, penghitungan surat suara presiden membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam.

"Untuk paslon nomor 1 mendapatkan 34. Paslon nomor 2, 76. Dan paslon nomor 3 117. Jadi total keseluruhan 228 suara tidak sah 2," kata dia, Rabu (14/2/2024).

Ia mengatakan total DPT di TPS ini sebanyak 283 sehingga terdapat selisih sebanyak 53.

"Kebanyakan tidak datang. Kalau tidak datang kita kembalikan kami silang dulu, iya dirusak dulu kita anggap rusak," katanya.

Dari hasil ini tidak ada protes dari saksi-saksi. Setelah selesai penghitungan semuanya langsung dikirim melalui aplikasi. Suroto memprediksi dalam mengirim Sirekap kemungkinan terjadi masalah.

"Kemungkinan Sirekap ada masalah, entah itu sinyalnya," kata dia.

Penghitungan seluruh surat suara diperkirakan selesai pada Kamis (15/2/2024) dini hari.

Disinggung soal 2 surat suara yang tidak sah, Suroto menjelaskan karena dicoblos semuanya dan tidak dicoblos sama sekali.

"Yang rusak itu dicoblos semua, dan yang satu lagi tidak dicoblos," katanya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Pj Gubernur Jateng Minta Masyarakat Berhenti Sebut Sukolilo 'Kampung Bandit'

Pj Gubernur Jateng Minta Masyarakat Berhenti Sebut Sukolilo "Kampung Bandit"

Yogyakarta
Puluhan Wisatawan di Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Puluhan Wisatawan di Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Yogyakarta
Diduga Telilit Utang, 1 Warga Magelang Gantung Diri di Teras Rumah

Diduga Telilit Utang, 1 Warga Magelang Gantung Diri di Teras Rumah

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Berawan

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Berawan

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Cerah Berawan

Yogyakarta
Sisa Makanan Jadi Sampah Terbanyak di Yogyakarta

Sisa Makanan Jadi Sampah Terbanyak di Yogyakarta

Yogyakarta
Lansia Penyadap Nira di Kulon Progo Tewas akibat Jatuh dari Pohon Kelapa

Lansia Penyadap Nira di Kulon Progo Tewas akibat Jatuh dari Pohon Kelapa

Yogyakarta
Depo Sampah di Mandala Krida Penuh, Pedagang Keluhkan Omzet Anjlok dan Ganggu Kesehatan

Depo Sampah di Mandala Krida Penuh, Pedagang Keluhkan Omzet Anjlok dan Ganggu Kesehatan

Yogyakarta
Truk Tangki Terguling di Tanjakan, Jalan Raya Kulon Progo Banjir Minyak Jelantah

Truk Tangki Terguling di Tanjakan, Jalan Raya Kulon Progo Banjir Minyak Jelantah

Yogyakarta
Mahasiswa Asal Papua Ditemukan Meninggal di Kamar Kosnya Bantul Yogyakarta

Mahasiswa Asal Papua Ditemukan Meninggal di Kamar Kosnya Bantul Yogyakarta

Yogyakarta
Api Lahap Tanah Kas Desa dan Lahan Warga di Kulon Progo, Penyebab Belum Diketahui

Api Lahap Tanah Kas Desa dan Lahan Warga di Kulon Progo, Penyebab Belum Diketahui

Yogyakarta
Uang Sumbangan Salah Satu MAN di Yogya Dinilai Terlalu Besar, Orangtua Siswa Mengadu ke Ombudsman

Uang Sumbangan Salah Satu MAN di Yogya Dinilai Terlalu Besar, Orangtua Siswa Mengadu ke Ombudsman

Yogyakarta
Musim Kemarau, BPBD Ungkap Daerah Rawan Kekeringan dan Kebakaran Hutan di Yogyakarta

Musim Kemarau, BPBD Ungkap Daerah Rawan Kekeringan dan Kebakaran Hutan di Yogyakarta

Yogyakarta
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan di DIY, Daerah Mana Saja?

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan di DIY, Daerah Mana Saja?

Yogyakarta
Ledakan di Bantul, Polisi Sudah Periksa 10 Saksi tapi Pemilik Petasan Masih Misteri

Ledakan di Bantul, Polisi Sudah Periksa 10 Saksi tapi Pemilik Petasan Masih Misteri

Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com