Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pekerjaan Konstruksi Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Terus Dikebut, Ini Progres Pembangunannya

Kompas.com - 01/11/2022, 10:15 WIB
Wijaya Kusuma,
Ardi Priyatno Utomo

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Progres konstruksi jalan tol Yogyakarta-Bawen seksi 1 atau ruas Yogyakarta- Banyurejo mencapai 8,6 persen. Pekerjaan konstruksi jalan tol Yogya-Bawen seksi 1 ditargetkan akan rampung pada 2024.

"Hingga saat ini progres konstruksi mencapai 8,6 persen, sekarang sedang dikerjakan borepile dan box underpass yang titik-titiknya berada di Kapanewon Mlati, Seyegan, Tempel," ujar Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB), A.J Dwi Winarsa dalam keterangan tertulis Senin (31/10/2022).

Dwi Winarsa menyampaikan, di setiap tahapan pekerjaan konstruksi tegas Dwi terus didorong untuk tetap mengedepankan kebersihan dan meminimalisasi dampak lingkungan sekitar.

Baca juga: Tegas! Basuki Minta Pembangunan Tol Yogya-Bawen Terapkan Empat Hal Ini

Dwi mengungkapkan, total lahan yang dibutuhkan di wilayah DIY seluas 714.278 m2. Sebanyak 64,97 persen telah dibebaskan .

Pihaknya bersama tim pengadaan tanah terus mendorong proses percepatan penyelesaian pembebasan lahan pada ruas jalan tol sepanjang lebih kurang 8,25 km ini segera tuntas.

"Untuk progres bidang tanah telah bebas mencapai 81,38 persen dari total 1.498 bidang, diantaranya merupakan tanah kas desa berjumlah 41 bidang seluas 70.854 m2, masih menunggu izin gubernur," ungkapnya.

Ruas tol Yogyakarta-Bawen melintasi tiga wilayah Kapanewon di Kabupaten Sleman, yakni Mlati di Kalurahan Tirtoadi, Seyegan meliputi Kalurahan Margomulyo, Margodadi, Margokaton serta wilayah Tempel terdiri Tambakrejo, Sumberrejo dan Banyurejo.

Selain tanah milik warga, proyek strategis nasional ini juga membutuhkan lahan pada fasilitas umum dan tanah wakaf.

"Di wilayah Tirtoadi terdapat bangunan tempat wudlu dan gudang Masjid Nurul Huda dan bangunan Mushola Al Baroqah, di Margokaton berupa area sawah atau tegalan dan Musholla Al-Ikhlas," urainya.

Baca juga: Pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen Butuh Tambahan Lahan 44.000 Meter Persegi

Terdapat pula fasilitas pendidikan berupa bangunan SMK 17 Seyegan di Margodadi. Bangunan sekolah ini menempati tanah kas desa, hingga saat ini masih menunggu pembebasan tanah.

"Termasuk bangunan SDN 01 Banyurejo termasuk gedung perpustakaan sedang diupayakan untuk dihindari dengan mengupayakan rekayasa teknik dalam proses konstruksi," tambahnya.

Sementara itu, Staf Pelaksana Lapangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan lahan Tol Jogja – Bawen Seksi 1, Ivan Anggriawan mengatakan terkait dengan rencana penambahan lahan telah dilakukan konsultasi publik.

Hasil konsultasi publik yang telah dilaksanakan pada 18 Oktober 2022 sampai dengan 27 Oktober 2022 seluruh masyarakat pemilik lahan menyatakan sepakat.

Baca juga: Pembangunan Tol Yogya-Bawen Sudah Sampai Tahap Pembebasan Tanah Warga di Kabupaten Magelang

"Pembebasan lahan kita targetkan selesai pada awal semester dua tahun 2023 dengan estimasi penetapan lokasi (penlok) Gubernur terbit di tahun ini, estimasi awal disediakan anggaran Rp 400 miliar," ucapnya.

Total estimasi kebutuhan lahan tambahan sebanyak 617 bidang atau seluas 160.153 m2. Rincianya di Tirtoadi Mlati sebanyak bidang 42 dengan luasan 5.717 m2, 19 bidang seluas 4.600 m2 di Margomulyo Sayegan, di Margodadi Sayegan jumlah bidang 88 seluas 22.576 m2.

"Di Margokaton Sayegan ada 216 bidang seluas 64.287 m2, Banyurejo Tempel seluas 31.561 sebanyak 145 bidang, lalu di Sumberejo Tempel membutuhkan 8 bidang seluas luas ± 2.016 m2 dan Tambakrejo Tempel butuh 99 bidang seluas kurang lebih 29.396 m2," pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Penodong Perempuan di JJLS Bantul Dibekuk, Motor dan HP Diamankan

Penodong Perempuan di JJLS Bantul Dibekuk, Motor dan HP Diamankan

Yogyakarta
Lagi, DLH Gunungkidul Tutup Lokasi Pembuangan Sampah Ilegal

Lagi, DLH Gunungkidul Tutup Lokasi Pembuangan Sampah Ilegal

Yogyakarta
Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Truk di Kulon Progo

Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Truk di Kulon Progo

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Kamis 23 Mei 2024, dan Besok : Cerah Berawan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Kamis 23 Mei 2024, dan Besok : Cerah Berawan Sepanjang Hari

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Kamis 23 Mei 2024, dan Besok : Siang Berawan

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Kamis 23 Mei 2024, dan Besok : Siang Berawan

Yogyakarta
Persoalan Sampah Jadi PR Pj Wali Kota Yogyakarta yang Baru

Persoalan Sampah Jadi PR Pj Wali Kota Yogyakarta yang Baru

Yogyakarta
Tanjakan Bibis, Titik Rawan Kecelakaan di Kulon Progo yang Harus Diwaspadai Wisatawan

Tanjakan Bibis, Titik Rawan Kecelakaan di Kulon Progo yang Harus Diwaspadai Wisatawan

Yogyakarta
8 Warga Binaan Lapas Cebongan Sleman Diduga Terlibat Pungli

8 Warga Binaan Lapas Cebongan Sleman Diduga Terlibat Pungli

Yogyakarta
Dugaan Pungli di Lapas Cebongan, Polisi Temukan Buku Rekening Berisi Miliaran Rupiah

Dugaan Pungli di Lapas Cebongan, Polisi Temukan Buku Rekening Berisi Miliaran Rupiah

Yogyakarta
Alami Gangguan Pengereman, KA Fajar Utama Yogyakarta Telat 2 Jam

Alami Gangguan Pengereman, KA Fajar Utama Yogyakarta Telat 2 Jam

Yogyakarta
Jadwal PPDB SMA/SMK di Yogyakarta 2024

Jadwal PPDB SMA/SMK di Yogyakarta 2024

Yogyakarta
Lantik Dua Pj Kepala Daerah, Sultan Singgung Masalah Sampah dan Bandara YIA

Lantik Dua Pj Kepala Daerah, Sultan Singgung Masalah Sampah dan Bandara YIA

Yogyakarta
Mahfud MD Sebut Demokrasi Indonesia Mirip seperti Saat Nazisme dan Fasisme Lahir

Mahfud MD Sebut Demokrasi Indonesia Mirip seperti Saat Nazisme dan Fasisme Lahir

Yogyakarta
Kustini Terima Rekomendasi sebagai Bakal Calon Bupati Sleman dari DPP PAN

Kustini Terima Rekomendasi sebagai Bakal Calon Bupati Sleman dari DPP PAN

Yogyakarta
Dihantam Gelombang, Perahu Nelayan Gunungkidul Karam

Dihantam Gelombang, Perahu Nelayan Gunungkidul Karam

Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com