Salin Artikel

Kisah Satiyem, Janda Veteran Perang Asal Klaten, Tinggal di Rumah Reyot, Tak Dapat Bansos

KLATEN, KOMPAS.com - Satiyem (72), warga RT 007, RW 001 Kampung Karangduwet, Kelurahan Mojayan, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah tinggal di rumah yang jauh dari kata layak.

Rumah berdinding anyaman bambu dan triplek yang dihuni Satiyem sejak puluhan tahun kondisinya lapuk dan berlubang. Beberapa atap rumah Satiyem rusak.

Ironisnya, Satiyem yang merupakan janda veteran pejuang kemerdekaan Republik Indonesia ini tidak pernah tersentuh bantuan pemerintah.

Rumah yang dihuni Satiyem berada di bagian ujung di antara rumah warga dan berdekatan dengan sungai.

Rumah Satiyem berdampingan dengan rumah anaknya Nur Kasanah (39). Rumah mereka hanya dipisahkan dinding triplek. Kondisi rumah anaknya juga memprihatinkan.

Satiyem mengaku setiap hari tidur di ruang tamu dengan beralaskan kasur busa lusuh. Satiyem tak pernah menghiraukan udara dingin di malam hari.

"Setiap hari tidurnya di sini (ruang tamu)," ucap Satiyem didampingi Nur Kasanah ketika ditemui Kompas.com di rumahnya, Selasa (20/12/2022) siang.

Satiyem tidak pernah dapat bantuan dari pemerintah sudah sejak lama. Beberapa kali mengajukan agar mendapatkan bantuan tidak pernah berhasil.

Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, Satiyem hanya mengandalkan gaji pensiunan dari suaminya. Setiap bulan Satiyem menerima uang pensiun Rp 600.000 - Rp 700.000.

Namun, sudah beberapa bulan uang pensiunan yang menjadi penghasilan Satiyem satu-satunya untuk menyambung hidup itu tidak bisa diambil lagi.

"Sudah beberapa bulan ini tidak dapat pensiunan," tambah Nur Kasanah, anak ketiga Satiyem.

Andalkan jualan anak

Kini, Satiyem hanya bergantung kepada Nur Kasanah. Setiap hari Nur Kasanah menitipkan makanan seperti tahu bacem, telur puyuh, tahu petis ke warung hidangan istimewa kampung (HIK) di sekitar rumah.

Penghasilan Nur Kasanah tidak menentu tergantung makanan yang dititipkannya itu semuanya habis terjual atau tidak. Nur Kasanah sendiri memiliki tiga anak dari pernikahannya dengan Iswanto. Suami Nur Kasanah sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan.

"Saya jualan makanan tahu bacem, telur puyuh, tahu petis. Setiap sore saya titipkan di warung sekitar rumah. Kadang laku (habis), kadang tidak (habis)," ungkap Nur Kasanah.

Nur Kasanah menyampaikan dirinya sudah sering mengusulkan dan mengajukan agar ibunya Satiyem bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Sampai sekarang, belum pernah ada bantuan dari pemerintah yang diterima oleh Satiyem.

"Sudah pernah (diusulkan agar dapat bantuan). Tapi mboten saget mandap (tidak bisa turun) bantuannya karena angsal pensiunan," kata Nur Kasanah.

Kondisi perekonomian yang serba kekurangan ini membuat Satiyem tidak bisa memperbaiki rumahnya.

Satiyem pernah diusulkan untuk ikut program bedah rumah tidak layak huni. Namun, sampai sekarang tidak ada kejelasan program tersebut.

"Ini rumah sudah pernah diusulkan dapat bantuan rehab. Sudah difoto-foto (rumahnya) sampai sekarang belum (direhab)," terang Nur Kasanah.

Dikonfirmasi terpisah, Lurah Mojayan Ponirah mengatakan Satiyem tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah karena merupakan janda veteran yang setiap bulan sudah menerima pensiunan.

"Nggak dapat bantuan itu karena dia janda veteran sudah dapat pensiunan," kata dia dikonfirmasi melalui pesan elektronik.

Ponirah juga mengatakan sampai sekarang belum ada pengusulan program rehab rumah untuk Satiyem.

"Sejak saya dilantik jadi lurah definitif belum ada pengusulan rehab rumah," ungkap dia.

https://yogyakarta.kompas.com/read/2022/12/20/141417378/kisah-satiyem-janda-veteran-perang-asal-klaten-tinggal-di-rumah-reyot-tak

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke