NEWS
Salin Artikel

Cari Alternatif Lokasi Pembuangan Sampah, Pemkot Yogyakarta Kerja Sama dengan Klaten

Untuk itu, Pemkot Yogyakarta menjajaki kerja sama dengan Kabupaten Klaten terkait pembuangan sampah.

Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta Sumadi menyampaikan, salah satu tugas yang harus segera dikerjakan adalah soal pengelolaan sampah.

Pasalnya, saat TPA Regional Piyungan tutup selama beberapa hari terjadi penumpukan sampah di Kota Yogyakarta.

Pihaknya telah menyiapkan berbagai skenario jika nantinya TPA Regional Piyungan kembali ditutup.

"Teman-teman kami di Yogyakarta sudah menyiapkan untuk mengantisipasi apabila terjadi hal-hal seperti di TPA piyungan. Jadi kita sudah menyiapkan yang di Nitikan Kidul Vismart itu ada sekitar tanah 3.000 (meter persegi) untuk pengolahan jadi bukan penimbunan tapi pengolahan," kata dia ditemui di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Selasa (24/5/2022).

Ia menyampaikan saat TPA Regional Piyungan ditutup selama tiga hari sampah di Kota Yogyakarta menumpuk, sehingga dikhawatirkan berdampak ke kenyamanan wisatawan yang datang.

"Karena kita hidupnya dari wisata, kalau kotor enggak enak," kata dia.

"Kita juga sudah menjajaki dan mudah-mudahan deal dalam waktu dekat ini ketika nanti TPA Piyungan ada hal-hal yang mungkin di luar kemampuan kita, kita sudah kerja sama dengan Klaten," jelas dia.

Ia mengungkapkan, TPA di Klaten masih memungkinkan untuk menampung sampah dari Kota Yogyakarta, karena masih memiliki lahan yang luas.

"Di sana TPA masih kemungkinan lebar ada sekitar berapa hekatr itu siap untuk menampung dari Yogyakarta," jelas Sumadi.


Sumadi menambahkan, ada satu kendala yang harus dipikirkan dengan matang yakni soal ongkos operasional yang dinilai besar.

"Hanya sedang kita hitung tentang ongkos operasional ini besar karena jauhnya dan sebagainya. Kita sudah siap-siap itu," kata dia.

Kerja sama dengan kabupaten lain diperlukan karena saat ini TPA Regional Piyungan hanya memiliki lahan terbatas yakni lahan TPA transisi yang diperkirakan hanya bertahan satu sampai dua tahun saja.

"Kalau TPA Piyungan hanya diberi transisi 1-2 tahun kita di kota pun harus pikirkan jangka jauh kalau 1-2 tahun gimana, di samping alternatif pemanfaatan teknologi seperti yang nanti di Nitikan itu. Kita kan sangat terbatas lahannya harus berpikir keras," beber Sumadi.

Ia berharap penjajakan dengan Kabupaten Klaten ini dapat berjalan dengan lancar, sehingga pada akhir tahun ini dapat segera direalisasikan untuk mengurangi beban TPA Piyungan.

"Iya (tidak semua ke piyungan), di samping kita kabupaten dan kota untuk mensosialisasi mengedukasi mayarakat memilah sampahnya gitu lho sudah kita lakukan," pungkas dia.

https://yogyakarta.kompas.com/read/2022/05/24/140813978/cari-alternatif-lokasi-pembuangan-sampah-pemkot-yogyakarta-kerja-sama

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Regional
Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Regional
Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Regional
Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Regional
Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Regional
Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Regional
Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Regional
Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Regional
Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Regional
Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Regional
Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Regional
Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Regional
Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Regional
Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Regional
Peringati HUT Ke-65 Riau, Gubernur Syamsuar Paparkan Keberhasilan Proker Pemprov Riau

Peringati HUT Ke-65 Riau, Gubernur Syamsuar Paparkan Keberhasilan Proker Pemprov Riau

Regional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.