Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tedhak Siten, Tradisi Turun Tanah yang Penuh Makna dan Harapan

Kompas.com - 21/05/2024, 22:56 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Tedhak siten adalah tradisi Jawa yang terkait dengan perjalanan hidup manusia terutama di fase kelahiran dan tumbuh kembang anak.

Istilah tedhak siten berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, yaitu “tedhak” yang berarti “menapakkan kaki”, dan “siten” yang berasal dari kata “siti” berarti “bumi” atau “tanah”.

Baca juga: Mengenal Tradisi Nyekar atau Nyadran di Lumajang

Sehingga tedhak siten juga dapat diartikan sebagai tradisi turun tanah, atau saat anak mulai berjalan di atas tanah.

Tradisi ini dilakukan dengan diiringi doa dan harapan dari keluarga, khususnya orang tua kepada anaknya.

Baca juga: Mengenal Tradisi Sinoman di Jawa dan Manfaatnya

Terlebih tradisi tedhak siten dipercaya dapat memperkirakan minat dan bakat seorang yang baru bisa berjalan.

Baca juga: Mengenal Tradisi Kliwonan di Batang dan Tujuannya

Waktu Pelaksanaan Tradisi Tedhak Siten

Tradisi tedhak siten biasanya dilaksanakan saat anak memasuki usia sekitar delapan bulan.

Dalam hitungan Jawa, pelaksanaan tradisi ini dilakukan ketika anak berusia tujuh lapan.

Hitungan satu lapan sama dengan 35 hari, sehingga tradisi ini akan dilakukan pada usia 245 hari.

Sesuai tumbuh kembang anak, pada saat tradisi ini dilakukan biasanya anak sudah mulai belajar duduk atau berjalan di tanah.

Perlengkapan (Ubarampe) Tradisi Tedhak Siten

Terdapat beberapa perlengkapan atau ubarampe yang harus disiapkan untuk melakukan tradisi tedhak siten.

Seperti pada tradisi lain, terdapat beberapa jenis makanan yang digunakan dalam prosesinya.

Makanan yang dipersiapkan untuk melaksanakan tradisi tedhak siten yaitu tumpeng, bubur merah, bubur putih, bubur boro-boro (bubur yg terbuat dari bekatul), jadah (makanan yang terbuat dari beras ketan) 7 warna, dan berbagai jajan pasar.

Selain itu ada juga peralatan yang disiapkan, seperti tangga yang terbuat dari tebu, kurungan ayam, jarik, bokor (baskom) berisi pasir, kembang setaman, beras kuning dan uang logam, perhiasan, serta mainan yang melambangkan berbagai profesi.

Simbol dan Makna pada Tradisi Tedhak Siten

Setiap makanan dan peralatan yang digunakan dalam tradisi tedhak siten tentunya menyiratkan suatu simbol yang memiliki makna tersendiri.

Seperti jadah warna-warni yang melambangkan dunia atau kehidupan yang kelak akan ditempuh sang anak. Selain itu, jadah juga melambangkan suatu harapan agar anak dapat mengatasi berbagai macam kesulitan dalam hidupnya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Puluhan Wisatawan di Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Puluhan Wisatawan di Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Yogyakarta
Diduga Telilit Utang, 1 Warga Magelang Gantung Diri di Teras Rumah

Diduga Telilit Utang, 1 Warga Magelang Gantung Diri di Teras Rumah

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Berawan

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Berawan

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Cerah Berawan

Yogyakarta
Sisa Makanan Jadi Sampah Terbanyak di Yogyakarta

Sisa Makanan Jadi Sampah Terbanyak di Yogyakarta

Yogyakarta
Lansia Penyadap Nira di Kulon Progo Tewas akibat Jatuh dari Pohon Kelapa

Lansia Penyadap Nira di Kulon Progo Tewas akibat Jatuh dari Pohon Kelapa

Yogyakarta
Depo Sampah di Mandala Krida Penuh, Pedagang Keluhkan Omzet Anjlok dan Ganggu Kesehatan

Depo Sampah di Mandala Krida Penuh, Pedagang Keluhkan Omzet Anjlok dan Ganggu Kesehatan

Yogyakarta
Truk Tangki Terguling di Tanjakan, Jalan Raya Kulon Progo Banjir Minyak Jelantah

Truk Tangki Terguling di Tanjakan, Jalan Raya Kulon Progo Banjir Minyak Jelantah

Yogyakarta
Mahasiswa Asal Papua Ditemukan Meninggal di Kamar Kosnya Bantul Yogyakarta

Mahasiswa Asal Papua Ditemukan Meninggal di Kamar Kosnya Bantul Yogyakarta

Yogyakarta
Api Lahap Tanah Kas Desa dan Lahan Warga di Kulon Progo, Penyebab Belum Diketahui

Api Lahap Tanah Kas Desa dan Lahan Warga di Kulon Progo, Penyebab Belum Diketahui

Yogyakarta
Uang Sumbangan Salah Satu MAN di Yogya Dinilai Terlalu Besar, Orangtua Siswa Mengadu ke Ombudsman

Uang Sumbangan Salah Satu MAN di Yogya Dinilai Terlalu Besar, Orangtua Siswa Mengadu ke Ombudsman

Yogyakarta
Musim Kemarau, BPBD Ungkap Daerah Rawan Kekeringan dan Kebakaran Hutan di Yogyakarta

Musim Kemarau, BPBD Ungkap Daerah Rawan Kekeringan dan Kebakaran Hutan di Yogyakarta

Yogyakarta
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan di DIY, Daerah Mana Saja?

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan di DIY, Daerah Mana Saja?

Yogyakarta
Ledakan di Bantul, Polisi Sudah Periksa 10 Saksi tapi Pemilik Petasan Masih Misteri

Ledakan di Bantul, Polisi Sudah Periksa 10 Saksi tapi Pemilik Petasan Masih Misteri

Yogyakarta
Pemilik Rental Mobil di Yogyakarta 'Blacklist' Penyewa Ber-KTP Pati, Ada yang sejak 2020

Pemilik Rental Mobil di Yogyakarta "Blacklist" Penyewa Ber-KTP Pati, Ada yang sejak 2020

Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com