Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejumlah Wilayah di Yogyakarta Tak Ada Sekolah Negeri, Disdikpora Berlakukan Zonasi Daerah

Kompas.com - 21/05/2024, 22:15 WIB
Wisang Seto Pangaribowo,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta akan memberlakukan zonasi daerah pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Hal ini lantaran terdapat wilayah yang tak terjangkau zonasi sekolah. 

Sekertaris Disdikpora Kota Yogyakarta, Tyasning Handayani Shanti mengatakan, ada beberapa wilayah di Kota Yogyakarta yang blank spot.

Baca juga: Aturan Baru PPDB SMP di Banyumas 2024, Tak Boleh Lagi Numpang KK

Seperti di Kemantren Umbulharjo yang wilayahnya cukup luas. Sementara hanya ada satu sekolah yakni di SMP Negeri 10. Lalu ada juga di Kemantren Mergangsang yang tidak ada sekolah negeri. Kemudian Kemantren Pakualaman juga tidak memiliki sekolah negeri.

"Banyak yang blank spot, dengan zonasi daerah syaratnya nilai rapor gabungan 5 semester dan ASPD," kata dia, Selasa (21/5/2024).

Zonasi daerah kuotanya 44%, zonasi radius 15%, KMS 11%, disabilitas 5%, bibit unggul 10%, prestasi luar daerah 10%, perpindahan orang tua dan kemasalahatan guru 5%," paparnya.

"Jadi nanti bersaingnya dengan sama-sama yang masuk zonasi daerah," katanya.

Menurut dia, jika beberapa daerah yang blank spot tersebut menggunakan zonasi murni seperti yang tercantum pada aturan pemerintah pusat maka tidak adil bagi masyarakat yang tempat tinggalnya jauh dari sekolah.

Lebih lanjut dia juga mengungkapkan aturan baru dalam PPDB jalur pindah tugas orangtua. Tahun lalu, SK mutasi orangtua yang sudah berjalan tiga tahun masih diakomodasi. Namun, untuk tahun ini tidak. 

"Jadi SKnya satu tahun diakomodasi lebih dari itu sudah tidak bisa menggunakan jalur perpindahan tugas orangtua," kata dia.

Untuk zonasi radius ditujukan bagi siswa yang KK Kota Yogyakarta yang statusnya wajib anak atau cucu.

"Zonasi radius itu ditujukan pada mereka yang KK-nya kota, yang statusnya di KK itu anak atau cucu, kalau dulu kan ada family lain bisa diakomodasi dan menjadi permasalahan kemarin," pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Pj Gubernur Jateng Minta Masyarakat Berhenti Sebut Sukolilo 'Kampung Bandit'

Pj Gubernur Jateng Minta Masyarakat Berhenti Sebut Sukolilo "Kampung Bandit"

Yogyakarta
Puluhan Wisatawan di Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Puluhan Wisatawan di Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Yogyakarta
Diduga Telilit Utang, 1 Warga Magelang Gantung Diri di Teras Rumah

Diduga Telilit Utang, 1 Warga Magelang Gantung Diri di Teras Rumah

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Berawan

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Berawan

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Cerah Berawan

Yogyakarta
Sisa Makanan Jadi Sampah Terbanyak di Yogyakarta

Sisa Makanan Jadi Sampah Terbanyak di Yogyakarta

Yogyakarta
Lansia Penyadap Nira di Kulon Progo Tewas akibat Jatuh dari Pohon Kelapa

Lansia Penyadap Nira di Kulon Progo Tewas akibat Jatuh dari Pohon Kelapa

Yogyakarta
Depo Sampah di Mandala Krida Penuh, Pedagang Keluhkan Omzet Anjlok dan Ganggu Kesehatan

Depo Sampah di Mandala Krida Penuh, Pedagang Keluhkan Omzet Anjlok dan Ganggu Kesehatan

Yogyakarta
Truk Tangki Terguling di Tanjakan, Jalan Raya Kulon Progo Banjir Minyak Jelantah

Truk Tangki Terguling di Tanjakan, Jalan Raya Kulon Progo Banjir Minyak Jelantah

Yogyakarta
Mahasiswa Asal Papua Ditemukan Meninggal di Kamar Kosnya Bantul Yogyakarta

Mahasiswa Asal Papua Ditemukan Meninggal di Kamar Kosnya Bantul Yogyakarta

Yogyakarta
Api Lahap Tanah Kas Desa dan Lahan Warga di Kulon Progo, Penyebab Belum Diketahui

Api Lahap Tanah Kas Desa dan Lahan Warga di Kulon Progo, Penyebab Belum Diketahui

Yogyakarta
Uang Sumbangan Salah Satu MAN di Yogya Dinilai Terlalu Besar, Orangtua Siswa Mengadu ke Ombudsman

Uang Sumbangan Salah Satu MAN di Yogya Dinilai Terlalu Besar, Orangtua Siswa Mengadu ke Ombudsman

Yogyakarta
Musim Kemarau, BPBD Ungkap Daerah Rawan Kekeringan dan Kebakaran Hutan di Yogyakarta

Musim Kemarau, BPBD Ungkap Daerah Rawan Kekeringan dan Kebakaran Hutan di Yogyakarta

Yogyakarta
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan di DIY, Daerah Mana Saja?

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan di DIY, Daerah Mana Saja?

Yogyakarta
Ledakan di Bantul, Polisi Sudah Periksa 10 Saksi tapi Pemilik Petasan Masih Misteri

Ledakan di Bantul, Polisi Sudah Periksa 10 Saksi tapi Pemilik Petasan Masih Misteri

Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com