Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Awal Kemarau, Warga di Gunungkidul Mulai Beli Air Bersih Seharga Rp 170.000

Kompas.com - 20/05/2024, 17:34 WIB
Markus Yuwono,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Hujan yang menghilang sejak sebulan terakhir membuat sebagian warga Gunungkidul, DI Yogyakarta mulai membeli air bersih.

Salah satu lokasi yang sudah merasakan dampak kekeringan adalah wilayah Girisuko, Panggang. Adapun warga yang sudah terdampak yakni Padukuhan Temuireng, Temuireng 2, dan Gebang.

Baca juga: Di Depan Delegasi WWF, Jokowi Sebut Petani Kecil Rentan Alami Kekeringan di Tahun 2050

"Kemarau dan hujan sudah tidak turun sejak sebulan terakhir, warga sudah membeli air," kata Carik Kalurahan Girisuko Wahyu Setyoningsih saat dihubungi wartawan melalui telepon Senin (20/5/2024) pagi.

Saat musim hujan, warga menampung di penampungan air hujan (PAH). Saat ini sudah habis digunakan.

Warga sudah membeli air dari tangki swasta kapasitas 5.000 liter dengan harga Rp 140.000 sampai Rp 170.000. Harga tersebut tergantung jarak dengan bak penampung.

"Lamanya penggunaan air satu tangki tergantung kebutuhan,"kata dia.

Pihaknya berharap ada saluran air bersih, sehingga mengurangi dampak kemarau. Selain itu, dia jugasegera mengajukan bantuan air bersih ke BPBD pada bulan Juni mendatang.

Terpisah Kepala Pelaksana Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Purwono mengatakan, pihaknya belum menerima permintaan bantuan air bersih dari Kalurahan. Penyaluran air bersih dilakukan jika sudah ada permintaan tertulis dari Kalurahan.

"Kemungkinan mulai pada bulan Juni. Prinsipnya jika ada permintaan dan kita cek, langsung kita salurkan," kata dia.

Dijelaskannya, BPBD Kabupaten Gunungkidul menyiapkan 1.000 tangki bantuan air bersih kepada warga. Untuk itu, pihaknya berharap Kalurahan tidak segan untuk meminta bantuan.

"Kita siapkan 1000 tangki tahun ini," kata Purwono.

Direktur PDAM Tirta Handayani Toto Sugiharta mengatakan pihaknya terus melakukan upaya mengurangi dampak kekeringan dengan memperluas jaringan perpipaan.

Salah satunya proyek intake dan jaringan perpipaan dengan memanfaatkan sumber air yang berada di sungai bawah tanah Ngobaran, Kapanewon Saptosari oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serahu Opak (BBWSO)

Toto memastikan jika proyek intake dan jaringan perpipaan telah rampung, sumber air dari sungai bawah tanah Ngobaran dapat dialiri ke 10.000 rumah.

"Dari reservoar karang ke Cekel-Wono, Ngobaran-Temuireng Utara dan sudah siap untuk pelayanan kalau tambahan debit dari sungai bawah tanah Ngobaran tahap dua terlaksana," kata Toto. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Mengamuk, Sapi Jantan di Klaten Ditenangkan dengan Sapi Betina

Mengamuk, Sapi Jantan di Klaten Ditenangkan dengan Sapi Betina

Yogyakarta
Variasi Olahan Daging Kurban, Warga Gunungkidul Serbu Penggilingan Daging

Variasi Olahan Daging Kurban, Warga Gunungkidul Serbu Penggilingan Daging

Yogyakarta
Rumah Terdampak Tambang Urug di Gunungkidul Tidak Direlokasi

Rumah Terdampak Tambang Urug di Gunungkidul Tidak Direlokasi

Yogyakarta
Keraton Yogyakarta Gelar Grebeg Besar Peringati Idul Adha, Warga 'Nyandhong' Gunungan

Keraton Yogyakarta Gelar Grebeg Besar Peringati Idul Adha, Warga "Nyandhong" Gunungan

Yogyakarta
Anggota DPRD Terpilih Asal Papua Meninggal Dunia Setelah Jadi Korban Tabrak Lari di Yogyakarta

Anggota DPRD Terpilih Asal Papua Meninggal Dunia Setelah Jadi Korban Tabrak Lari di Yogyakarta

Yogyakarta
Cerita Pemilik Rumah Terdampak Tambang Urug Tol Gunungkidul, Diliputi Rasa Waswas

Cerita Pemilik Rumah Terdampak Tambang Urug Tol Gunungkidul, Diliputi Rasa Waswas

Yogyakarta
Viral, Video Tambang Mepet Rumah Warga di Gunungkidul, Dikeruk untuk Tol

Viral, Video Tambang Mepet Rumah Warga di Gunungkidul, Dikeruk untuk Tol

Yogyakarta
Kronologi Ambulans Bawa Jenazah Tabrak Truk di Tol Pemalang-Batang, 2 Tewas

Kronologi Ambulans Bawa Jenazah Tabrak Truk di Tol Pemalang-Batang, 2 Tewas

Yogyakarta
Sapi dari Presiden Jokowi Dibagikan untuk 515 Keluarga di 5 Dusun Kulon Progo

Sapi dari Presiden Jokowi Dibagikan untuk 515 Keluarga di 5 Dusun Kulon Progo

Yogyakarta
Terjerat Tali, Sapi untuk Kurban Malah Mati di Gunungkidul

Terjerat Tali, Sapi untuk Kurban Malah Mati di Gunungkidul

Yogyakarta
Geram: Pemain Judi 'Online' Sama dengan Pemakai Narkoba

Geram: Pemain Judi "Online" Sama dengan Pemakai Narkoba

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Selasa 18 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Berawan

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Selasa 18 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Berawan

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Selasa 18 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Selasa 18 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Cerah Berawan

Yogyakarta
Polisi Masih Periksa 3 Orang Pemilik Puluhan Kendaraan Bodong di Pati

Polisi Masih Periksa 3 Orang Pemilik Puluhan Kendaraan Bodong di Pati

Yogyakarta
Sapi Kurban di Gunungkidul Lari 20 Km Keluar Masuk Gang, Butuh 3 Jam untuk Menangkap

Sapi Kurban di Gunungkidul Lari 20 Km Keluar Masuk Gang, Butuh 3 Jam untuk Menangkap

Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com