Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mensos Risma Janji Bantu Eks Napiter yang Ingin Buka Usaha, tapi Bentuknya Bukan Uang Tunai

Kompas.com - 13/05/2024, 23:03 WIB
Wijaya Kusuma,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini bertemu dan berdialog dengan para eks narapidana terorisme (Napiter) di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPKS) Yogyakarta. Ada sebanyak 25 eks napiter yang hadir berdialog dengan Tri Rismaharini.

Pada kesempatan itu, Risma memberikan semangat kepada para eks napiter untuk memulai kehidupan yang baru. Dia pun memastikan Dinas Sosial akan membantu para eks napiter yang ingin memulai usaha.

Di hadapan para eks napiter, dia memutar video tentang seorang remaja disabilitas yang tidak menyerah dengan kondisinya. Setiap hari, ramaja tersebut berjualan makanan dan minuman ringan dengan berkeliling naik sepeda roda tiga guna untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Baca juga: Napiter Asal Malang Ikrar Setia NKRI di Lapas Tuban

Kemudian Tri Risma yang mengetahui hal tersebut segera memberikan bantuan berupa motor listrik roda tiga. Alhasil remaja tersebut tidak perlu lagi bersusah payah mengayuh sepeda.

Jarak tempuh untuk keliling berjualan pun menjadi lebih jauh. Sehingga penghasilanya meningkat dibandingkan sebelumnya.

Kisah remaja yang tidak menyerah dengan keterbatasan kondisi fisiknya itu pun membuat sejumlah eks napiter terharu. Tampak beberapa eks napiter menyaksikan video sembari beberapa kali mengusap air matanya.

Video tersebut diputar dengan tujuan menjadi inspirasi dan motivasi bagi para eks napiter, agar tidak mudah patah semangat menghadapi berbagai tantangan dalam memulai kehidupan yang baru dan merintis usaha.

Risma mengaku mendapatkan surat dari eks napiter yang meminta bantuan untuk pemberdayaan.

"Yang minta bantuan kita untuk pemberdayaan karena loh kok banyak. Sudah saya tak ketemu dulu sama mereka," ujarnya, Senin (13/05/2024).

Di pertemuan itu, Risma pun mendengarkan curahan hati para eks napiter yang kehilangan mata pencaharian dan kesulitan dalam mencari pekerjaan setelah keluar dari penjara. Padahal mereka harus menghidupi keluarga.

Risma menyampaikan Kementerian Sosial akan membantu para eks napiter dalam membuka usaha. Sebab usaha tersebut untuk memenuhi hidup serta masa depan mereka dan keluarganya.

"Kita akan bantu mereka untuk melakukan usahanya untuk kehidupan mereka ke depan," tuturnya.

Diakui Risma, ada banyak tantangan yang harus dihadapi oleh para eks napiter. Salah satunya, saat mereka kembali kekehidupan di masyarakat.

"Memang banyak tantangan karena banyak kemudian yang dari beberapa masyarakat yang masih curiga dan sebagainya. Tapi itu lah tantangan, saya pikir kalau mereka siap mereka akan bisa menangkan untuk mereka bisa lebih berhasil kehidupan mereka," tandasnya.

Diungkapkan Risma, para eks napiter nantinya akan diasesmen. Hal itu guna mengetahui bidang-bidang usaha yang diinginkan. Di sisi lain, Kementerian Sosial pun akan memberikan pendampingan dalam merintis usaha.

Baca juga: Napiter Asal Makassar Dinyatakan Bebas Murni dari Lapas Madiun

Halaman Berikutnya
Halaman:


Terkini Lainnya

Truk Terguling hingga Masuk Jurang di Bantul, Obat Nyamuk Bakar Berhamburan di Jalanan

Truk Terguling hingga Masuk Jurang di Bantul, Obat Nyamuk Bakar Berhamburan di Jalanan

Yogyakarta
Kemenlu Sebut 165 WNI Terancam Hukuman Mati, Terbanyak di Malaysia dengan Kasus Narkoba

Kemenlu Sebut 165 WNI Terancam Hukuman Mati, Terbanyak di Malaysia dengan Kasus Narkoba

Yogyakarta
Sakit Hati Difitnah Curi Ayam, Pria di Gunungkidul Bunuh Nenek Tetangganya Sendiri

Sakit Hati Difitnah Curi Ayam, Pria di Gunungkidul Bunuh Nenek Tetangganya Sendiri

Yogyakarta
Curi Sepeda Motor, Pria Asal Sukoharjo 'Didor' Polisi di Gunungkidul

Curi Sepeda Motor, Pria Asal Sukoharjo "Didor" Polisi di Gunungkidul

Yogyakarta
Pelaku Pembunuhan Nenek di Gunungkidul Ditangkap, Motif Sakit Hati Difitnah

Pelaku Pembunuhan Nenek di Gunungkidul Ditangkap, Motif Sakit Hati Difitnah

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Kamis 20 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Kamis 20 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Cerah Berawan

Yogyakarta
Diskominfo Pati Kesulitan Ubah Cap Negatif Sukolilo di Google Maps, Ini Alasannya

Diskominfo Pati Kesulitan Ubah Cap Negatif Sukolilo di Google Maps, Ini Alasannya

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Kamis 20 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Kamis 20 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Cerah Berawan

Yogyakarta
Pilkada 2024, Bupati Bantul Bantah Pecah Kongsi dengan Wakilnya

Pilkada 2024, Bupati Bantul Bantah Pecah Kongsi dengan Wakilnya

Yogyakarta
Alami Kecelakaan Tunggal, Pengendara Motor di Bantul Ditemukan Tewas di Bawah Jembatan

Alami Kecelakaan Tunggal, Pengendara Motor di Bantul Ditemukan Tewas di Bawah Jembatan

Yogyakarta
Mengenal Blondo, Kuliner Lawas dari Sisa Pembuatan Minyak Kelapa

Mengenal Blondo, Kuliner Lawas dari Sisa Pembuatan Minyak Kelapa

Yogyakarta
Usai Tabrak Lari Anggota DPRD Terpilih Asmat, Pelaku Sempat Jalan-jalan ke Malioboro

Usai Tabrak Lari Anggota DPRD Terpilih Asmat, Pelaku Sempat Jalan-jalan ke Malioboro

Yogyakarta
Tabrak Lari Anggota DPRD Terpilih Asmat, Pelaku Sempat Konsumsi Sabu

Tabrak Lari Anggota DPRD Terpilih Asmat, Pelaku Sempat Konsumsi Sabu

Yogyakarta
Lagi, Sampah Menumpuk di Jalanan Kota Yogyakarta

Lagi, Sampah Menumpuk di Jalanan Kota Yogyakarta

Yogyakarta
4 Jemaah Haji Asal DIY Meninggal Dunia di Tanah Suci, Apa Penyebabnya?

4 Jemaah Haji Asal DIY Meninggal Dunia di Tanah Suci, Apa Penyebabnya?

Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com