Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pimpinan Panti Asuhan Cabuli Anak Asuhnya di Kulon Progo, Dinsos Asesmen Menyeluruh

Kompas.com - 11/10/2022, 22:57 WIB
Dani Julius Zebua,
Khairina

Tim Redaksi

 

KULON PROGO, KOMPAS.com –Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kulon Progo akan melakukan asesmen menyeluruh pada penghuni Panti Asuhan AS di Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Asesmen untuk memastikan semua penghuni panti terlindungi dan mendapat layanan lembaga kesejahteraan sosial anak ini tetap berlangsung.

Baca juga: Pimpinan Panti Asuhan Cabuli Anak Asuh di Kulon Progo, Beraksi sejak 2020

Dinsos Kulon Progo menggandeng psikolog dari Dinas Sosial DIY dan pihak lain untuk terlibat asesmen menyeluruh itu.

“Kami telah membentuk tim ke panti untuk menemui pengurus dan komunikasi dengan penghuni. Namun (hasil) masih dangkal. Karenanya Dinsos segera assesmen menyeluruh,” kata Yohanes Irianta, Kepala Dinsos PPPA Kulon Progo, di ujung telepon, Selasa (11/10/2022).

Langkah asesmen mencuat setelah kasus dua penghuni panti, di mana salah satunya masih 15 tahun, menjadi korban pencabulan. Tersangka pelaku pencabulan adalah MT (46), pemimpin panti AS.

Asesmen juga pada setiap penghuni panti, sehingga ada solusi bagi persoalan psikologis, masalah hukum, sekolah, hingga keluarganya.

“Selain itu, ada solusi, apakah masih mau di situ, mau keluar atau sesuai asesmen nanti,” kata Irianta.

Baca juga: Polisi Tangkap Pimpinan Panti Asuhan di Kulon Progo, Diduga Cabuli Anak Asuh

Dalam upaya itu, menurut Irianta, bisa saja muncul pengakuan korban lain meski asesmen bukan diprioritaskan untuk itu. Asesmen diutamakan untuk mengetahui kebutuhan dari anak dan langkah terbaik bagi panti.

“Tetapi kemungkinan berkembang (muncul pengakuan korban lain) bisa saja mungkin, karena kedua korban sudah sampai bukti pelengkap, misal visum, dan semua kami dampingi dan fasilitasi. Kemungkinan bisa berkembang,” kata Irianta.

Terkait kasus pencabulan oleh M, polisi masih memeriksa lagi beberapa saksi. Sejauh ini sudah empat saksi yang diminta keterangan, yakni dua saksi korban dan dua saksi pendamping.

“Reskrim telah melayangkan surat panggilan bagi dua saksi lagi,” kata Plh Kasi Humas Polres Kulon Progo, IPTU Dwi Wijayanto lewat pesan singkat.

Diberitakan sebelumnya, MT diduga melakukan pencabulan terhadap dua penghuni panti asuhannya. Tersangka mencabuli korban sepanjang pertengahan 2020-2022.

Kasus ini mengemuka setelah laporan korban diterima Polres pada 3 Oktober 2022. Polisi memeriksa korban dan hasilnya MT diciduk pada 7 Oktober 2022.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Ditemukan Selamat, 2 Nelayan Gunungkidul Disambut Tangis Haru Keluarga

Ditemukan Selamat, 2 Nelayan Gunungkidul Disambut Tangis Haru Keluarga

Yogyakarta
Hilang 2 Hari, Nelayan Ditemukan Terombang-ambing karena Mesin Kapal Rusak

Hilang 2 Hari, Nelayan Ditemukan Terombang-ambing karena Mesin Kapal Rusak

Yogyakarta
Kapal Karam, Nelayan di Gunungkidul Kirim Video kepada Petugas Minta Pertolongan

Kapal Karam, Nelayan di Gunungkidul Kirim Video kepada Petugas Minta Pertolongan

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Minggu 19 Mei 2024, dan Besok : Pagi hingga Siang Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Minggu 19 Mei 2024, dan Besok : Pagi hingga Siang Cerah Berawan

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Minggu 19 Mei 2024, dan Besok : Malam Ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Minggu 19 Mei 2024, dan Besok : Malam Ini Cerah Berawan

Yogyakarta
Dua Nelayan Hilang Kontak di Perairan Gunungkidul, Hasil Pencarian Masih Nihil

Dua Nelayan Hilang Kontak di Perairan Gunungkidul, Hasil Pencarian Masih Nihil

Yogyakarta
Tolak Larangan Study Tour, PHRI DIY: Awasi Kelayakan Kendaraan

Tolak Larangan Study Tour, PHRI DIY: Awasi Kelayakan Kendaraan

Yogyakarta
Jokowi Diminta Tetap Berpolitik Usai Tidak Jadi Presiden, Projo: Rakyat Masih Butuh Bapak

Jokowi Diminta Tetap Berpolitik Usai Tidak Jadi Presiden, Projo: Rakyat Masih Butuh Bapak

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Sabtu 18 Mei 2024, dan Besok : Malam Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Sabtu 18 Mei 2024, dan Besok : Malam Cerah Berawan

Yogyakarta
Bantul dan Yogyakarta Kerja Sama Olah Sampah, Sultan: Semoga UMKM Tumbuh

Bantul dan Yogyakarta Kerja Sama Olah Sampah, Sultan: Semoga UMKM Tumbuh

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Sabtu 18 Mei 2024, dan Besok :Cerah Berawan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Sabtu 18 Mei 2024, dan Besok :Cerah Berawan Sepanjang Hari

Yogyakarta
Mahasiswa FH UGM Hendak Tabrak Mahasiswa Lain Pakai Mobil, Ini Penyebabnya

Mahasiswa FH UGM Hendak Tabrak Mahasiswa Lain Pakai Mobil, Ini Penyebabnya

Yogyakarta
Duet Kustini-Danang di Pilkada Sleman Masih Terbuka, meski Sama-sama Daftar Bakal Calon Bupati

Duet Kustini-Danang di Pilkada Sleman Masih Terbuka, meski Sama-sama Daftar Bakal Calon Bupati

Yogyakarta
Pemkot Yogyakarta Bakal Kirim Sampah ke Bantul untuk Diolah

Pemkot Yogyakarta Bakal Kirim Sampah ke Bantul untuk Diolah

Yogyakarta
Kantornya Digeruduk Warga Gara-gara Penumpukan Sampah, Ini Respons DLH Yogyakarta

Kantornya Digeruduk Warga Gara-gara Penumpukan Sampah, Ini Respons DLH Yogyakarta

Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com