Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Setelah Puluhan Tahun Beroperasi, Pelintasan Kereta di Kota Wates Ini Akan Ditutup

Kompas.com - 14/09/2022, 06:49 WIB

Dengan begitu, kendaraan bisa dialihkan lewat jalan tersebut.

“Itulah mengapa akhirnya kita akan audiensi ke bupati. Jika memungkinkan ini dilakukan penutupan, mengingat underpass Kemiri, sudah selesai pembangunan di 2021,” kata Ririn.

Bila KAI menilik peningkatan jumlah perjalanan kereta, Dinas Perhubungan Kulon Progo juga menilik kepadatan jalan raya yang melintasi Teteg lewat beberapa survei.

Survei menunjukkan terdapat 32.000 kendaraan melintasi Teteg Wetan antara 06.00-18.00. Sedangkan yang melintas di jalan baru underpass ada 17.000 kendaraan di waktu sama.

Dengan peningkatan jumlah kendaraan dan peningkatan pergerakan KA, potensi kemacetan semakin tinggi. Hal ini mengakibatkan antrean di pintu kereta bisa semakin panjang.

Baca juga: Rawan Kecelakaan, Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu di Malang Dipasangi Sirine

“KA (melintas) meningkat maka pintu kereta tutup buka juga semakin sering, sehingga antrean makin banyak,” kata L Bowo Pristiyanto, Kepala Dinas Perhubungan Kulon Progo.

Teteg Wetan tempat pertemuan Jalan Perwakilan, Jalan Sugiman dan Jalan Diponegoro. Ketika tutup nanti, Jalan Sugiman dan Jalan Perwakilan akan terhubung lewat underpass di Jalan Kemiri III atau lewat pelintasan di sebelah Barat. Arus di semua jalan nanti berlangsung dengan dua arah.

“Pertimbangan pergerakan perekonomian. Kalau satu arah, sedikit ada efek (dampak), tapi kita berharap tidak terjadi sehingga Diponegoro kami bikin dua arah,” kata Bowo.

Sejumlah fasilitas jalan raya sudah terpasang menyambut operasional underpass. Fasilitas berupa penerangan jalan, rambu, hingga petunjuk jalan. Dishub masih mengusahakan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas atau APILL untuk persimpangan yang padat kendaraan.

“Rekomendasi teknis kami memang harus ada APILL, terutama di simpang tiga DPRD. Kita sudah komunikasikan. Tapi secara prinsip harus ada APILL di sana,” kata Bowo.

Penutupan Teteg Wetan diawali dengan sosialisasi, pemasangan spanduk, hingga uji coba arus kendaraan selama 3-5 hari mulai 20 Desember. Setelah itu, pelintasan sebidang rencananya permanen ditutup.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Deras di Gunungkidul Picu Puluhan Titik Tanah Longsor dan Rumah Rusak

Hujan Deras di Gunungkidul Picu Puluhan Titik Tanah Longsor dan Rumah Rusak

Yogyakarta
Indeks Persepsi Indonesia Turun, Mahfud: Tak Hanya Eksekutif, tetapi Juga Legislatif, dan Yudikatif

Indeks Persepsi Indonesia Turun, Mahfud: Tak Hanya Eksekutif, tetapi Juga Legislatif, dan Yudikatif

Yogyakarta
PBB Kota Solo Melonjak Tinggi, Gibran Akui Sedang Kejar Target PAD

PBB Kota Solo Melonjak Tinggi, Gibran Akui Sedang Kejar Target PAD

Yogyakarta
Rumah Lansia Pembuat Gula Kelapa Diterjang Longsor Tebing Batu di Tengah Hujan Deras

Rumah Lansia Pembuat Gula Kelapa Diterjang Longsor Tebing Batu di Tengah Hujan Deras

Yogyakarta
Kala Anies Baswedan Berkumpul dengan Puluhan Dalang di Sukoharjo, Ajak Gibran Bertemu di Jakarta

Kala Anies Baswedan Berkumpul dengan Puluhan Dalang di Sukoharjo, Ajak Gibran Bertemu di Jakarta

Yogyakarta
Jalan di Tempel Sleman Rusak, Warga Tanam Pohon Pisang di Lubang Aspal

Jalan di Tempel Sleman Rusak, Warga Tanam Pohon Pisang di Lubang Aspal

Yogyakarta
Kunjungi Bantul, Mahfud MD Curhat RUU Perampasan Aset dan RUU Pembatasan Belanja Tunai Belum Disetujui DPR

Kunjungi Bantul, Mahfud MD Curhat RUU Perampasan Aset dan RUU Pembatasan Belanja Tunai Belum Disetujui DPR

Yogyakarta
Angka Indeks Persepsi Korupsi Turun, Pemerintah Siapkan UU Cipta Kerja dan SPBE Atasi KKN

Angka Indeks Persepsi Korupsi Turun, Pemerintah Siapkan UU Cipta Kerja dan SPBE Atasi KKN

Yogyakarta
Sejumlah Jalan Menuju Obyek Wisata Gunungkidul Rusak

Sejumlah Jalan Menuju Obyek Wisata Gunungkidul Rusak

Yogyakarta
Longsor, Belasan Pengendara Sepeda Motor Jatuh di Tanjakan Cinomati

Longsor, Belasan Pengendara Sepeda Motor Jatuh di Tanjakan Cinomati

Yogyakarta
Sultan soal Tak Jual Tanah Keraton yang Terdampak Tol: Itu Bagian dari Keistimewaan, kalau Habis Gimana?

Sultan soal Tak Jual Tanah Keraton yang Terdampak Tol: Itu Bagian dari Keistimewaan, kalau Habis Gimana?

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 3 Februari 2023: Siang hingga Malam Hujan

Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 3 Februari 2023: Siang hingga Malam Hujan

Yogyakarta
Ramai Kabar Percobaan Penculikan di Bantul, Polisi Cek ke Lokasi, tapi Hasilnya Tak Ada

Ramai Kabar Percobaan Penculikan di Bantul, Polisi Cek ke Lokasi, tapi Hasilnya Tak Ada

Yogyakarta
Tarik Uang Parkir Motor Rp 5.000, 2 Jukir 'Nuthuk' di Beringharjo Yogya Diamankan

Tarik Uang Parkir Motor Rp 5.000, 2 Jukir "Nuthuk" di Beringharjo Yogya Diamankan

Yogyakarta
Marak Isu Penculikan, Pemkot Magelang Terbitkan SE Pengawasan Anak

Marak Isu Penculikan, Pemkot Magelang Terbitkan SE Pengawasan Anak

Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.