Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[POPULER YOGYAKARTA] Kondisi Siswi Diduga Dipaksa Pakai Jilbab di Bantul | Potensi Tsunami 10 Meter di Cilacap

Kompas.com - 03/08/2022, 06:16 WIB
Michael Hangga Wismabrata

Editor

KOMPAS.com - Kasus seorang siswi diduga dipaksa memakai jilbab di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Banguntapan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), masih jadi sorotan.

Siswi tersebut sempat alami depresi dan harus mendapat pendampingan psikologis.

Kepala KPAI Kota Yogyakarta Sylvi Dewanjani mengatakan, kondisi siswi tersebut telah membaik.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) beberkan soal potensi gempa bumi dan tsunami 10 meter di Cilacap, Jawa Tengah.

Berikut ini berita populer Yogyakarta:

1. Kondisi siswi yang diduga dipaksa pakai jilbab

Ilustrasi siswi berhijab di sekolah.Getty Images/iStockphoto Ilustrasi siswi berhijab di sekolah.

Sylvi menjelaskan, pihaknya telah menindaklanjuti kasus siswi diduga dipaksa pakai jilbab di SMAN 1 Banguntapan, Bantul, DIY.

"Anak sudah dapat pendampingan psikologis, sekarang dalam kondisi stabil," katanya saat dihubungi wartawan, Selasa (2/8/2022).

Saat ini, katanya, siswi tersebut telah dipindah ke sekolah baru.

Baca berita selengkapnya: KPAI Kota Yogyakarta Ungkap Kondisi Siswi yang Dipaksa Pakai Jilbab

2. Sikap Omudsman DIY soal kasus siswi di SMAN 1 Banguntapan

Ilustrasi Siswa - Zenius EducationDok. Zenius Education Ilustrasi Siswa - Zenius Education

Kepala Ombudsman RI Perwakilan DI Yogyakarta Budhi Masturi saat dihubungi, Selasa (2/08/2022), menjelaskan, pihaknya terus memantau kasus itu dan telah meminta dua guru BK SMA Negeri Banguntapan, Kabupaten Bantul datang ke kantor.

"Iya kita sudah menyampaikan surat untuk minta guru BK hadir di kantor ORI besok Rabu," ujarnya.

Selain itu, Ombudsman juga berencana akan memanggil wali kelas. Selain itu, juga guru agama di SMA Negeri I Banguntapan, Bantul.

Baca berita selengkapnya: Ombudsman Panggil Dua Guru BK SMAN I Banguntapan Terkait Dugaan Pemaksaan Penggunaan Jilbab

3. Potensi tsunami 10 meter di Cilacap

BMKGBMKG BMKG

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie menjelaskan soal potensi gempa bumi dan tsunami di Cilacap.

Sementara BMKG terus melakukan monitoring aktivitas gempa bumi dan tsunami di Indonesia.

"Potensi gempabumi dengan magnitudo 8,7 (di selatan Cilacap) bukanlah prediksi, sehingga kapan terjadinya tidak ada yang tahu," ujar Ajie.

Baca berita selengkapnya: Soal Potensi Tsunami 10 Meter di Cilacap, BMKG Minta Masyarakat Tetap Tenang

4. Mahasiswa UGM termuda dari Pekanbaru

Raja Muhammad Hayuri Islam mengaku tak menyangka menjadi mahasiswa termuda di Universitas Gadjah Mada (UGM).DOK. UGM Raja Muhammad Hayuri Islam mengaku tak menyangka menjadi mahasiswa termuda di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Raja Muhammad Hayuri Islami menjadi mahasiswa termuda UGM pada tahun ini. Remaja asal Pekanbaru, Riau, itu jadi mahasiswa UGM pada usia 15 tahun 11 bulan 11 hari.

"Saya bangga dan senang bisa masuk UGM," ujar Raja dalam keterangan tertulis Humas UGM, Senin (1/8/2022).

Raja menceritakan, ia bisa masuk jenjang perguruan tinggi di usia 15 tahun karena didaftarkan masuk bangku sekolah dasar pada usia 5 tahun.

Baca berita selengkapnya: Kisah Raja, Masuk UGM Usia 15 Tahun, Jadi Mahasiswa Termuda

(Penulis : Kontributor Banyumas, Fadlan Mukhtar Zain, Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma | Editor : Khairina)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

MTA di Gunungkidul Gelar Shalat Idul Adha Hari Ini, Penyembelihan Hewan Besok

MTA di Gunungkidul Gelar Shalat Idul Adha Hari Ini, Penyembelihan Hewan Besok

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Pagi Ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Pagi Ini Cerah Berawan

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Berawan

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Berawan

Yogyakarta
Jelang Pilkada, Khatib di Gunungkidul Diimbau Tak Ceramah Politik Saat Shalat Idul Adha

Jelang Pilkada, Khatib di Gunungkidul Diimbau Tak Ceramah Politik Saat Shalat Idul Adha

Yogyakarta
Ada Normalisasi Tanjakan Clongop Gunungkidul, Pengendara Masih Bisa Melalui

Ada Normalisasi Tanjakan Clongop Gunungkidul, Pengendara Masih Bisa Melalui

Yogyakarta
Perayaan Hari Besar Sering Beda, Jemaah Aolia Idul Adha Bareng Pemerintah

Perayaan Hari Besar Sering Beda, Jemaah Aolia Idul Adha Bareng Pemerintah

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Sabtu 15 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Sabtu 15 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Sabtu 15 Juni 2024, dan Besok : Malam ini Berawan

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Sabtu 15 Juni 2024, dan Besok : Malam ini Berawan

Yogyakarta
PPDB Sleman, Ini Jumlah Kursi yang Tersedia

PPDB Sleman, Ini Jumlah Kursi yang Tersedia

Yogyakarta
Pilkada Sleman, Gerindra Klaim Koalisi dengan Empat Parpol

Pilkada Sleman, Gerindra Klaim Koalisi dengan Empat Parpol

Yogyakarta
Lurah di Kulon Progo yang Tersangkut Kasus Narkoba Dinonaktifkan, Camat Siapkan Pengganti

Lurah di Kulon Progo yang Tersangkut Kasus Narkoba Dinonaktifkan, Camat Siapkan Pengganti

Yogyakarta
Wabup Sleman Minta Distribusi Daging Kurban Pakai Kemasan Ramah Lingkungan

Wabup Sleman Minta Distribusi Daging Kurban Pakai Kemasan Ramah Lingkungan

Yogyakarta
Lurah di Kulon Progo Ditangkap Kasus Peredaran Sabu

Lurah di Kulon Progo Ditangkap Kasus Peredaran Sabu

Yogyakarta
Jokowi Beli 2 Sapi dari Karanganyar, Total Bobotnya Capai 1,6 Ton

Jokowi Beli 2 Sapi dari Karanganyar, Total Bobotnya Capai 1,6 Ton

Yogyakarta
Saat Judi Online Jadi Salah Satu Pemicu Perceraian di Sleman Yogyakarta...

Saat Judi Online Jadi Salah Satu Pemicu Perceraian di Sleman Yogyakarta...

Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com