Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

11 Satpam RS Kariadi Hajar Terduga Pencuri Ponsel hingga Tewas, Korban Dianiaya gara-gara Diam Saat Diinterogasi

Kompas.com - 31/07/2022, 15:00 WIB
Reza Kurnia Darmawan

Editor

 

Diaku tewas karena jatuh

Para pelaku kemudian membawa korban ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) di rumah sakit tersebut. Kepada petugas, pelaku mengaku bahwa korban baru saja jatuh.

Namun, petugas jaga merasa curiga dengan keterangan satpam. Petugas melihat tanda kekerasan di tubuh korban. Petugas lantas melakukan visum pada jasad korban.

Berdasarkan hasil visum diketahui penyebab kematian korban karena pendarahan hebat di otak akibat benda tumpul. Temuan itu lantas dilaporkan ke polisi.

"Korban diduga ditendang dan dipukul. Saat dibawa ke IGD diduga sudah meninggal," ucap Donny.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Pelaku terancam hukuman 12 tahun penjara.

Baca juga: Polisi Sebut Pencuri yang Tewas Dianiaya 11 Satpam RS Kariadi Ditendang dan Dipukul

Penjelasan RSUP Dr Kariadi

Humas RSUP Kariadi Parna membenarkan bahwa para satpam tersebut sempat bekerja sama dengan RSUP Kariadi sebagai tenaga outsourcing.

Kini, RSUP Kariadi telah memutus kerja sama dengan para pelaku.

"Sekarang sudah ada penggantinya semua," ungkapnya kepada Kompas.com, Sabtu (30/7/2022).

Parna menuturkan, RSUP Dr Kariadi bakal mengevaluasi perusahaan outsourcing satpam yang bekerja sama dengan pihaknya.

Baca juga: Kronologi 11 Satpam RS Aniaya Pria yang Dituduh Mencuri HP hingga Tewas

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Semarang, Muchamad Dafi Yusuf | Editor: David Oliver Purba), TribunJateng.com, Tribunnews.com

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

MTA di Gunungkidul Gelar Shalat Idul Adha Hari Ini, Penyembelihan Hewan Besok

MTA di Gunungkidul Gelar Shalat Idul Adha Hari Ini, Penyembelihan Hewan Besok

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Pagi Ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Pagi Ini Cerah Berawan

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Berawan

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Minggu 16 Juni 2024, dan Besok : Siang Ini Berawan

Yogyakarta
Jelang Pilkada, Khatib di Gunungkidul Diimbau Tak Ceramah Politik Saat Shalat Idul Adha

Jelang Pilkada, Khatib di Gunungkidul Diimbau Tak Ceramah Politik Saat Shalat Idul Adha

Yogyakarta
Ada Normalisasi Tanjakan Clongop Gunungkidul, Pengendara Masih Bisa Melalui

Ada Normalisasi Tanjakan Clongop Gunungkidul, Pengendara Masih Bisa Melalui

Yogyakarta
Perayaan Hari Besar Sering Beda, Jemaah Aolia Idul Adha Bareng Pemerintah

Perayaan Hari Besar Sering Beda, Jemaah Aolia Idul Adha Bareng Pemerintah

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Sabtu 15 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Sabtu 15 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Sabtu 15 Juni 2024, dan Besok : Malam ini Berawan

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Sabtu 15 Juni 2024, dan Besok : Malam ini Berawan

Yogyakarta
PPDB Sleman, Ini Jumlah Kursi yang Tersedia

PPDB Sleman, Ini Jumlah Kursi yang Tersedia

Yogyakarta
Pilkada Sleman, Gerindra Klaim Koalisi dengan Empat Parpol

Pilkada Sleman, Gerindra Klaim Koalisi dengan Empat Parpol

Yogyakarta
Lurah di Kulon Progo yang Tersangkut Kasus Narkoba Dinonaktifkan, Camat Siapkan Pengganti

Lurah di Kulon Progo yang Tersangkut Kasus Narkoba Dinonaktifkan, Camat Siapkan Pengganti

Yogyakarta
Wabup Sleman Minta Distribusi Daging Kurban Pakai Kemasan Ramah Lingkungan

Wabup Sleman Minta Distribusi Daging Kurban Pakai Kemasan Ramah Lingkungan

Yogyakarta
Lurah di Kulon Progo Ditangkap Kasus Peredaran Sabu

Lurah di Kulon Progo Ditangkap Kasus Peredaran Sabu

Yogyakarta
Jokowi Beli 2 Sapi dari Karanganyar, Total Bobotnya Capai 1,6 Ton

Jokowi Beli 2 Sapi dari Karanganyar, Total Bobotnya Capai 1,6 Ton

Yogyakarta
Saat Judi Online Jadi Salah Satu Pemicu Perceraian di Sleman Yogyakarta...

Saat Judi Online Jadi Salah Satu Pemicu Perceraian di Sleman Yogyakarta...

Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com