Pemuda di Kulon Progo Ancam Viralkan Video Porno Bocah 11 Tahun, Kapolres Ungkap Grup WA Konten Dewasa

Kompas.com - 25/07/2022, 18:19 WIB

KULON PROGO, KOMPAS.com – Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kulon Progo, DI Yogyakarta mengungkap ada grup WhatsApp dengan konten dewasa yang diikuti anak-anak.

Grup WA itu terungkap setelah polisi menangkap seorang pedagang kaki lima bernama Mokhamad Maulana (19), asal Desa Pulosari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Polisi menangkap pelaku di rumah kontrakannya di Gresik, Jawa Timur pada 21 Juli 2022.

“Kami masih mendalami. Grup itu kan ada adminnya. Siapa yang bikin dan motivasinya apa. Ini masih kami dalami,” kata Kapolres Kulon Progo, Muharomah Fajarini, Senin (25/7/2022).

Baca juga: Ribuan Foto dan Video Porno Anak Beredar di Perancis, 60 Tersangka Diciduk

Pengungkapan grup WA konten dewasa diawali kasus Q, bocah usia 11 tahun. Bocah itu masuk grup setelah menerima link yang ternyata berisi konten dewasa. Grup WA itu berisi lima orang, tidak hanya laki-laki tetapi juga ada perempuan.

Dalam grup itu, Maulana berkenalan dengan Q, yang baru masuk. Perkenalan berlanjut secara japri atau Maulana langsung menghubungi Q secara personal. Dari sini, pelaku meminta Q beradegan porno.

Pelaku meminta adegan itu sambil mengancam akan melaporkan Q ke polisi karena sudah masuk grup konten dewasa, padahal usianya belum genap 18 tahun. Bocah itu takut lalu melakukan kehendak pelaku.

Tidak hanya sampai di sini, Maulana kembali meminta Q beradegan porno untuk kedua kali, dengan ancaman bahwa rekaman pertama akan disebarkan bila keinginannya tidak dipenuhi.

Q takut setelah melakukan adegan kedua. Ia lalu memblokir nomor Maulana, sehingga pelaku kesulitan menghubungi korban.

Maulana nekat mengirim dua video rekamannya ke K (45), ibu dari Q, pada 25 Mei 2022 pukul 13.45 WIB. Ibunya sedang mengajar di salah satu sekolah kejuruan di Kapanewon Temon, ketika itu. “Nomor ibunya diperoleh dari korban sendiri,” kata Fajarini.

Baca juga: Tersangka Penculikan Madeleine McCann Simpan Ratusan Foto dan Video Porno Anak-anak

Pelaku bahkan mengancam akan menyebarkan video itu ke lingkungan tempat kerja K dan tetangga K. Ancaman disertai tuntutan agar Q mau berhubungan kembali dengan pelaku dan meminta maaf pada orang yang dianggap atasan oleh pelaku dalam dua pekan.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sidang Kasus Kejahatan Jalanan yang Tewaskan Siswa SMA di Yogyakarta Berlanjut

Sidang Kasus Kejahatan Jalanan yang Tewaskan Siswa SMA di Yogyakarta Berlanjut

Yogyakarta
Resmikan MPP Kota Yogyakarta, Menpan-RB: 'Kata Presiden Birokrasi Itu Jangan Mbulet'

Resmikan MPP Kota Yogyakarta, Menpan-RB: "Kata Presiden Birokrasi Itu Jangan Mbulet"

Yogyakarta
Menpan-RB Siapkan 3 Skenario Pemindahan ASN ke IKN Nusantara

Menpan-RB Siapkan 3 Skenario Pemindahan ASN ke IKN Nusantara

Yogyakarta
Sejumlah Kader Keluar Usai Anies Jadi Bakal Capres, DPW Nasdem DIY: Dia Tidak Sesuai Demokrasi

Sejumlah Kader Keluar Usai Anies Jadi Bakal Capres, DPW Nasdem DIY: Dia Tidak Sesuai Demokrasi

Yogyakarta
LBH Yogyakarta Sebut Intimidasi Polemik Seragam Sudah Dimulai Sejak Pelibatan Satpol PP Kulon Progo

LBH Yogyakarta Sebut Intimidasi Polemik Seragam Sudah Dimulai Sejak Pelibatan Satpol PP Kulon Progo

Yogyakarta
Ditinggal Shalat di Masjid, Uang Rp 60 Juta Raib

Ditinggal Shalat di Masjid, Uang Rp 60 Juta Raib

Yogyakarta
Komnas HAM Sebut Ada Pelanggaran HAM dalam Tragedi Kanjuruhan, Dalami Penggunaan Gas Air Mata

Komnas HAM Sebut Ada Pelanggaran HAM dalam Tragedi Kanjuruhan, Dalami Penggunaan Gas Air Mata

Yogyakarta
Mengenal Kreteg Pegat Grojogan Sewu Tawangmangu dan Mitos Asmara Kandas di Baliknya

Mengenal Kreteg Pegat Grojogan Sewu Tawangmangu dan Mitos Asmara Kandas di Baliknya

Yogyakarta
Aliansi Rakyat Bergerak Gelar Aksi Solidaritas Tragedi Kanjuruhan di Depan Mapolda DI Yogyakarta

Aliansi Rakyat Bergerak Gelar Aksi Solidaritas Tragedi Kanjuruhan di Depan Mapolda DI Yogyakarta

Yogyakarta
Ketua Seknas Ganjar Kabupaten Purworejo: Partai Kalau Tidak Mendengarkan Suara Rakyat Akan Ditinggal Pemilihnya

Ketua Seknas Ganjar Kabupaten Purworejo: Partai Kalau Tidak Mendengarkan Suara Rakyat Akan Ditinggal Pemilihnya

Yogyakarta
Wali Murid SMAN 1 Wates Diduga Disekap karena Pertanyakan Seragam Sekolah, Banyak Pihak Berharap Berakhir Damai

Wali Murid SMAN 1 Wates Diduga Disekap karena Pertanyakan Seragam Sekolah, Banyak Pihak Berharap Berakhir Damai

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 6 Oktober 2022: Pagi Berawan, Siang Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 6 Oktober 2022: Pagi Berawan, Siang Hujan Ringan

Yogyakarta
Sultan Minta Perdamaian Antar-suporter Sepak Bola Dibuktikan Nyata

Sultan Minta Perdamaian Antar-suporter Sepak Bola Dibuktikan Nyata

Yogyakarta
Haedar Nashir Minta Pemerintah Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan Secara Objektif, Terbuka, dan Transparan

Haedar Nashir Minta Pemerintah Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan Secara Objektif, Terbuka, dan Transparan

Yogyakarta
Mengenal Gamelan Sekaten Keraton Yogyakarta, Kyai Guntur Madu dan Kyai Nogo Wilogo

Mengenal Gamelan Sekaten Keraton Yogyakarta, Kyai Guntur Madu dan Kyai Nogo Wilogo

Yogyakarta
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.