Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penipuan Kripto Rugikan Nasabah Rp 8 Miliar, Guru SD di Gunungkidul Dinonaktifkan

Kompas.com - 20/07/2022, 18:37 WIB
Markus Yuwono,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com -Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Gunungkidul, DI Yogyakarta, menonaktifkan AP (41), seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas sebagai guru SD yang terlibat kasus penjualan kripto

"Betul mas (ASN)," kata Kepala Bidang Status Kinerja dan Kepegawaian BKPPD Gunungkidul Sunawan saat dihubungi wartawan melalui telepon Rabu (20/7/2022).

Dikatakannya, pihaknya segera menonaktifkan AP sementara dari posisinya. Selain itu, Surat Keputusan (SK) pemberhentian sementara segera diterbitkan.

SK akan segera diserahkan kepada yang bersangkutan.

"SK akan serahkan ke yang bersangkutan (AP) besok pagi," kata Sunawan.

Baca juga: Pasarkan Kripto, Guru SD di Gunungkidul Ditangkap, Rugikan Puluhan Nasabah sampai Rp 8 Miliar

Sunawan mengatakan, untuk pemberhentian tetapnya, BKPPD Gunungkidul masih menunggu keputusan hukum tetap.

"Jika sudah ada keputusan inkrah baru ditentukan terkait statusnya," kata dia.

"Kalau putusan pengadilan lebih dari dua tahun penjara dan berencana (diberhentikan tidak dengan hormat)," kata Sunawan.

Sebelumnya, Polisi mengamankan AP (41), oknum ASN asal Kapanewon Tanjungsari, Kabupatan Gunungkidul, DI Yogyakarta, atas dugaan kasus penipuan dalam bentuk investasi uang digital kripto. Kerugian para korban mencapai lebih dari Rp 8 Miliar.

Kapolres Gunungkidul AKBP Edi Bagus Sumantri menyampaikan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan sembilan orang yang mengaku menjadi korban AP dengan modus trading uang digital jenis kripto. 

Penjualan tersebut menggunakan sistem Treat Doge Provit dengan platform Indonesia Crypto Exchange (ICE) pada bulan Desember 2021 lalu.

Saat polisi melakukan pendalaman, ternyata pemilik atau leader bisnis investasi dimiliki VS (60), warga Tangerang Selatan, Banten. VS diketahui sudah diamankan di oleh Ditreskrimsus Polda Kalimantan Tengah Februari 2022.

"Pemeriksaan terhadap AP kami lakukan pada 30 Juni 2022, dan langsung ditetapkan sebagai tersangka," kata Edi dalam Jumpa Pers di Mapolres Gunungkidul Rabu (20/7/2022).

"AP merupakan PNS berprofesi sebagai guru SD, dan saat ini sudah ditahan di rutan Polres Gunungkidul." kata dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Seorang Perempuan Meninggal Usai Perawatan di Salon, Awalnya Disuntik Filler Payudara

Seorang Perempuan Meninggal Usai Perawatan di Salon, Awalnya Disuntik Filler Payudara

Yogyakarta
Soal Mayat Wanita di Kos Parangtritis Bantul, 4 Orang Diperiksa, Ditemukan Sejumlah Luka

Soal Mayat Wanita di Kos Parangtritis Bantul, 4 Orang Diperiksa, Ditemukan Sejumlah Luka

Yogyakarta
Buruh Yogyakarta yang Tergabung dalam MPBI Tolak Iuran Tapera

Buruh Yogyakarta yang Tergabung dalam MPBI Tolak Iuran Tapera

Yogyakarta
Viral, Video Pengunjung Malioboro Disembur Asap Rokok Pengemis, Satpol PP Cari Pelaku

Viral, Video Pengunjung Malioboro Disembur Asap Rokok Pengemis, Satpol PP Cari Pelaku

Yogyakarta
Kuliner Warisan Budaya Tak Benda Terancam Punah, Paku Alam X Singgung 'Wader Liwet' dan 'Growol'

Kuliner Warisan Budaya Tak Benda Terancam Punah, Paku Alam X Singgung "Wader Liwet" dan "Growol"

Yogyakarta
Pj Wali Kota Yogyakarta Janji Tuntaskan Tumpukan Sampah di Depo pada Akhir Juni

Pj Wali Kota Yogyakarta Janji Tuntaskan Tumpukan Sampah di Depo pada Akhir Juni

Yogyakarta
PKB Terima 10 Pendaftar Bacabup dan Bacawabup Gunungkidul, Ada Petahana dan Mantan Rektor UNY

PKB Terima 10 Pendaftar Bacabup dan Bacawabup Gunungkidul, Ada Petahana dan Mantan Rektor UNY

Yogyakarta
Terdampak Pembangunan Tol Yogyakarta-Solo, Makam Kyai Kromo Ijoyo Direlokasi Juni

Terdampak Pembangunan Tol Yogyakarta-Solo, Makam Kyai Kromo Ijoyo Direlokasi Juni

Yogyakarta
Kronologi Keracunan Massal di Gunungkidul, Dua Orang Meninggal Usai Makan di Acara Syukuran

Kronologi Keracunan Massal di Gunungkidul, Dua Orang Meninggal Usai Makan di Acara Syukuran

Yogyakarta
Tiga Bulan, Ratusan Warga Gunungkidul Keracunan Massal, Apa Upaya Dinkes?

Tiga Bulan, Ratusan Warga Gunungkidul Keracunan Massal, Apa Upaya Dinkes?

Yogyakarta
Soal Pembatalan Kenaikan UKT, UGM akan Mematuhi Ketentuan dari Negara

Soal Pembatalan Kenaikan UKT, UGM akan Mematuhi Ketentuan dari Negara

Yogyakarta
Soal Dugaan Pungli, 8 Warga Binaan Lapas Cebongan Dipindahkan

Soal Dugaan Pungli, 8 Warga Binaan Lapas Cebongan Dipindahkan

Yogyakarta
Gugatan Partai Ummat Ditolak MK, KPU Yogyakarta Tetapkan Caleg Terpilih Besok

Gugatan Partai Ummat Ditolak MK, KPU Yogyakarta Tetapkan Caleg Terpilih Besok

Yogyakarta
Revitalisasi Benteng Keraton, Disbud DIY Targetkan Tahun Ini Selesai Beri 'Bebungah'

Revitalisasi Benteng Keraton, Disbud DIY Targetkan Tahun Ini Selesai Beri "Bebungah"

Yogyakarta
Tabrak Mentok, Ibu dan Anak di Bantul Meninggal Dunia

Tabrak Mentok, Ibu dan Anak di Bantul Meninggal Dunia

Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com