Kawasan Babarsari Sleman Ricuh, Sejumlah Ruko dan Sepeda Motor Dirusak, Begini Kata Polisi

Kompas.com - 04/07/2022, 15:43 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah ruko dan sepeda motor daerah Babarsari, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman dirusak massa. Peristiwa ini merupakan buntut dari keributan yang terjadi salah satu karaoke di daerah Babarsari, pada Sabtu (02/07/2022) dini hari.

"Saat kejadian saya di luar, langsung ke sini," ujar Prasetyo Utomo, salah satu warga Babarsari, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman saat ditemui di lokasi, Senin (4/06/2022).

Prasetyo menyampaikan sesampainya di lokasi beberapa ruko sudah dalam keadaan rusak. Selain itu, ada beberapa motor yang juga dalam keadaan rusak.

"Ada lima (ruko) lebih yang rusak, enam motor yang dibakar. Korban dari warga tidak ada," bebernya.

Komandan Regu 4 Damkar Sleman, Bayu Ibrahim Aji menuturkan, ada satu ruko dan satu ruang pertemuan yang terbakar. Selain itu ada enam unit sepeda motor yang dibakar di tengah jalan.

"Proses pemadaman sekitar 30 menit," ungkapnya.

Baca juga: Ribut-ribut di Salah 1 Karaoke di Sleman, Diduga karena Provokasi

Menurutnya ada empat mobil pemadam kebakaran yang diturunkan.

"Sampai sini api masih menyala. Tapi masih kecil terus yang agak berbahaya yang di ruang pertemuan," bebernya.

Sementara itu, Kapolres Sleman AKBP Achmad Imam Rifai menjelaskan, pihaknya mengamankan kegiatan penyampaian pendapat. Aksi penyampaian pendapat ini tindak lanjut dari peristiwa keributan di salah satu tempat karaoke pada Sabtu (2/07/2022) lalu.

"Hari ini kita melakukan pengamanan kegiatan. Jadi memang ada penyampaian pendapat dari teman-teman yang merupakan tindak lanjut dari peristiwa yang kemarin karena ada keributan di lokasi. Kemudian terjadi penganiayaan dan salah satu korban ini adalah teman-teman. Dan minta untuk penjelasan terkait dengan penanganan perkaranya," tegasnya.

Sejumlah orang yang menyampaikan pendapat tersebut lanjut Imam Rifai sempat berjalan ke daerah Babarsari, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Setelah dilakukan komunikasi, sejumlah orang tersebut kemudian meninggalkan lokasi.

"Tadi dikomunikasikan memang sempat berjalan ke sini, terus bergerombol. Dengan kemampuan kita dari Polres dan Polsek, Polda dan juga ada dari teman-teman TNI dan mengomunikasi dengan mereka, alhamdulillah mereka bersedia berkomunikasi untuk sebagian besar akan kembali ke tempat mereka. Kemudian ada perwakilan yang akan kita temukan dengan penyidik untuk penjelasan penanganan perkaranya," tandasnya.

Menurutnya, laporan terkait peristiwa keributan di salah satu tempat karaoke sudah ada di Polda DIY. Laporan tersebut sudah langsung ditindaklanjuti. Sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut.

"Intinya kami dari pihak kepolisian, saya selaku Kapolres atas petunjuk Kapolda juga mengimbau kepada masing-masing pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berlaku dan mematuhinya. Kalau pun nanti ada pihak-pihak yang kita tetapkan harus bertanggung jawab, khususnya terkait dengan kejadian ini atau kejadian yang kemarin itu ya kita minta kita untuk menghormati dan juga tidak kemudian melebar lagi," ucapnya.

Dari pengamatan Kompas.com di lokasi, garis polisi terlihat terpasang di ruko yang rusak. Tampak sejumlah motor dalam keadaan hangus berada di depan ruko dan di dalam ruang pertemuan.

Saat ini kondisi di Babarsari sudah kondusif. Jalan Seturan yang awalnya ditutup sudah dibuka dan bisa dilalui kendaraan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jogja International Heritage Festival Digelar pada 22 Agustus, Ini Tema yang Diusung

Jogja International Heritage Festival Digelar pada 22 Agustus, Ini Tema yang Diusung

Yogyakarta
Ini Alasan Bupati Pecat Oknum Dokter di Gunungkidul yang Selingkuh

Ini Alasan Bupati Pecat Oknum Dokter di Gunungkidul yang Selingkuh

Yogyakarta
Bupati Gunungkidul Pecat Oknum Dokter yang Tertangkap Warga Selingkuh

Bupati Gunungkidul Pecat Oknum Dokter yang Tertangkap Warga Selingkuh

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 16 Agustus 2022: Siang Hingga Sore Hujan

Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 16 Agustus 2022: Siang Hingga Sore Hujan

Yogyakarta
“Ilustrasiana Goes to Yogya”, Pameran Karya Seni yang Mengutamakan Kegembiraan

“Ilustrasiana Goes to Yogya”, Pameran Karya Seni yang Mengutamakan Kegembiraan

Yogyakarta
Kerangka Manusia Berusia 4.500 Tahun Ditemukan di Gunungkidul

Kerangka Manusia Berusia 4.500 Tahun Ditemukan di Gunungkidul

Yogyakarta
ORI Sarankan Pembagian Kelas di Sekolah di DIY Berperspektif Kebhinekaan

ORI Sarankan Pembagian Kelas di Sekolah di DIY Berperspektif Kebhinekaan

Yogyakarta
Perbaiki SD Negeri yang Terbakar, Pemkab Sleman Siapkan Anggaran Rp 1,76 Miliar

Perbaiki SD Negeri yang Terbakar, Pemkab Sleman Siapkan Anggaran Rp 1,76 Miliar

Yogyakarta
Jelang 17 Agustus, Hasil Karya Warga Binaan Lapas di Seluruh DIY Dipamerkan

Jelang 17 Agustus, Hasil Karya Warga Binaan Lapas di Seluruh DIY Dipamerkan

Yogyakarta
Perjanjian Giyanti: Latar Belakang, Isi, dan Dampak

Perjanjian Giyanti: Latar Belakang, Isi, dan Dampak

Yogyakarta
Pemda DI Yogyakarta Minta Dugaan Pemaksaan Penggunaan Jilbab Segera Diselesaikan, Sekda: Secepatnya Sudah Ditunggu Masyarakat

Pemda DI Yogyakarta Minta Dugaan Pemaksaan Penggunaan Jilbab Segera Diselesaikan, Sekda: Secepatnya Sudah Ditunggu Masyarakat

Yogyakarta
Pelajar asal Semarang Hilang di Pantai Parangtritis

Pelajar asal Semarang Hilang di Pantai Parangtritis

Yogyakarta
Kasus Suap Apartemen Royal Kedhaton Segera Disidangkan di PN Yogyakarta

Kasus Suap Apartemen Royal Kedhaton Segera Disidangkan di PN Yogyakarta

Yogyakarta
7 Kali Curi Motor yang Terparkir di Sawah, Residivis: untuk Bayar Kos

7 Kali Curi Motor yang Terparkir di Sawah, Residivis: untuk Bayar Kos

Yogyakarta
Lansia yang Tinggal Sendirian Ditemukan Tergeletak Tidak Bernyawa di Pintu Kamar Mandi, Diperkirakan Sudah Tiga Hari Meninggal

Lansia yang Tinggal Sendirian Ditemukan Tergeletak Tidak Bernyawa di Pintu Kamar Mandi, Diperkirakan Sudah Tiga Hari Meninggal

Yogyakarta
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.