Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

31 Orang Tewas di Jalan Raya Kulon Progo Sepanjang Januari – Juni 2022

Kompas.com - 13/06/2022, 16:21 WIB
Dani Julius Zebua,
Khairina

Tim Redaksi

KULON PROGO, KOMPAS.com – Sebanyak 31 orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada rentang Januari hingga pertengahan Juni 2022 ini.

Kepolisian Resor Kulon Progo melaporkan korban tewas berasal dari 373 kecelakaan.

Peristiwa itu juga mengakibatkan lebih dari 600 korban mengalami luka ringan hingga berat, namun selamat.

Kecelakaan lalu lintas sepanjang 2022 ini, Januari dengan 77 kasus, Februari 59 kasus, Maret 64 kasus, April 71 kasus, Mei 70 kejadian, Juni ini sudah ada 31 kejadian kecelakaan,” kata Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widyana melalui pesan, Senin (13/6/2022).

Baca juga: Terjadi 36 Kecelakaan Lalu Lintas di Kulon Progo yang Sebabkan 7 Orang Tewas Selama Lebaran 2022

Jumlah kecelakaan berpeluang besar terus meningkat. Terlebih bila melihat catatan di mana hanya dalam dua pekan di sepanjang Juni 2022 telah terjadi 31 kecelakaan dengan dua korban meninggal dunia, dua luka berat, dan 52 luka ringan.

Polres Kulon Progo lalu melaksanakan Operasi Patuh Progo 2022 untuk menekan kecelakaan lalu lintas dan gangguan keamanan pada umumnya. Operasi berlangsung di seluruh jajaran Polda DIY selama dua pekan 13-26 Juni 2022.

“Diawali gelar pasukan Operasi Patuh Progo di halaman Polres Kulon Progo pada pukul 08.00 WIB,” kata Jeffry.

Baca juga: Pembangunan Rel Layang Simpang Joglo Solo Dimulai, Ini Jadwal Rekayasa Lalu Lintas

Operasi lalu lintas itu meliputi pengendara melawan arus, knalpot bising atau tidak sesuai standar, hingga kendaraan memakai rotator tidak sesuai peruntukan khususnya pelat hitam.

Menggunakan handphone saat berkendara, tidak menggunakan helm SNI, tidak memakai sabuk pengaman dan berboncengan lebih dari satu orang. Polisi juga mengincar balap liar dan kebut-kebutan.

Polisi akan menerapkan sejumlah pasal dalam Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) saat mengamankan pelanggar. Akan diterapkan pula sanksi berupa denda bagi para pelanggar. Tidak main-main jumlahnya, antara Rp. 250.000 hingga Rp 750.000.

Misalkan saja pelanggaran karena melawan arus terancam Pasal 287 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelanggar bisa dikenai sanksi denda maksimal Rp 500 ribu.

Kendaraan dengan knalpot bising atau tidak sesuai standar bakal dijerat Pasal 285 ayat (1) juncto Pasal 106 ayat (3) UU LLAJ dengan ancaman pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda maksimal Rp 250 ribu.

Berkendara sambil menggunakan HP tidak luput dari Pasal 283 UU LLAJ dengan sanksi denda maksimal Rp 750 ribu.

Sementara itu aksi balap liar akan dijerat dengan pasal 297 juncto Pasal 115 huruf b UU LLAJ dengan sanksi kurungan paling lama 1 bulan atau denda maksimal Rp 3 juta. Sedangkan berboncengan lebih satu orang akan dikenai Pasal 292 UU LLAJ dengan ancaman denda maksimal Rp 250 ribu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Rabu 17 April 2024, dan Besok : Siang Hujan Petir

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Rabu 17 April 2024, dan Besok : Siang Hujan Petir

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Rabu 17 April 2024, dan Besok : Siang Hujan Sedang

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Rabu 17 April 2024, dan Besok : Siang Hujan Sedang

Yogyakarta
Akses ke Pantai Trisik Patah, Jembatan Darurat dari Kayu Bakal Dibangun

Akses ke Pantai Trisik Patah, Jembatan Darurat dari Kayu Bakal Dibangun

Yogyakarta
Selama Libur Lebaran, Jumlah Kendaraan Keluar Yogyakarta Lebih Banyak dari yang Masuk

Selama Libur Lebaran, Jumlah Kendaraan Keluar Yogyakarta Lebih Banyak dari yang Masuk

Yogyakarta
Soal Temuan Jasad Misterius di Dam Kali Opak, Ini Kata Polres Bantul

Soal Temuan Jasad Misterius di Dam Kali Opak, Ini Kata Polres Bantul

Yogyakarta
Selama Musim Lebaran, 4 Orang Tewas dan 49 Luka-luka dalam Kecelakaan di Kulon Progo

Selama Musim Lebaran, 4 Orang Tewas dan 49 Luka-luka dalam Kecelakaan di Kulon Progo

Yogyakarta
Jumlah Penumpang Arus Balik di Bandara YIA Melebihi Prediksi

Jumlah Penumpang Arus Balik di Bandara YIA Melebihi Prediksi

Yogyakarta
Tak Berlakukan WFH, Pj Wali Kota Yogyakarta Tunggu Laporan ASN Bolos

Tak Berlakukan WFH, Pj Wali Kota Yogyakarta Tunggu Laporan ASN Bolos

Yogyakarta
Petasan Balon Udara Tersangkut Kabel Listrik di Sleman, Belum Sempat Meledak dan Langsung Direndam Air

Petasan Balon Udara Tersangkut Kabel Listrik di Sleman, Belum Sempat Meledak dan Langsung Direndam Air

Yogyakarta
Hari Pertama Kerja, Bupati Gunungkidul Ajak ASN Olahraga dan Pantau ASN yang Bolos

Hari Pertama Kerja, Bupati Gunungkidul Ajak ASN Olahraga dan Pantau ASN yang Bolos

Yogyakarta
Sri Sultan Gelar 'Open House', Masyarakat Antre sejak Pagi

Sri Sultan Gelar "Open House", Masyarakat Antre sejak Pagi

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Selasa 16 April 2024, dan Besok : Berawan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Selasa 16 April 2024, dan Besok : Berawan Sepanjang Hari

Yogyakarta
Konsumsi Miras 2 Botol, Pria 47 Tahun Ditemukan Tewas di Hotel Gunungkidul

Konsumsi Miras 2 Botol, Pria 47 Tahun Ditemukan Tewas di Hotel Gunungkidul

Yogyakarta
Dishub Kota Yogyakarta Prediksi Jalanan Kembali Normal Minggu Depan

Dishub Kota Yogyakarta Prediksi Jalanan Kembali Normal Minggu Depan

Yogyakarta
Arus Balik di Terminal Jombor Sleman, Didominasi Penumpang Tujuan Jabodetabek

Arus Balik di Terminal Jombor Sleman, Didominasi Penumpang Tujuan Jabodetabek

Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com