Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Delapan Domba Suspek PMK di Kulon Progo, Kadis Pertanian: Luka di Mulut Sembuh dan Sudah Mau Makan

Kompas.com - 19/05/2022, 07:56 WIB
Dani Julius Zebua,
Ardi Priyatno Utomo

Tim Redaksi

KULON PROGO, KOMPAS.com – Delapan domba suspek penyakit mulut dan kuku (PMK) ditemukan di Kalurahan Pandowan, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Suspek itu ditemukan dalam survei pada Senin (16/5/2022) lalu.

Suspek dinilai dalam kondisi baik. Luka pada mulut domba mulai kering menandakan domba kondisinya membaik. Walau begitu, delapan domba itu tetap berada dalam satu kandang dan diisolasi.

“Waktu ditemukan, langsung dilakukan disinfektan dan pengobatan. Perkembangan baik, luka mengering, nafsu makan sudah ada. Harapan kita terus membaik,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (DPP) Kulon Progo, M Aris Nugroho di ruang kerjanya, Rabu (18/5/2022).

Baca juga: 24.722 Ekor Sapi dan 75.042 Ekor Kambing di Kendal Diklaim Bebas PMK

Surveilans berlangsung sejak kasus PMK ditemukan pekan lalu. DPP sekaligus melakukan pengobatan pada domba saat suspek ditemukan. Sedangkan pengambilan sampel baru dilakukan Rabu ini.

“Masih dalam ring yang sama dengan kasus sebelumnya, yakni di Pandowan,” kata Aris.

PMK menjadi perhatian Pemerintah Kulon Progo sejak kemunculan dua kasus pada akhir pekan lalu di Pedukuhan Diren, Kalurahan Pandowan. Surveilans salah satu langkah untuk mengantisipasi meluasnya kasus.

Selain itu, pemerintah akan membuat satuan tugas untuk mengantisipasi meluasnya kasus ini di Kulon Progo. Satgas bertugas menggencarkan edukasi ke masyarakat, upaya cepat menangani ternak sakit dan pengobatannya, serta pembatasan lalu lintas ternak.

Pemerintah tengah menggodok surat edaran terkait lalu lintas ternak, di mana ternak dari daerah wabah tidak boleh masuk. Selain itu, ternak yang masuk mesti dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

Surat edaran itu turunan edaran serupa dari Pemerintah Provinsi. “Tanpa (SKKH) itu, akan diminta putar balik dan disuruh pulang,” kata Aris.

Baca juga: Hewan Ternak di 2 Kecamatan Suspek PMK, Pemkot Surabaya Terapkan Lockdown Wilayah

Pos penjagaan lalu lintas ternak akan diperketat, baik di Temon dan Kalibawang. Akan ada perbantuan dari polisi, satpol PP dan Dinas Perhubungan.

Namun demikian, masyarakat diharapkan tidak panik. Penyakit ini tidak menular pada manusia. Penyakit hewan itu juga bisa disembuhkan.

Hal ini tampak dari upaya mengobati domba suspek itu. Setelah pengobatan, kondisi domba itu baik dan sudah bisa makan.

Sebaliknya, masyarakat harus tetap tanggap bila menemukan sejumlah gejala PMK pada ternak, seperti panas naik, lemah, lesu dan nafsu makan menurun. Warga segera melaporkan temuan itu ke Puskeswan terdekat jika ternaknya ada gejala-gejala mengarah ke PMK.

"Kalau ada gejala mengarah ke PMK, segera dilaporkan. Untuk memastikan penyakitnya, petugas segera mengambil sampel dan mengirim ke laboratorium,” kata Aris.

Baca juga: Antisipasi PMK, Pemkab Didesak Lockdown Pasar Hewan di Lumajang

Sebelumnya positif PMK terdeteksi pada satu domba bantuan hibah dari DPP Kulon Progo dan satu sapi bunting di Pandowan, Kapanewon Galur.

Domba telah mati dan dikubur. Sapi tanpa gejala dalam keadaan baik.

"Awalnya kambing masih mau makan tetapi hanya sedikit dan kakinya pincang. Hasil laboratorium menyatakan domba itu positif,” kata Yayuk Widyaningsih, Ketua KWT Mekar Sari.

Sejak temuan, DPP gelar penyemprotan cairan desinfektan massal di berbagai kandang di sekitar temuan kasus dan di luar wilayah temuan PMK.

Termasuk di pasar hewan. Pemerintah desa juga mengisolasi desa dari lalu lintas ternak. Semua untuk mencegah penyebaran PMK ke hewan ternak lainnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Sempat Absen 4 Tahun, Sri Sultan HB X Bakal Gelar 'Open House'

Sempat Absen 4 Tahun, Sri Sultan HB X Bakal Gelar "Open House"

Yogyakarta
KAI Daop 6 Kembalikan Barang Tertinggal Milik Penumpang Senilai Rp 126 Juta

KAI Daop 6 Kembalikan Barang Tertinggal Milik Penumpang Senilai Rp 126 Juta

Yogyakarta
Untung Cahyono, Khatib yang Bahas Kecurangan Pemilu Saat Shalat Id, Minta Maaf

Untung Cahyono, Khatib yang Bahas Kecurangan Pemilu Saat Shalat Id, Minta Maaf

Yogyakarta
KAI Communter Catat Volume Penumpang dari Solo Menuju Yogya Capai 11.000 Per Hari Selama Libur Lebaran

KAI Communter Catat Volume Penumpang dari Solo Menuju Yogya Capai 11.000 Per Hari Selama Libur Lebaran

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Sabtu 13 April 2024, dan Besok : Siang Hujan Sedang

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Sabtu 13 April 2024, dan Besok : Siang Hujan Sedang

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Sabtu 13 April 2024, dan Besok : Siang Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Sabtu 13 April 2024, dan Besok : Siang Hujan Ringan

Yogyakarta
Libur Lebaran, Okupansi Hotel di Yogyakarta Capai 80 Persen

Libur Lebaran, Okupansi Hotel di Yogyakarta Capai 80 Persen

Yogyakarta
Cerita Edik Marpada Mudik dengan Sepeda, Gowes 700 Km dari Cikarang ke Kulon Progo

Cerita Edik Marpada Mudik dengan Sepeda, Gowes 700 Km dari Cikarang ke Kulon Progo

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Jumat 12 April 2024, dan Besok : Malam Berawan

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini Jumat 12 April 2024, dan Besok : Malam Berawan

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Jumat 12 April 2024, dan Besok : Malam Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Jumat 12 April 2024, dan Besok : Malam Hujan Ringan

Yogyakarta
Hari Kedua Lebaran, 15.000 Wisatawan Kunjungi Candi Prambanan

Hari Kedua Lebaran, 15.000 Wisatawan Kunjungi Candi Prambanan

Yogyakarta
Libur Lebaran, Jip Wisata Lava Tour Lereng Merapi 'Diserbu' Wisatawan

Libur Lebaran, Jip Wisata Lava Tour Lereng Merapi "Diserbu" Wisatawan

Yogyakarta
Balon Udara Meledak di 2 Lokasi di Magelang, Suara seperti Bom, Rumah Rusak

Balon Udara Meledak di 2 Lokasi di Magelang, Suara seperti Bom, Rumah Rusak

Yogyakarta
Sama-sama Mabuk dan Berkelahi, Kuping Pemuda di Yogyakarta Sobek Dibacok Celurit

Sama-sama Mabuk dan Berkelahi, Kuping Pemuda di Yogyakarta Sobek Dibacok Celurit

Yogyakarta
Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Opak Bantul

Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Opak Bantul

Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com