Pendorong Gerobak Minta Pekerjaan ke Pemerintah DIY Setelah PKL Malioboro Direlokasi

Kompas.com - 31/01/2022, 14:22 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Puluhan pendorong gerobak Pedagang Kaki Lima (PKL) Malioboro datang kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mereka bermaksud menanyakan nasib setelah relokasi PKL dilakukan besok.

Ketua Paguyuban Pendorong Gerobak Malioboro Kuat Suparjono mengatakan, total pendorong gerobak di sekitar Malioboro sebanyak 53 orang.

Para pendorong gerobak meminta pekerjaan kepada Gubernur DIY karena pihaknya terdampak relokasi PKL Malioboro di Teras Malioboro satu maupun dua.

Baca juga: Alasan Pemerintah DIY Tetap Relokasi PKL Malioboro pada Januari sampai Februari

"Nanti bila mana ada kebijaksanaan bapak gubernur kita mendapat lapak atau pekerjaan," katanya ditemui setelah mendatangi Kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Senin (31/1/2022).

Ia mengungkapkan, selama ini para pendorong gerobak bekerja dengan ongkos Rp 10 ribu. Cara kerjanya adalan para pendorong mengeluarkan gerobak dari gudang ke lokasi PKL berjualan, mulai pagi hari lalu mengembalikan ke gudang lagi. Barulah pendorong dibayar Rp 10 ribu.

"Dengan ongkos Rp 10 ribu jarak kurang lebih 700 meter, kalau bolak-balik 14 km. Malam masuk pagi keluar," ungkapnya.

Dengan ongkos sebesar itu menurut dia ada yang bertahan hingga 25 tahun dan mereka tersebar tak hanya dari Kota Yogyakarta ada pula yang berasal dari Wonosari, Kabupaten Gunungkidul.

Dalam satu hari pendapatan mereka tidak menentu, Kuat menyampaikan jika mendorong 10 gerobak hasilnya masih tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.

"Sebanyak mungkin (mendorong gerobak) dengan catatan membawa teman dan gerobak banyak. Ada yang sendirian ngoyo, kita ada korban sebanyak 4 orang meninggal," ungkap dia.

Baca juga: Pendorong Gerobak Malioboro Terancam Kehilangan Pekerjaan jika Relokasi Terjadi

Karena hanya bisa bekerja sebagai pendorong gerobak mau tidak mau profesi itu masih digeluti oleh anggota paguyubannya.

"Berhubung membutuhkan menyambung hidup mau nggak mau hujan panas dilalui," ungkap dia.

Maksimal mereka dapat mendorong sebanyak 15 gerobak dalam satu hari. Kecuali saat lebaran para pendorong gerobak bisa mendapatkan penghasilan lebih, oleh sebab itu dirinya meminta kepada pemerintah agar relokasi diundur sampai setelah hari raya lebaran.

"Maksimalnya 15 gerobak. Kadang nggak cucuk (tidak cukup), nggak full semuanya. Jualan kadang cuma 7, Kadang keluar saat Jumat, Sabtu Minggu," ungkap dia.

"Kecuali kalau lebaran. Makanya mohon ditunda sampai lebaran untuk sangu (mengumpulkan uang saku). Sangu kita akan mudik, membelikan baju, ketiga cari pekerjaan lainnya," jelas dia.

Penundaan selain digunakan untuk mencari uang saku, sekaligus untuk mencari pekerjaan baru.

"Diberi pekerjaan boleh, diberi lapak untuk pekerjaan akan datang boleh. Yang jelas kita ada kepastian, nasib kita nggak gantung," ucapnya.

Baca juga: Ada Permintaan Tunda Relokasi PKL Malioboro, Sultan HB X: Saya Sudah Nunggu 18 Tahun

Menurut dia dengan relokasi PKL Malioboro ke Teras Malioboro 1 dan 2 membuat para pendorong gerobak akan kehilangan pekerjaaannya. Karena di Teras Malioboro 1 lapak milik PKL permanen tidak ada gerobak yang didorong.

"Tidak dipakai karena grobak untuk jualan nggak bisa, permanen. Sementara Teras Malionoro 2, 3 tahun pindah mana nggak tahu. Mau ketemu sama PKL mereka juga bingung untuk nyiapin lapaknya," katanya.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Kadarmanta Basakara Aji menyampaikan pendorong gerobak diperkerjakan oleh PKL Malioboro.

Karena itu, pihaknya meminta kepada PKL untuk memberdayakan para pendorong gerobak.

"Saya harap para PKL itu sekarang sudah tidak butuh tukang dorong. Tetapi kemungkinan membutuhkan tukang angkut dagangan dari gudang ke lapak," kata dia.

Sambung Aji, pada teras Malioboro 1 ini memang terdapat tempat menyimpan dagangan tetapi terbatas. Sehingga stok ada di gudang masing-masing PKL.

"Saya kira para pendorong bisa dipekerjakan di situ," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER YOGYAKARTA] Nama Anggota Bawaslu dan PNS Dicatut Parpol | Kuda Andong Lepas Kendali karena Kaget Dengar Klakson

[POPULER YOGYAKARTA] Nama Anggota Bawaslu dan PNS Dicatut Parpol | Kuda Andong Lepas Kendali karena Kaget Dengar Klakson

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 20 Agustus 2022: Cerah Berawan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 20 Agustus 2022: Cerah Berawan Sepanjang Hari

Yogyakarta
3 Parpol Ajukan Sengketa ke Bawaslu, KPU: Kami Belum Mengeluarkan Keputusan

3 Parpol Ajukan Sengketa ke Bawaslu, KPU: Kami Belum Mengeluarkan Keputusan

Yogyakarta
KPU dan Pemerintah DIY Tandatangani Nota Kesepahaman Pemilu Pastikan Pelajar Tidak Kehilangan Hak Suara

KPU dan Pemerintah DIY Tandatangani Nota Kesepahaman Pemilu Pastikan Pelajar Tidak Kehilangan Hak Suara

Yogyakarta
Menabrak Kereta Api di Yogyakarta, Orang yang Belum Diketahui Identitasnya Tewas

Menabrak Kereta Api di Yogyakarta, Orang yang Belum Diketahui Identitasnya Tewas

Yogyakarta
Bank Sampah di Kulon Progo ini Suplai Plastik Kresek untuk Bikin Aspal

Bank Sampah di Kulon Progo ini Suplai Plastik Kresek untuk Bikin Aspal

Yogyakarta
Terbanyak untuk Honor, Perkiraan Anggaran Pilkada 2024 Gunungkidul Naik 2 Kali Lipat Dibandingkan 2020

Terbanyak untuk Honor, Perkiraan Anggaran Pilkada 2024 Gunungkidul Naik 2 Kali Lipat Dibandingkan 2020

Yogyakarta
2 Nama Anggota Bawaslu dan 1 PNS di Bantul Dicatut Parpol, Ketua KPU RI Klaim Sipol Berjalan Efektif

2 Nama Anggota Bawaslu dan 1 PNS di Bantul Dicatut Parpol, Ketua KPU RI Klaim Sipol Berjalan Efektif

Yogyakarta
Video Viral Andong Lepas Kendali karena Kaget Dengar Klakson Bus

Video Viral Andong Lepas Kendali karena Kaget Dengar Klakson Bus

Yogyakarta
[POPULER YOGYAKARTA] Kepsek dan Guru Disanksi Buntut Kasus Siswi Diduga Dipaksa Berjilbab | Kisah Lagu 'Ojo Dibandingke'

[POPULER YOGYAKARTA] Kepsek dan Guru Disanksi Buntut Kasus Siswi Diduga Dipaksa Berjilbab | Kisah Lagu "Ojo Dibandingke"

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 19 Agustus 2022: Berawan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 19 Agustus 2022: Berawan Sepanjang Hari

Yogyakarta
Warga Bantul Olah Sampah Plastik Jadi Bahan Bangunan

Warga Bantul Olah Sampah Plastik Jadi Bahan Bangunan

Yogyakarta
12 Anak dari SSB Baturetno Bantul Wakili Indonesia Berlaga di Kuala Lumpur Cup Malaysia

12 Anak dari SSB Baturetno Bantul Wakili Indonesia Berlaga di Kuala Lumpur Cup Malaysia

Yogyakarta
Kisah di Balik Lagu 'Ojo Dibandingke', Ternyata Terinspirasi dari Kejadian Nyata Getirnya Asmara

Kisah di Balik Lagu "Ojo Dibandingke", Ternyata Terinspirasi dari Kejadian Nyata Getirnya Asmara

Yogyakarta
Air Sungai di Kota Yogyakarta Tercemar E-coli, Ini Dampaknya bagi Warga

Air Sungai di Kota Yogyakarta Tercemar E-coli, Ini Dampaknya bagi Warga

Yogyakarta
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.