Kompas.com - 07/01/2022, 13:05 WIB

Putusnya internet juga dirasakan warga di desa lain, Hargowilis, Kokap.

Direktur BUMDes Gendhis Manis di Hargowilis, Kokap, Rohmad Dangu Purwanto mengungkapkan, keluhan pengguna terus muncul namun belum ada solusi dari penyedia saja internet maupun pemerintah sebagai inisiator awal.

Rohmad mengungkapkan, keluhan itu beralasan. Pasalnya, pengguna tidak hanya beli pulsa.

Banyak pelanggan yang harus mengeluarkan modal besar untuk bisa menikmati murah ini.

Baca juga: Dulu Dipelihara Warga, Dua Elang Jantan Dilepasliarkan ke Langit Bukit Menoreh

Hargowilis berada di kemiringan yang ekstrem dan jalan terjal. Sulit sinyal jadi hal biasa, sementara sinyal provider yang punya nama besar tidak menjangkau lokasi sulit.

Karenanya, jaringan internet murah yang diinisiasi pemerintah dirasa membantu. Banyak warga berani mengeluarkan biaya besar demi menikmati sinyal.

Mereka ada saja yang mengeluarkan uang Rp 600.000 – 1.300.000 untuk mendirikan antena penangkap sinyal, kabel, hingga router. “Daya tarik terbesar adalah harga murah, internet lebih cepat dibanding provider lain yang memiliki nama besar,” kata Rohmad.

Inilah mengapa ketika PuksaKu mati maka banyak pelanggan komplain. Beralih ke provider lain yang lebih mahal bukan perkara sepele. Pelanggan pun komplain ke BUMDes.

“Kami ini padahal hanya menjual voucher pulsa,” kata Rohmad di kantornya.

Baca juga: Makan Ketupat bersama Ternak, Tanda Syukur Panen Padi di Bukit Menoreh

Dinas Komunikasi dan Informasi Pemkab Kulon Progo masih memantau perkembangan putusnya jaringan internet tersebut.

Kepala Dinas Kominfo Kulon Progo Agung Kurniawan mengungkapkan, masih mendalami permasalahannya.

Pemerintah masih terus mengkaji sejumlah langkah agar program desa online ini berjalan.

Pasalnya, matinya internet diyakini tidak hanya terkait dengan persoalan teknis jaringan, namun juga perlunya pengelolaan yang lebih baik.

“Sampai sekarang masih kami kaji di mana kita akan masuk nanti,” kata Agung.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sultan Tidak Akan Beri Bantuan Hukum kepada Koruptor di DI Yogyakarta

Sultan Tidak Akan Beri Bantuan Hukum kepada Koruptor di DI Yogyakarta

Yogyakarta
Dream Theater Konser di Solo, Ini Harga Tiket dan Cara Belinya

Dream Theater Konser di Solo, Ini Harga Tiket dan Cara Belinya

Yogyakarta
Cara Daftar MyPertamina untuk Beli Pertalite di SPBU Kota Yogyakarta

Cara Daftar MyPertamina untuk Beli Pertalite di SPBU Kota Yogyakarta

Yogyakarta
Banyak Sekolah di DIY Kekurangan Murid Usai PPDB, Apa yang Salah?

Banyak Sekolah di DIY Kekurangan Murid Usai PPDB, Apa yang Salah?

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 30 Juni 2022: Berawan dari Pagi hingga Malam

Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 30 Juni 2022: Berawan dari Pagi hingga Malam

Yogyakarta
BKKBN: Gangguan Mental Emosional Remaja Naik Jadi 9,8 Persen, Angka Perceraian Capai 580 Ribu

BKKBN: Gangguan Mental Emosional Remaja Naik Jadi 9,8 Persen, Angka Perceraian Capai 580 Ribu

Yogyakarta
Warga Yogya Keluhkan Ribet Beli Pertalite Pakai Aplikasi, Ini Penjelasan Pertamina

Warga Yogya Keluhkan Ribet Beli Pertalite Pakai Aplikasi, Ini Penjelasan Pertamina

Yogyakarta
Wacana Jam Malam Anak di Kota Yogyakarta, Kepala BKKBN: Seperti Paracetamol

Wacana Jam Malam Anak di Kota Yogyakarta, Kepala BKKBN: Seperti Paracetamol

Yogyakarta
KSAD Dudung Dikukuhkan Jadi Duta Bapak Asuh Anak Stunting Indonesia

KSAD Dudung Dikukuhkan Jadi Duta Bapak Asuh Anak Stunting Indonesia

Yogyakarta
Beli Minyak Goreng Curah Pakai Pedulilindungi atau KTP, Warga Khawatir NIK-nya untuk Pinjol

Beli Minyak Goreng Curah Pakai Pedulilindungi atau KTP, Warga Khawatir NIK-nya untuk Pinjol

Yogyakarta
Zona Merah PMK di Bantul Bertambah, Pemkab Berharap Tambahan Vaksin

Zona Merah PMK di Bantul Bertambah, Pemkab Berharap Tambahan Vaksin

Yogyakarta
Pangat Jalan Kaki dari Lumajang ke Jakarta untuk Temui Presiden Jokowi

Pangat Jalan Kaki dari Lumajang ke Jakarta untuk Temui Presiden Jokowi

Yogyakarta
Tutup Gerai Holywings sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Pemkab Sleman Minta Pusat Tinjau Perizinannya

Tutup Gerai Holywings sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Pemkab Sleman Minta Pusat Tinjau Perizinannya

Yogyakarta
Berkendara Sendirian Saat Tengah Malam, Pelajar Tewas Usai Tabrak Jembatan Depan YIA

Berkendara Sendirian Saat Tengah Malam, Pelajar Tewas Usai Tabrak Jembatan Depan YIA

Yogyakarta
68 Hewan Ternak Mati karena PMK di DI Yogyakarta, Terpapar 7.046

68 Hewan Ternak Mati karena PMK di DI Yogyakarta, Terpapar 7.046

Yogyakarta
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.