Penasihat Hukum Meminta Majelis Hakim Menghukum Ringan Nani Pengirim Sate Sianida

Kompas.com - 29/11/2021, 16:06 WIB

 

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum Nani Aprilliani, Nurjaman, berharap Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bantul menjatuhkan hukuman ringan bagi kliennya.

Hal itu disampaikan dalam sidang pembacaan nota pembelaan atau pleidoi yang digelar secara daring.

Pembacaan dilakukan ketiga penasihat hukum terdakwa, yakni R Anwar Ary Widodo, Fajar Mulia, dan Wanda Satria Atmaja.

Adapun sidang tersebut berlangsung di Ruang Sidang Cakra I, PN Bantul.

"Mengadili primer, satu, menyatakan terdakwa NA (Nani Aprilliani Nurjaman) telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana karena kesalahannya mengakibatkan meninggalnya orang lain, sebagaimana Pasal 359 KUHP. Dua, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa NA seringan-ringannya sesuai dengan Pasal 359 KUHP," kata R. Anwar Ary Widodo di PN Bantul Senin (29/11/2021).

Baca juga: Nani Pengirim Sate Sianida Mohon Diringankan Hukuman, Curhat Ingin Berkeluarga

Dia mengatakan, berdasarkan fakta persidangan, perbuatan Nani tidak memenuhi unsur dakwaan primer, yakni Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

Nani sendiri sebelumnya dituntut jaksa penuntut umum (JPU) 18 tahun penjara.

Tim kuasa hukum juga menilai, dari fakta di persidangan, faktor Bandiman juga berperan dalam kematian Naba.

"Tanpa hak, seharusnya Pak Bandiman itu tidak membawa pulang (paket makanan). Karena sudah disampaikan dalam berita acara bahwa Saudara Maria, istri Tomi itu kan sudah memerintahkan ke Pak Bandiman untuk dikembalikan," kata PH Nani

"Bukan untuk diberikan ke Pak Bandiman. Dibawa pulang atau dikasihkan ke Pak Bandiman, bukan. Tapi untuk dikembalikan, tentunya untuk si pengirim," ucap dia.

Baca juga: Dinilai Lakukan Pembunuhan Berencana, Nani Pengirim Sate Sianida Dituntut 18 Tahun Penjara

Sementara itu, Hakim Ketua Aminuddin mengatakan bahwa sidang dilanjutkan pekan ini dengan agenda replik dan duplik.

"Pada hari Kamis 2 Desember replik, selanjutnya duplik tanggal 6 Desember," kata Aminuddin.

Pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Bantul, Senin (15/11/2021), jaksa penuntut umum (JPU) menuntut NA sebagai terdakwa kasus sate sianida dengan hukuman 18 tahun penjara. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sultan Tidak Akan Beri Bantuan Hukum kepada Koruptor di DI Yogyakarta

Sultan Tidak Akan Beri Bantuan Hukum kepada Koruptor di DI Yogyakarta

Yogyakarta
Dream Theater Konser di Solo, Ini Harga Tiket dan Cara Belinya

Dream Theater Konser di Solo, Ini Harga Tiket dan Cara Belinya

Yogyakarta
Cara Daftar MyPertamina untuk Beli Pertalite di SPBU Kota Yogyakarta

Cara Daftar MyPertamina untuk Beli Pertalite di SPBU Kota Yogyakarta

Yogyakarta
Banyak Sekolah di DIY Kekurangan Murid Usai PPDB, Apa yang Salah?

Banyak Sekolah di DIY Kekurangan Murid Usai PPDB, Apa yang Salah?

Yogyakarta
Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 30 Juni 2022: Berawan dari Pagi hingga Malam

Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 30 Juni 2022: Berawan dari Pagi hingga Malam

Yogyakarta
BKKBN: Gangguan Mental Emosional Remaja Naik Jadi 9,8 Persen, Angka Perceraian Capai 580 Ribu

BKKBN: Gangguan Mental Emosional Remaja Naik Jadi 9,8 Persen, Angka Perceraian Capai 580 Ribu

Yogyakarta
Warga Yogya Keluhkan Ribet Beli Pertalite Pakai Aplikasi, Ini Penjelasan Pertamina

Warga Yogya Keluhkan Ribet Beli Pertalite Pakai Aplikasi, Ini Penjelasan Pertamina

Yogyakarta
Wacana Jam Malam Anak di Kota Yogyakarta, Kepala BKKBN: Seperti Paracetamol

Wacana Jam Malam Anak di Kota Yogyakarta, Kepala BKKBN: Seperti Paracetamol

Yogyakarta
KSAD Dudung Dikukuhkan Jadi Duta Bapak Asuh Anak Stunting Indonesia

KSAD Dudung Dikukuhkan Jadi Duta Bapak Asuh Anak Stunting Indonesia

Yogyakarta
Beli Minyak Goreng Curah Pakai Pedulilindungi atau KTP, Warga Khawatir NIK-nya untuk Pinjol

Beli Minyak Goreng Curah Pakai Pedulilindungi atau KTP, Warga Khawatir NIK-nya untuk Pinjol

Yogyakarta
Zona Merah PMK di Bantul Bertambah, Pemkab Berharap Tambahan Vaksin

Zona Merah PMK di Bantul Bertambah, Pemkab Berharap Tambahan Vaksin

Yogyakarta
Pangat Jalan Kaki dari Lumajang ke Jakarta untuk Temui Presiden Jokowi

Pangat Jalan Kaki dari Lumajang ke Jakarta untuk Temui Presiden Jokowi

Yogyakarta
Tutup Gerai Holywings sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Pemkab Sleman Minta Pusat Tinjau Perizinannya

Tutup Gerai Holywings sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Pemkab Sleman Minta Pusat Tinjau Perizinannya

Yogyakarta
Berkendara Sendirian Saat Tengah Malam, Pelajar Tewas Usai Tabrak Jembatan Depan YIA

Berkendara Sendirian Saat Tengah Malam, Pelajar Tewas Usai Tabrak Jembatan Depan YIA

Yogyakarta
68 Hewan Ternak Mati karena PMK di DI Yogyakarta, Terpapar 7.046

68 Hewan Ternak Mati karena PMK di DI Yogyakarta, Terpapar 7.046

Yogyakarta
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.