Unggah Tulisan Tak Pantas soal KRI Nanggala-402, Seorang Polisi Ditangkap, Akan Diperiksa Maraton

Kompas.com - 27/04/2021, 06:30 WIB
Ilustrasi penangkapan Think StockIlustrasi penangkapan

KOMPAS.com - Diduga gara-gara mengunggah tulisan yang tak pantas soal tenggelamnya KRI Nanggala-402, seorang anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Kalasan ditangkap oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY).

Oknum polisi tersebut, Aipda FI (41), bertugas di Polsek Kalasan sebagai staf.

Diamankan pada Minggu (25/4/2021) malam, ia kemudian dibawa ke Markas Polda DIY untuk menjalani pemeriksaan.

Baca juga: Polisi Penulis Komentar Negatif soal KRI Nanggala-402 Diproses secara Etik dan Pidana

Kepala Bidang Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, FI bakal diperiksa secara maraton.

FI akan menjalani pemeriksaan di Propam dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda DIY.

"Diperiksa di Propam, dan di Krimsus (Dit Reskrimsus) tentang ujaran kebencianya. Apakah ujaran kebencian itu memenuhi unsur atau tidak, nanti kita lihat. Jadi untuk pidana di Rekrimsus dan etiknya nanti di Propam," ujarnya Senin (26/4/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Unggah Makian soal KRI Nanggala-402, Seorang Polisi Ditangkap Propam Polda DIY

 

Jalani pemeriksaan kejiwaan

Ilustrasi depresiKatarzynaBialasiewicz Ilustrasi depresi

Selain itu, FI juga bakal diperiksa kondisi kejiwaannya.

Pasalnya, pihaknya menerima informasi bahwa FI pernah mengalami depresi.

"Ada laporan tidak resmi dari tetangganya, dari kawan-kawannya bahwa yang bersangkutan pernah depresi beberapa tahun yang lalu," ungkap dia.

Terkait benar atau tidaknya FI mengalami depresi, Yulianto menerangkan masih menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan.

Baca juga: Anggotanya Unggah Makian soal KRI Nanggala-402, Polda DIY Minta Maaf


Wakil Kepala Polda DIY Brigjen Pol R Slamet Santoso menuturkan dari pemeriksaan sejauh ini, ada indikasi bahwa FI mengalami depresi.

FI diduga depresi karena belum menikah hingga kini.

"Iya (ada indikasi depresi), karena sampai umur sekian belum menikah, kelahiran 1980. Kasus ini Polda tindak cepat dulu, periksa kejiwaannya, lalu Bareskrim dan Propam akan turun juga," ucapnya, Senin.

Akibat perbuatannya itu, FI terancam dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Slamet mengungkapkan, FI bisa saja dijerat pidana karena diduga telah merusak hubungan dua instansi, yakni Polri dan TNI, yang saat ini sedang dalam keadaan berduka atas tenggelamnya KRI Nanggala-402.

Baca juga: Sinis di Medsos soal Tragedi KRI Nanggala-402, Oknum Polisi di DIY Diduga Depresi

 

Polda DIY minta maaf

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto saat menemui wartawan di Mapolda DIY.KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto saat menemui wartawan di Mapolda DIY.

Atas ulah salah salah satu anggotanya, Polda DIY menyampaikan permohonan maaf, khususnya kepada keluarga besar TNI Angkatan Laut (AL).

"Kami juga meminta maaf kepada keluarga besar TNI AL, kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwasanya ada anggota Polsek Kalasan yang telah posting komentar yang membuat perasaan tidak enak membuat kegaduhan di media sosial. Untuk itu Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, kepada TNI AL khususnya, kepada keluarganya, kepada TNI, kepada masyarakat Indonesia," kata Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto.

Baca juga: Duka di Perairan Utara Bali, 53 Awak KRI Nanggala-402 Dinyatakan Gugur

Dia menyatakan, oknum tersebut akan diproses dan menerima konsekuensi atas tindakannya.

"Kami yakinkan yang bersangkutan akan menerima konsekuensinya akan dilakukan tindakan yang proporsional untuk yang bersangkutan. Sekali lagi kami berduka atas peristiwa yang dialami oleh KRI Nanggala-402," tuturnya.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma, Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief, Dony Aprian)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Tabrak Lari di Sleman yang Tewaskan Pengendara Motor Wanita

Kronologi Tabrak Lari di Sleman yang Tewaskan Pengendara Motor Wanita

Yogyakarta
Saat Aparat Polda Jabar dan DIY Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Sleman, Ini Temuan Polisi

Saat Aparat Polda Jabar dan DIY Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Sleman, Ini Temuan Polisi

Yogyakarta
Scoopy Ditabrak Pikap di Kulon Progo, 2 Orang Tewas, Polisi Ungkap Kronologinya

Scoopy Ditabrak Pikap di Kulon Progo, 2 Orang Tewas, Polisi Ungkap Kronologinya

Yogyakarta
Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 Saat Libur Nataru di Jateng, Ini Langkah Ganjar Pranowo

Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 Saat Libur Nataru di Jateng, Ini Langkah Ganjar Pranowo

Yogyakarta
Saat Akun YouTube Dalang Cilik Asal Yogyakarta Di-subscribe Sandiaga Uno…

Saat Akun YouTube Dalang Cilik Asal Yogyakarta Di-subscribe Sandiaga Uno…

Yogyakarta
Satpol PP DIY Sebut Ada Wisatawan yang Gunakan Jasa Ilegal untuk Lolos Penyekatan

Satpol PP DIY Sebut Ada Wisatawan yang Gunakan Jasa Ilegal untuk Lolos Penyekatan

Yogyakarta
Cerita Ibu Hamil 7 Bulan Asal Semarang Rela Antre sejak Pagi Ikut Tes CPNS di Salatiga

Cerita Ibu Hamil 7 Bulan Asal Semarang Rela Antre sejak Pagi Ikut Tes CPNS di Salatiga

Yogyakarta
Lewat “World Mosquito Program”, Profesor UGM Adi Utarini Masuk Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia 2021

Lewat “World Mosquito Program”, Profesor UGM Adi Utarini Masuk Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia 2021

Yogyakarta
Wisatawan Tebing Breksi Sleman Banyak yang Putar Balik, Ini Penyebabnya

Wisatawan Tebing Breksi Sleman Banyak yang Putar Balik, Ini Penyebabnya

Yogyakarta
Uji Coba Buka Wisata Hutan Pinus Mangunan Bantul Temui Kendala, Ini Salah Satunya

Uji Coba Buka Wisata Hutan Pinus Mangunan Bantul Temui Kendala, Ini Salah Satunya

Yogyakarta
Sejarah Malioboro, Jalan yang Dihiasi Untaian Bunga

Sejarah Malioboro, Jalan yang Dihiasi Untaian Bunga

Yogyakarta
Miris, Warga Sleman Temukan Jasad Bayi di Kardus, Polisi: Diduga Baru Saja Dilahirkan

Miris, Warga Sleman Temukan Jasad Bayi di Kardus, Polisi: Diduga Baru Saja Dilahirkan

Yogyakarta
Ini Cara Warga Kampung Miliarder Sleman Habiskan Uang Miliaran Rupiah Hasil Ganti Rugi Tol Yogya-Bawen

Ini Cara Warga Kampung Miliarder Sleman Habiskan Uang Miliaran Rupiah Hasil Ganti Rugi Tol Yogya-Bawen

Yogyakarta
Cerita Warga Kampung Miliarder Sleman, Dulu Pontang-panting Cari Biaya Kuliah Anak, Kini Bisa Beli 3 Mobil

Cerita Warga Kampung Miliarder Sleman, Dulu Pontang-panting Cari Biaya Kuliah Anak, Kini Bisa Beli 3 Mobil

Yogyakarta
Gara-gara Saling Tatap, Siswa SMK di Kulon Progo Babak Belur Dianiaya 4 Orang, Ini Ceritanya

Gara-gara Saling Tatap, Siswa SMK di Kulon Progo Babak Belur Dianiaya 4 Orang, Ini Ceritanya

Yogyakarta
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.