Terdampak Pandemi, Sejumlah Warga di Gunungkidul Banting Setir Jadi YouTuber, Penghasilan Jutaan Rupiah

Kompas.com - 13/03/2021, 18:29 WIB
Yusuf Adhitya Putratama Warga Baleharjo, Wonosari, Gunungkidul, Pengelola Wisata Berubah Menjadi YouTubers KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOYusuf Adhitya Putratama Warga Baleharjo, Wonosari, Gunungkidul, Pengelola Wisata Berubah Menjadi YouTubers
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi selama setahun terakhir hampir membuat seluruh sektor perekonomian terkena imbas.

Di tengah kondisi penuh keterbatasan tersebut, akhirnya membuat orang lebih kreatif agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Salah satunya yang dilakukan Yusuf Aditya Putratama, warga Kelurahan Baleharjo, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul.

Yusuf yang sebelumnya bekerja sebagai pengelola wisata di Pantai Nglambor itu kini memilih banting setir menjadi seorang YouTuber untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

Baca juga: Pandemi, Tukang Bangunan di Gunungkidul Pilih Jadi YouTuber, Buat Konten di Desa, Hasilkan Jutaan Rupiah

Hampir setiap hari Yusuf bersama keluarganya selalu rutin memproduksi video yang dibagikan melalui channel YouTube miliknya.

Meski tidak menyebut jumlah penghasilan yang didapat, namun, dirinya mengaku penghasilannya dari YouTube tersebut lumayan dan bisa untuk menghidupi keluarganya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Lumayanlah bisa untuk menghidupi keluarga," kata Aditya

Saat ini, ia mengaku sudah memiliki lima channel YouTube. Adapun kontennya, berisi kesehariannya bersama keluarga, seperti memasak, makan bersama, dan lainnya.

"Paling baru, channel nama pribadi saya. Isinya video keseharian keluarga," katanya.

Baca juga: Ini Pengakuan Pelaku Pembunuhan Berantai di Bogor Saat Menghabisi Korbannya

 

Hal serupa juga dilakukan Mulatif Mustofa, warga Kelurahan Ngleri, Kecamatan Playen, Gunungkidul.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pemasang plafon tersebut kini lebih memilih fokus untuk menggarap YouTube.

Hal itu karena pekerjaan yang ditekuni sebelumnya sudah tidak bisa diharapkan lagi saat kondisi pandemi sekarang ini.

Baca juga: Klaster Senam Tasikmalaya, 47 Orang Positif Covid-19 dan Kemungkinan Bertambah

Berkat keaktifannya merilis video di akun YouTube miliknya tersebut kini ia sudah memiliki jumlah subscriber mencapai 13.400 orang dengan rerata ditonton sebanyak 10 ribu orang per hari.

Dari usaha yang dilakukan itu, kini ia sudah bisa mendapatkan penghasilan hingga jutaan rupiah dari media sosial tersebut.

"Lumayan per bulannya bisa UMR Jogja lah," kata pria sederhana itu.

Penulis : Kontributor Yogyakarta, Markus Yuwono | Editor : Khairina

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ciduk Pelajar yang Nongkrong hingga Larut Malam, Polisi Temukan Botol Miras dan Pisau Sabit

Ciduk Pelajar yang Nongkrong hingga Larut Malam, Polisi Temukan Botol Miras dan Pisau Sabit

Yogyakarta
HB X Sebut PKL Malioboro Selama Ini Tempati Lahan Orang: Mosok Enggak Dikembalikan

HB X Sebut PKL Malioboro Selama Ini Tempati Lahan Orang: Mosok Enggak Dikembalikan

Yogyakarta
Larang ASN di DIY Cuti Saat Nataru, Sultan: Kami Pun Keluar Provinsi Saja Harus Izin

Larang ASN di DIY Cuti Saat Nataru, Sultan: Kami Pun Keluar Provinsi Saja Harus Izin

Yogyakarta
Jadi Desa Antikorupsi Pertama di Indonesia, Kalurahan Panggungharjo Bantul Masih Harus Benahi 2 Hal Ini

Jadi Desa Antikorupsi Pertama di Indonesia, Kalurahan Panggungharjo Bantul Masih Harus Benahi 2 Hal Ini

Yogyakarta
Tergelincir Batu Kerikil di Jalan Turun Bukit Menoreh, Ibu dan Balitanya Luka Parah

Tergelincir Batu Kerikil di Jalan Turun Bukit Menoreh, Ibu dan Balitanya Luka Parah

Yogyakarta
Ridwan Kamil Isyaratkan Masuk Parpol dengan Menggambar Warna

Ridwan Kamil Isyaratkan Masuk Parpol dengan Menggambar Warna

Yogyakarta
Jeritan PKL Menyikapi Rencana Relokasi Mereka dari Kawasan Malioboro

Jeritan PKL Menyikapi Rencana Relokasi Mereka dari Kawasan Malioboro

Yogyakarta
Kalurahan Panggungharjo, Bantul, Jadi Desa Antikorupsi Pertama di Indonesia

Kalurahan Panggungharjo, Bantul, Jadi Desa Antikorupsi Pertama di Indonesia

Yogyakarta
Ada Puluhan Kasus Covid-19 Pelajar SMA-SMK di Sleman, Ini Imbauan Bupati

Ada Puluhan Kasus Covid-19 Pelajar SMA-SMK di Sleman, Ini Imbauan Bupati

Yogyakarta
Tempat Relokasi Hanya untuk PKL Malioboro yang Berizin

Tempat Relokasi Hanya untuk PKL Malioboro yang Berizin

Yogyakarta
Penasihat Hukum Meminta Majelis Hakim Menghukum Ringan Nani Pengirim Sate Sianida

Penasihat Hukum Meminta Majelis Hakim Menghukum Ringan Nani Pengirim Sate Sianida

Yogyakarta
Pemprov DIY Berencana Merelokasi Pedagang Kaki Lima di Jalan Malioboro

Pemprov DIY Berencana Merelokasi Pedagang Kaki Lima di Jalan Malioboro

Yogyakarta
7 Siswa di Solo Positif Covid-19, PTM di 3 SDN Dihentikan Sementara, Ini Kondisinya

7 Siswa di Solo Positif Covid-19, PTM di 3 SDN Dihentikan Sementara, Ini Kondisinya

Yogyakarta
Ini Daftar UMK DIY 2022, Kota Yogyakarta Tertinggi

Ini Daftar UMK DIY 2022, Kota Yogyakarta Tertinggi

Yogyakarta
Dinilai Lakukan Pembunuhan Berencana, Nani Pengirim Sate Sianida Dituntut 18 Tahun Penjara

Dinilai Lakukan Pembunuhan Berencana, Nani Pengirim Sate Sianida Dituntut 18 Tahun Penjara

Yogyakarta
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.