Vaksin Covid-19 Tahap 2 Diprioritaskan untuk Lansia, Sultan: Saya Ikut

Kompas.com - 23/02/2021, 10:02 WIB
Sultan ditemui di Kantor Gubernur, Kompleks Kepatihan Jumat (19/2/2020) Kompas.com/Wisang Seto PangaribowoSultan ditemui di Kantor Gubernur, Kompleks Kepatihan Jumat (19/2/2020)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Vaksinasi Covid-19 tahap kedua diprioritaskan untuk lansia dan pedagang.Terkait hal itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X siap ikut divaksin.

"Ya saya ikut kalau ada lansia, gitu. Tapi kita belum tahu persis, kita tunggu nanti aplikasinya dari Pak Menteri Kesehatan," ujar Sultan ditemui di Kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Senin (22/2/2021).

Selain itu, Sultan berharap kepada pedagang dan lansia agar tidak menolak vaksin Covid-19.

Baca juga: Sultan HB X Pastikan PPKM Berbasis Mikro di DIY Diperpanjang

Sebab, menurut Sultan, vaksin bertujuan untuk membentuk antibodi kepada masing-masing individu.

"Harapan saya untuk yang muda-muda janganlah untuk menolak, karena ini menimbulkan imunitas atau antibodi pada yang bersangkutan, Jadi bermanfaat untuk dirinya sendiri dan orang lain," kata dia.

Sultan menjelaskan, vaksinasi bagi lansia akan lebih banyak pertanyaan yang ditanyakan guna untuk melakukan skrining bagi lansia yang mendapatkan vaksin Covid-19.

Mengingat vaksin Covid-19 tidak bisa diberikan secara asal.

"Tapi bagi lansia umur itu makin tinggi kemungkinan ada penyakit bawaan itu ada. Sehingga mungkin secara administratif kesehatan mungkin makin tua banyak pertanyaan dalam arti apakah naik tangga masih mampu nggak, naik tangga itu mungkin 10 anak tangga, jalan 10 meter mampu nggak," jelas Sultan.

Baca juga: Gubernur DIY Sultan HB X Siap Dialog dengan ARDY, Dimediasi Ombudsman RI
Menurut Sultan, jika kriteria tidak bisa dipenuhi oleh lansia, maka yang bersangkutan belum tentu mendapatkan vaksin.


"Jadi kalau kira-kira dari 5 kalau tidak 6 persyaratan tidak terpenuhi belum tentu juga akan divaksin, karena dengan kondisi seperti itu mungkin justru dengan vaksin itu malah membahayakan dirinya, misalnya begitu," lanjutnya.

Sultan memperkirakan vaksinasi dilakukan setelah tanggal 1 Maret 2021.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X