Ketua BEM UGM Jelaskan Alasan Mundur dari Diskusi Cipta Kerja Bersama Menteri

Kompas.com - 18/11/2020, 09:23 WIB
Universitas Gadjah Mada Dok. UGMUniversitas Gadjah Mada

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada ( UGM) angkat bicara terkait sikap mundur dari diskusi webinar soal UU Cipta Kerja bersama beberapa menteri.

Ketua BEM KM UGM Sulthan Farras menjelaskan, sikap tersebut berawal ketika pada tanggal 23 Oktober 2020, pihaknya melakukan audiensi bersama pihak kampus dengan salah satu  kesepakatan UGM mengadakan Forum Terbuka Akademisi UGM dalam mengulas dan bersikap atas UU Ciptaker.

Audiensi yang difasilitasi oleh Wakil Rektor 1, Djagal Wiseso Marseno dibicarakan langsung oleh Panut Mulyono selaku Rektor, dan telah diafirmasi oleh Djagal.

“Kesepakatan forum terbuka akademisi UGM diakomodasi Pak Djagal dan Pak Paripurna. Pak Jagal meminta rekomendasi pembicara pro maupun kontra dan membantu konsep acara kepada BEM,” jelas Sulthan melalui keterangan tertulis, Selasa (17/11/2020).

Baca juga: Guru Besar UGM: Ada Skenario Besar yang Untungkan Investor melalui UU Cipta Kerja

Dia mengatakan, setelah itu pada tanggal 28 Oktober 2020 rekomendasi pembicara telah dikirim. Lalu disusul pada tanggal 30 Oktober konsep acara dikirimkan.

“Berdasarkan hasil rapat kewenangan menyelenggarakan forum dipindah tangankan ke Bapak Paripurna selaku Wakil Rektor 3 dan disatukan dengan acara KAGAMA. Dan saya menyampaikan kembali konsep acara dan pembicara,” ucap dia.

Namun, setelah dilakukan penyampaian konsep acara dan pembicara tidak ada respons dari pihak kampus.

Kemudian pada tanggal 15 November 2020, pihaknya baru mendapatkan respons dari kampus.

“Pesan baru dibaca pada pukul 22.00/23.00 WIB, karena tidak etis untuk membalas pukul 22.00/23.00 sehingga tidak langsung dibalas hari itu. Namun, tiba-tiba pada tanggal 16 November secara tiba-tiba poster sudah muncul bersama dengan tor,” jelas dia.

Baca juga: Soal UU Cipta Kerja, Guru Besar Hukum Agraria UGM Ingatkan Potensi Korupsi di Bidang Pertanahan

Setelah itu Sulthan menarik diri dari forum lantaran tidak ada konfirmasi sebelumnya ditambah model forum tidak sesuai dengan kesepakatan.

Dia menilai acara itu syarat akan kepentingan lantaran dalam kegiatan webinar tersebut berisi tiga menteri koordinator, satu menteri, dan beberapa akademisi yang terlibat dalam pembahasan UU Cipta Kerja.

“Kami masih mengupayakan adanya perubahan komposisi pembicara. Hasil nihil. Menjadi pertanyaan besar mengapa terdapat pergeseran secara tiba-tiba yang awalnya dilaksanakan oleh dewan guru besar UGM menjadi acara Dewan Pakar Kagama dan Wakil Rektor 3,” ucap dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Yogyakarta Klaim Sudah Minta Indonesian Scooter Festival Diawasi

Pemkot Yogyakarta Klaim Sudah Minta Indonesian Scooter Festival Diawasi

Regional
Polisi Dalami Keterlibatan FPI Dalam Demonstrasi di Rumah Mahfud MD

Polisi Dalami Keterlibatan FPI Dalam Demonstrasi di Rumah Mahfud MD

Regional
Buat Kerumunan di Yogyakarta, Indonesian Scooter Festival Dibubarkan

Buat Kerumunan di Yogyakarta, Indonesian Scooter Festival Dibubarkan

Regional
Debat Publik Pilkada Surabaya, Kedua Paslon Ungkap Gagasan Jaga Toleransi

Debat Publik Pilkada Surabaya, Kedua Paslon Ungkap Gagasan Jaga Toleransi

Regional
Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

Regional
Teriak 'Bunuh..Bunuh', Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

Teriak "Bunuh..Bunuh", Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

Regional
Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

Regional
Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

Regional
Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

Regional
13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

Regional
Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

Regional
Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

Regional
62 Kades di Jateng Langgar Netralitas Pilkada, Bawaslu Lapor ke Mendagri

62 Kades di Jateng Langgar Netralitas Pilkada, Bawaslu Lapor ke Mendagri

Regional
Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Perairan Pulau Komodo

Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Perairan Pulau Komodo

Regional
Ambisi Sumedang Jadikan Waduk Jatigede Wisata Kelas Dunia, Ingin Kalahkan Banyuwangi

Ambisi Sumedang Jadikan Waduk Jatigede Wisata Kelas Dunia, Ingin Kalahkan Banyuwangi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X