Ini Penjelasan UPN Veteran Yogyakarta Sterilkan Satu Gedung di Kampus 2...

Kompas.com - 15/10/2020, 07:07 WIB
Pengendara motor melintas di depan mural tentang pandemi virus corona atau COVID-19 di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Depok, Jawa Barat, Jumar (3/4/2020). Mural tersebut ditujukan sebagai bentuk dukungan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi COVID-19 di Indonesia. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/prasPengendara motor melintas di depan mural tentang pandemi virus corona atau COVID-19 di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Depok, Jawa Barat, Jumar (3/4/2020). Mural tersebut ditujukan sebagai bentuk dukungan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi COVID-19 di Indonesia.

KOMPAS.com - Pihak Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran di Yogyakarta membenarkan telah menutup sementara salah satu gedung di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik di Kampus 2.

Hal itu dilakukan sebagai antisipasi setelah ada kabar salah satu dosen meninggal dunia di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (UGM) dan dimakamkan di tempat pemakaman khusus Covid-19 di Madurejo, Prambanan, Sleman.

"Ada laporan, Ilmu Sosial Ilmu Politik kampus 2 itu kita lockdown. Kita sterilkan, kita semprot semuanya sejak Senin," tuturnya, Rabu (14/10/2020).

Baca juga: 83 Orang Meninggal karena Covid-19 di DIY, 77 Persen dengan Komorbid

Humas: Ada Iindikasi Covid-19

Hingga saat ini, pihak UPN Veteran sendiri masih menunggu konfirmasi dari Satuan Tugas Covid-19 terkait kondisi dosen tersebut.

Menurut Kasubag Humas UPN Veteran Markus Kusnardijanto, pihaknya hanya menerima informasi dari Satgas jika salah satu dosen meninggal di RSA UGM.

"Terkonfirmasi positif kami kurang tahu. Dari Gugus Covid RSA UGM menghubungi Satgas kita, menghubungi itu untuk mengklarifikasi apakah almarhum benar pegawai UPN," katanya.

Baca juga: Pemprov DIY Tidak Berikan Rekomendasi Penyelenggaraan Liga 1 2020

"Dari sana (Gugus Covid RSA UGM) juga tidak menyatakan bahwa kalau almarhum ini positif Covid, tidak. Asumsi kita kan kalau satgas sudah dihubungi asumsi kita ada indikasi ke situ," imbuhnya.

Terakhir mengajar secara daring

Markus menjelaskan, dosen tersebut meninggal pada 13 Oktober 2020. Sebelumnya, dosen tersebut sempat mengajar, namun secara daring.

"Setahu saya mengajar ya kemarin waktu daring itu ya, kan kuliah perdana itu 28 (September) itu," ucapnya.

Selain itu, menurut Markus, dosen tersebut mulai dirawat di RSA UGM lebih kurang sejak 6 Oktober 2020. 

 "Tanggal 6 Oktober mertuanya meninggal, pada waktu kita melayat kesana, beliaunya tidak terlihat di pemakaman, kita tanya informasi keluarga baru tidak enak badan. Tahu-tahu kita terima informasi beliau sudah ada di ICU RSA UGM," bebernya.

Baca juga: Dosennya Meninggal Diduga karena Covid-19, UPN Veteran Yogyakarta Lockdown Satu Gedung

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingat, Wisatawan yang Ingin ke Bali Tetap Wajib Menunjukkan Hasil Rapid Test

Ingat, Wisatawan yang Ingin ke Bali Tetap Wajib Menunjukkan Hasil Rapid Test

Regional
Sultan HB X Ogah Komentari Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

Sultan HB X Ogah Komentari Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

Regional
Mengaku Dipukul Kekasihnya di Apartemen, Perempuan Ini Pecah Kaca Jendela untuk Cari Bantuan

Mengaku Dipukul Kekasihnya di Apartemen, Perempuan Ini Pecah Kaca Jendela untuk Cari Bantuan

Regional
Wartawan Dibunuh karena Masalah Sepele, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Wartawan Dibunuh karena Masalah Sepele, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Regional
Harapan Gubernur Sulsel di Periode Kedua Pemerintahan Jokowi

Harapan Gubernur Sulsel di Periode Kedua Pemerintahan Jokowi

Regional
Ngantor Pakai Sarung di Hari Santri, ASN: Teringat Perjuangan Kiai Hasyim Asy’ari

Ngantor Pakai Sarung di Hari Santri, ASN: Teringat Perjuangan Kiai Hasyim Asy’ari

Regional
Ada Kirab Perahu di Rawa Pening untuk Peringati Hari Santri Nasional

Ada Kirab Perahu di Rawa Pening untuk Peringati Hari Santri Nasional

Regional
3 Anak Hilang Misterius di Langkat, Polisi Turunkan Anjing Pelacak

3 Anak Hilang Misterius di Langkat, Polisi Turunkan Anjing Pelacak

Regional
Bermodal Rp 6 Juta, Kini Adil Sukses Buka Usaha Lalapan Beromzet Rp 30 Juta, Ini Rahasianya

Bermodal Rp 6 Juta, Kini Adil Sukses Buka Usaha Lalapan Beromzet Rp 30 Juta, Ini Rahasianya

Regional
Produksi Tasela Babel Naik3 Kali Lipat, Gubernur Erzaldi: Ini Adalah Berkah bagi Tanah Kita

Produksi Tasela Babel Naik3 Kali Lipat, Gubernur Erzaldi: Ini Adalah Berkah bagi Tanah Kita

Regional
Cerita Jurnalis yang Diduga Tertular Virus Corona Saat Meliput Demo

Cerita Jurnalis yang Diduga Tertular Virus Corona Saat Meliput Demo

Regional
Petugas SPBU di Kabupaten Bandung Dirampok, Pelaku Ditangkap Berkat CCTV

Petugas SPBU di Kabupaten Bandung Dirampok, Pelaku Ditangkap Berkat CCTV

Regional
PHRI Berharap Jumlah Wisatawan ke Bali Meningkat Saat Libur Panjang

PHRI Berharap Jumlah Wisatawan ke Bali Meningkat Saat Libur Panjang

Regional
Cerita Anak Korban Perang Kemerdekaan yang Tolak Tawaran Ganti Rugi dari Belanda: Itu Tidak Adil

Cerita Anak Korban Perang Kemerdekaan yang Tolak Tawaran Ganti Rugi dari Belanda: Itu Tidak Adil

Regional
Gerai ATM Minimarket di Bandung Rusak Dibobol

Gerai ATM Minimarket di Bandung Rusak Dibobol

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X