3 Demonstran Tolak UU Cipta Kerja Masih Dirawat di RS Bhayangkara DIY

Kompas.com - 12/10/2020, 18:39 WIB
Kombes Pol Yuliyanto saat ditemui di Kompleks Kepatihan Kompas.com/Wisang Seto PangaribowoKombes Pol Yuliyanto saat ditemui di Kompleks Kepatihan

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak tiga demonstran yang terlibat unjuk rasa di gedung DPRD DIY masih dirawat di RS Bhayangkara.

"Satu orang sudah dilakukan swab test pada Sabtu lalu. Yang dua karena pada saat unjuk rasa mungkin terkena pukulan atau apa karena situasi kaya gitu (ricuh)," ujar Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto ditemui di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (12/10/2020).

Disinggung terkait pemukulan terhadap mahasiswa yang dilakukan aparat saat melakukan interogasi, dirinya membantah hal itu.

"Kalau polisi mukuli sudah tidak zamannya lagi. Katakanlah mereka mahasiswa terus dipukuli tidak zamannya lagi. Enggak ada itu. Kalau misalkan pas dorong-dorongan situasi ramai bisa jadi. Kalau sudah diinterogasi dipukuli enggak lah," katanya.

Baca juga: Demo di DPRD DIY Ricuh, 95 Demonstran Diamankan, Satu Orang Reaktif

Menurut dia, petugas kepolisian mengutamakan pendekatan persuasif terhadap pedemo.

"Di dalam pengaman ada unsur Provost. Fungsinya memastikan apakah polisi yang meakukan keamanan berjalan semestinya atau tidak. Misal melakukan tugas menyeleweng saat itu juga diingatkan Provost," tegasnya.

Hingga saat ini, kata dia, empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka terkait unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja pada Kamis (8/10/2020) lalu.

Baca juga: Sri Sultan Minta Pelaku Perusakan Kantor DPRD DIY Diproses Hukum

Keempatnya ditangkap karena hendak membakar pos polisi.

"Untuk pembakaran Resto Legian belum ada, perusakan DPRD DIY juga belum. Baru empat kemarin yang dijadikan tersangka," ucapnya.

Pihaknya juga telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Sabtu (10/10/2020).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wartawan Dibunuh karena Masalah Sepele, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Wartawan Dibunuh karena Masalah Sepele, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Regional
Harapan Gubernur Sulsel di Periode Kedua Pemerintahan Jokowi

Harapan Gubernur Sulsel di Periode Kedua Pemerintahan Jokowi

Regional
Ngantor Pakai Sarung di Hari Santri, ASN: Teringat Perjuangan Kiai Hasyim Asy’ari

Ngantor Pakai Sarung di Hari Santri, ASN: Teringat Perjuangan Kiai Hasyim Asy’ari

Regional
Ada Kirab Perahu di Rawa Pening untuk Peringati Hari Santri Nasional

Ada Kirab Perahu di Rawa Pening untuk Peringati Hari Santri Nasional

Regional
3 Anak Hilang Misterius di Langkat, Polisi Turunkan Anjing Pelacak

3 Anak Hilang Misterius di Langkat, Polisi Turunkan Anjing Pelacak

Regional
Bermodal Rp 6 Juta, Kini Adil Sukses Buka Usaha Lalapan Beromzet Rp 30 Juta, Ini Rahasianya

Bermodal Rp 6 Juta, Kini Adil Sukses Buka Usaha Lalapan Beromzet Rp 30 Juta, Ini Rahasianya

Regional
Produksi Tasela Babel Naik3 Kali Lipat, Gubernur Erzaldi: Ini Adalah Berkah bagi Tanah Kita

Produksi Tasela Babel Naik3 Kali Lipat, Gubernur Erzaldi: Ini Adalah Berkah bagi Tanah Kita

Regional
Cerita Jurnalis yang Diduga Tertular Virus Corona Saat Meliput Demo

Cerita Jurnalis yang Diduga Tertular Virus Corona Saat Meliput Demo

Regional
Petugas SPBU di Kabupaten Bandung Dirampok, Pelaku Ditangkap Berkat CCTV

Petugas SPBU di Kabupaten Bandung Dirampok, Pelaku Ditangkap Berkat CCTV

Regional
PHRI Berharap Jumlah Wisatawan ke Bali Meningkat Saat Libur Panjang

PHRI Berharap Jumlah Wisatawan ke Bali Meningkat Saat Libur Panjang

Regional
Cerita Anak Korban Perang Kemerdekaan yang Tolak Tawaran Ganti Rugi dari Belanda: Itu Tidak Adil

Cerita Anak Korban Perang Kemerdekaan yang Tolak Tawaran Ganti Rugi dari Belanda: Itu Tidak Adil

Regional
Gerai ATM Minimarket di Bandung Rusak Dibobol

Gerai ATM Minimarket di Bandung Rusak Dibobol

Regional
Bertemu Lagi Setelah 20 Tahun, Tak Bisa Tidur hingga Beli Baju Kembar

Bertemu Lagi Setelah 20 Tahun, Tak Bisa Tidur hingga Beli Baju Kembar

Regional
PSBB Banten Diperpanjang 1 Bulan, Ini Alasannya

PSBB Banten Diperpanjang 1 Bulan, Ini Alasannya

Regional
Libur Panjang, Warga Solo di Perantauan Diimbau Tak Mudik

Libur Panjang, Warga Solo di Perantauan Diimbau Tak Mudik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X